Buah Zakar Turun Ciri Sebuah Penyakit?

Doktersehat-buah-zakar-turun

DokterSehat.Com – Banyak kaum pria tidak begitu baik dalam hal membersihkan daerah intimnya, seperti buah zakar atau testis. Hal ini dapat dilihat dari cara mandi pria yang biasanya berlangsung dalam waktu yang cukup singkat, sehingga lupa bagaimana caranga membersihkan bagian intim termasuk buah zakar.

Apa itu buah zakar?

Buah zakar adalah kelenjar kelamin pria yang berbentuk oval. Buah zakar yang dibungkus oleh skrotum ini berfungsi memproduksi sperma dan hormon testosteron.

Dengan kondisi yang nyaris jarang terpapar cahaya maupun udara segar, kondisi buah zakar pria pun rentan mengalami kelembapan, yang mana dapat memicu adanya pertumbuhan bakteri di area buah zakar. Lebih berbahayanya kelamin berisiko mengalami penyakit kondor atau hernia dan buah zakar turin.

Selain adanya pembiaran akan pertumbuhan bakteri, kaum pria juga banyak yang tidak memerhatikan kondisi alat kelaminnya. Bahkan, bisa dikatakan kebanyakan kaum pria tidak tahu bagaimana bentuk atau kondisi kelamin yang sehat atau tidak.

baca juga: Cara Merawat Buah Zakar Agar Berfungsi Baik dan Sehat

Salah satu bagian yang juga jarang dirawat adalah buah zakar dan kantungnya. Banyak kaum pria yang tidak mengerti bahwa buah zakar juga perlu dicek kadar kesehatannya. Beberapa bagian yang perlu dicek adalah bagian skrotum, inguninal, atau letak dari retraktil.

Selain itu, jumlah buah zakar, kelunakan, kekenyalan, atau kekerasan, hingga munculnya rasa nyeri patut diperhatikan dalam menjaga kesehatan buah zakar.

Penyebab Buah Zakar Turun

Masalah umum yang dialami sebagian besar pria adalah buah zakar turun. Hal ini disebabkan adanya penurunan volume buah zakar yang biasanya berkisar 30 ml untuk keduanya. Buah zakar ini harusnya cukup kenyal seperti bakso namun saat melunak seharusnya terasa seperti kapas.

Perlu diketahui, buah zakar normalnya memang tidak selalu sama tinggi antara sisi kiri dan kanan. Namun, perbedaan ini semestinya tidak terlalu signifikan.

Testis turun di salah satu sisi tubuh dan terkadang kembali normal seperti biasa bisa disebabkan oleh berbagai kondisi, salah satunya adalah hernia skrotalis. Penyakit ini terjadi karena mencuatnya usus keluar dari perlekatannya karena dinding perut yang melemah.

Pembesaran buah zakar akibat hernia bisa muncul secara terus menerus atau hilang timbul. Pada umumnya, pembesaran buah zakar akan teraba lunak. Selain itu, jika pembesaran cukup besar, maka penderita bisa merasakan nyeri, mual, atau muntah.

Jika tidak ditangani dengan tepat, hernia skrotalis bisa meningkatkan suhu sekitar testis sehingga mengganggu proses spermatogenesis (produksi sperma) yang bisa berujung pada kemandulan.

Selain karena hernia, ada banyak penyebab buah zakar turun, di antaranya:

  • Hidrokel
  • Torsi testis
  • Tumor
  • Lipoma
  • Abses
  • Epididimitis
  • Varikokel
  • Limfogranuloma venereum.

Sementara itu, jika benar keluhan disebabkan oleh hernia skrotalis, maka operasi perlu dilakukan untuk menambal dinding perut yang lemah. Operasi ini dilakukan dengan cara memasukkan suatu mesh yang disebut dengan operasi hernioraphy. Namun, jika penyebab buah zakar turun berbeda, tentu akan berbeda pula penanganannya.

Dampak lanjutannya, jika volume buah zakar ini terus menurun, hal itu dapat menyebabkan radang testis atau yang disebut dengan orchitis yang dapat disebabkan oleh virus ataupun bakteri, buah zakar yang terpelintir, ataupun pembesaran pembuluh darah di alat kelamin.

Oleh karena itu, periksakan langsung keluhan testis turun ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh dibantu dengan tes iluminasi atau pemeriksaan USG guna menentukan penanganan yang tepat.

Apakah Buah Zakar Turun Berbahaya?

Salah satu testis cenderung menggantung lebih rendah pada buah zakar dibandingkan testis satunya adalah normal. Buah zakar biasanya tidak selalu sama tinggi dan perbedaan ini semestinya tidak terlalu signifikan.

