Buah Zakar Turun, Apakah Ini Sebuah Penyakit?

Doktersehat-buah-zakar-turun

DokterSehat.Com – Banyak kaum pria tidak begitu baik dalam hal membersihkan daerah intimnya. Hal ini dapat dilihat dari cara mandi pria kebanyakan yang biasanya berlangsung dalam waktu yang cukup singkat.

Dengan kondisi yang nyaris jarang terpapar cahaya maupun udara segar, kondisi area intim pria pun rentan mengalami kelembapan, yang mana dapat memicu adanya pertumbuhan bakteri di area tersebut.

Selain adanya pembiaran akan pertumbuhan bakteri, kaum pria juga banyak yang tidak memperhatikan kondisi alat kelaminnya. Bahkan, bisa dikatakan kebanyakan kaum pria tidak tahu bagaimana bentuk atau kondisi kelamin yang sehat atau tidak.

baca juga: Cara Merawat Buah Zakar Agar Berfungsi Baik dan Sehat

Salah satu bagian yang juga jarang dirawat adalah buah zakar dan kantungnya. Banyak kaum pria yang tidak mengerti bahwa buah zakar juga perlu dicek kadar kesehatannya. Beberapa bagian yang perlu dicek adalah bagian skrotum, inguninal, atau letak dari retraktil.

Selain itu, jumlah buah zakar, kelunakan, kekenyalan, atau kekerasan, hingga munculnya rasa nyeri patut diperhatikan dalam menjaga kesehatan buah zakar.

Penyebab Buah Zakar Turun

Masalah umum yang dialami sebagian besar pria adalah buah zakar turun. Hal ini disebabkan adanya penurunan volume buah zakar yang biasanya berkisar 30 ml untuk keduanya. Buah zakar ini harusnya cukup kenyal seperti bakso namun saat melunak harus dapat terasa seperti kapas.

Perlu diketahui, buah zakar normalnya memang tidak selalu sama tinggi antara sisi kiri dan kanan. Namun, perbedaan ini semestinya tidak terlalu signifikan.

Buah zakar yang turun di salah satu sisi tubuh dan terkadang kembali normal seperti biasa bisa disebabkan oleh berbagai kondisi, salah satunya adalah hernia skrotalis. Penyakit ini terjadi karena mencuatnya usus keluar dari perlekatannya karena dinding perut yang melemah.

Pembesaran buah zakar akibat hernia bisa muncul secara terus menerus atau hilang timbul. Pada  umumnya, pembesaran buah zakar akan teraba lunak. Selain itu, jika pembesaran cukup besar, maka penderita bisa merasakan nyeri, mual, atau muntah.

Jika tidak ditangani dengan tepat, hernia skrotalis bisa meningkatkan suhu sekitar testis sehingga mengganggu proses spermatogenesis (produksi sperma) yang bisa berujung pada kemandulan.

Selain karena hernia, buah zakar yang turun juga bisa disebabkan oleh:

  • Hidrokel.
  • Torsi testis.
  • Tumor.
  • Lipoma.
  • Abses.
  • Epididimitis
  • Varikokel.
  • Limfogranuloma venereum.

Sementara itu, jika benar keluhan disebabkan oleh hernia skrotalis, maka operasi perlu dilakukan untuk menambal dinding perut yang lemah. Operasi ini dilakukan dengan cara memasukkan suatu mesh yang disebut dengan operasi hernioraphy. Namun, jika beda penyebabnya tentu akan berbeda pula penanganannya.

Dampak lanjutannya, jika volume buah zakar ini terus menurun, hal itu dapat menyebabkan radang testis atau yang disebut dengan orchitis yang dapat disebabkan oleh virus ataupun bakteri, buah zakar yang terpelintir, ataupun pembesaran pembuluh darah di alat kelamin.

Oleh karena itu, periksakan langsung keluhan Anda ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh dibantu dengan tes iluminasi atau pemeriksaan USG guna menentukan penanganan yang tepat.

Buah Zakar Turun Apakah Berbahaya?

Kondisi testis besar sebelah sebenarnya merupakan hal yang normal. Pada umumnya, testis sebelah kanan bahkan cenderung lebih besar daripada sebelah kiri. Selain itu, salah satu testis cenderung menggantung lebih rendah pada buah zakar dibandingkan testis satunya.

baca juga: Varises pada Buah Zakar Sebabkan Pria Susah Punya Anak

Guna memastikan apakah buah zakar Anda sehat atau tidak, berikut adalah beberapa cara yang bisa digunakan untuk menilai, di antaranya:

  • Posisikan tubuh dalam posisi berdiri. Raba buah zakar sebelah kanan dengan lembut menggunakan ibu jari dan jari telunjuk. Buah zakar akan terasa seperti telur.
  • Periksa apakah ada benjolan, area lunak, atau nyeri.
  • Raba bagian bawah kantung zajar untuk memeriksa epididimis. Epididimis adalah saluran yang menempel pada testis. Fungsinya untuk menyimpan sperma, menyalurkan sperma keluar dari testis saat ejakulasi dan membantu memberi nutrisi pada testis.
  • Lakukan gerakan ini untuk testis sebelah kiri.

Pemeriksaan buah zakar secara mandiri ini disarankan untuk dilakukan setidaknya satu kali setiap bulan. Hal ini penting dilakukan terutama bagi Anda yang memiliki riwayat tumor testis, testis tidak turun ke sktrotum, atau memiliki keluarga yang pernah menderita kanker testis.