Testis turun biasanya kembali normal seperti biasa. Kondisi ini bisa disebabkan berbagai kondisi, salah satunya hernia skrotalis. Penyakit hernia skrotalis disebabkan mencuatnya usus dari perlekatannya karena lemahnya dinding perut.

Selain itu, kondisi testis besar sebelah sebenarnya merupakan hal yang normal. Pada umumnya, testis sebelah kanan bahkan cenderung lebih besar daripada sebelah kiri.

baca juga: Varises pada Buah Zakar Sebabkan Pria Susah Punya Anak

Guna memastikan apakah buah zakar Anda sehat atau tidak, berikut adalah beberapa cara yang bisa digunakan untuk menilai, di antaranya:

  • Posisikan tubuh dalam posisi berdiri. Raba buah zakar sebelah kanan dengan lembut menggunakan ibu jari dan jari telunjuk. Buah zakar akan terasa seperti telur.
  • Periksa apakah ada benjolan, area lunak, atau nyeri.
  • Raba bagian bawah kantung zajar untuk memeriksa epididimis. Epididimis adalah saluran yang menempel pada testis. Fungsinya untuk menyimpan sperma, menyalurkan sperma keluar dari testis saat ejakulasi dan membantu memberi nutrisi pada testis.
  • Lakukan gerakan ini untuk testis sebelah kiri.

Pemeriksaan buah zakar secara mandiri ini disarankan untuk dilakukan setidaknya satu kali setiap bulan. Hal ini penting dilakukan terutama bagi Anda yang memiliki riwayat tumor testis, testis tidak turun ke sktrotum, atau memiliki keluarga yang pernah menderita kanker testis.

Selain itu, buah zakar juga bisa mengalami benjolan. Benjolan ini bisa disebabkan beberapa penyakit.

Cara Mengobati Benjolan pada Buah Zakar

Cara mengobati buah zakar berikut ini bervariasi, tergantung pada penyebab benjolan pada buah zakar Anda.

1. Varikokel

Nyeri dari varikokel biasanya reda tanpa pengobatan. Namun, dokter mungkin meresepkan obat pereda nyeri atau menyarankan Anda untuk menggunakan penghilang rasa sakit yang dijual bebas. Ketika ketidaknyamanan yang berulang, Anda mungkin perlu pembedahan untuk mengurangi kemacetan di pembuluh darah Anda. Pembedahan mungkin melibatkan pengikatan pembuluh darah yang terkena atau mengalihkan aliran darah ke pembuluh darah tersebut melalui metode lain. Ini menyebabkan darah menghambat vena-vena tersebut, yang dapat menghilangkan pembengkakan.

2. Hidrokel

Perawatan untuk benjolan hidrokel mungkin juga melibatkan pembedahan, tetapi paling sering sembuh sendiri pada usia 2 tahun. Pembedahan melibatkan membuat sayatan kecil di skrotum untuk mengalirkan cairan berlebih.

3. Kista epididimis

Kista epididimis tidak memerlukan pengobatan kecuali menyebabkan rasa sakit atau ketidaknyamanan. Anda mungkin perlu operasi. Selama prosedur ini, dokter bedah Anda akan mengangkat kista dan menutup skrotum dengan jahitan yang biasanya sembuh dalam 10 hari.

4. Torsi testis

Torsi testis membutuhkan pembedahan segera untuk menguraikan testis Anda dan mengembalikan aliran darah. Testis Anda bisa mati jika Anda tidak mendapatkan pengobatan untuk torsi dalam enam jam. Jika testikel mati, dokter Anda harus mengangkatnya melalui pembedahan.

5. Epididimitis dan orkitis

Dokter dapat mengobati infeksi pada epididimis atau testikel Anda dengan antibiotik jika bakteri penyebabnya. Dalam kasus infeksi menular seksual (IMS), pasangan Anda mungkin juga perlu diobati.

6. Hernia

Hernia atau burut sering diobati dengan pembedahan. Dokter Anda dapat merujuk Anda ke spesialis hernia untuk perawatan.

7. Kanker testis

Kanker testis diobati menggunakan pembedahan, kemoterapi, radiasi, dan metode lainnya. Pengobatan spesifik Anda akan tergantung pada seberapa dini kanker Anda terdeteksi dan faktor lainnya. Operasi pengangkatan testis Anda dapat membantu menghentikan penyebaran kanker ke bagian lain dari tubuh Anda.

Teman Sehat! Selalu konsultasikan pada dokter jika kondisi buah zakar terasa sakit dan tidak kunjung sembuh.