Apakah Cacing Kawat pada Belalang Berbahaya bagi Manusia?

cacing-kawat-doktersehat

DokterSehat.Com – Di beberapa daerah, kita bisa menemukan makanan khas berupa serangga yang disajikan dalam bentuk keripik. Meskipun terlihat mengerikan, banyak yang mengaku jika keripik serangga atau serangga goreng sangatlah nikmat dan renyah untuk dikonsumsi. Namun, belakangan ini pecinta makanan yang berbahan serangga ini agak terganggu dengan adanya video yang menunjukkan jika di dalam beberapa serangga, ada sebuah cacing parasit yang bisa keluar dari tubuh serangga dengan ukuran yang sangat panjang.

Sebuah pertanyaan pun muncul, jika kita mengonsumsi serangga yang sudah terinfeksi oleh cacing kawat yang bernama horsehair worm atau cacing rambut kuda ini, apakah kesehatan kita bisa terganggu?

Cacing rambut kuda sendiri kerap menginfeksi serangga seperti belalang sembah, jangkrik, kecoa, atau bahkan kumbang. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Prancis pada tahun 2005, larva dari cacing bulu kuda bisa masuk ke dalam tubuh belalang melalui air yang diminumnya. Cacing parasit ini bisa hidup dan mengubah inangnya menjadi zombie hidup. Semua bagian tubuh serangga akan dikuasai oleh cacing belalang kecuali kepala dan kakinya.

Baca juga: 5 Penyebab Cacingan pada Anak yang Sering Diabaikan

Saat cacing kawat semakin dewasa, ia akan mengeluarkan protein yang akan bereaksi dengan saraf utama dari serangga sehingga serangga pun akan terhipnotis agar kemudian menceburkan diri ke air. Saat sudah di dalam air inilah cacing belalang keluar dari tubuh serangga dengan ukuran yang sudah sangat panjang, bahkan bisa mencapai 50 sentimeter! Setelahnya, belalang pun mati tenggelam.

Meskipun terlihat mengerikan, pakar kesehatan ternyata menyebutkan jika cacing bulu kuda pada manusia sama sekali tidak berbahaya. Memang, larva dari cacing kawat pada belalang sembah ini bisa saja masuk ke dalam tubuh hewan-hewan berukuran besar, namun, biasanya larva cacing rambut kuda tidak akan membuat masalah kesehatan apapun. Jika ada cerita bahwa cacing ini bisa menginfeksi manusia, cacing tersebut sebenarnya berjenis ­hair-filaria worms yang memang memiliki bentuk mirip.

Dengan adanya fakta ini, pecinta makanan yang berbahan serangga tentu tidak akan khawatir lagi dengan infeksi cacing ini, bukan?

Sementara itu, Anda perlu mengetahui jenis cacing apa saja yang bisa hidup di dalam tubuh manusia, seperti yang akan di jelaskan di bawah ini.

Baca juga: Bahaya Cacingan bagi Anak-Anak dan Dewasa

5 Cacing Parasit yang Bisa Hidup di Tubuh Manusia

Ketika terinfeksi parasit, cacing pipih dan cacing gelang adalah penyebab yang mungkin. Kedua jenis cacing parasit ini dapat ditemukan di berbagai habitat dan tidak selalu terlihat oleh mata telanjang.

1. Cacing pita

Anda bisa terinfeksi cacing pita dengan meminum air yang terkontaminasi telur cacing pita atau larva. Daging mentah atau setengah matang adalah cara lain cacing pipih ini dapat menemukan jalan mereka memasuki tubuh manusia.

Cacing pita menanamkan kepala mereka ke dinding usus dan tetap di sana. Dari sana, cacing pita jenis tertentu dapat menghasilkan telur yang bermigrasi ke bagian tubuh yang lain.

Seekor cacing pita terlihat seperti pita putih panjang. Cacing ini bisa tumbuh dengan panjang hingga 50 kaki dan hidup di tubuh manusia hingga 30 tahun.

2. Flukes 

Kemungkinan orang-orang cenderung lebih kecil terinfeksi cacing berbentik pipih atau seperti daun. Selada air mentah dan tanaman air tawar lainnya adalah sumber utama cacing pada manusia. Anda juga bisa terinfeksi ketika meminum air yang terkontaminasi.

Cacing pipih membuat rumah di usus manusia, darah, atau jaringan. Ada banyak jenis cacing, namun tidak ada yang mencapai lebih dari beberapa inci panjangnya.

3. Cacing tambang

Cacing tambang ditularkan melalui feses dan tanah yang terinfeksi. Cara yang paling umum untuk melakukan kontak dengan cacing gelang ini adalah berjalan tanpa alas kaki di tanah yang dipenuhi larva cacing tambang, yang dapat menembus kulit.

Cacing tambang hidup di usus kecil, di mana mereka menempelkan diri ke dinding usus dengan “kail”. Biasanya panjangnya kurang dari setengah inci.

4. Cacing kremi

Cacing kremi kecil atau pinworms (Threadworms), cacing yang tidak berbahaya, tetapi mereka cukup umum pada anak-anak. Cacing kremi  hidup di usus besar dan rektum. Betina bertelur di sekitar anus, biasanya pada malam hari.

Baca juga: Ciri-Ciri Bayi Cacingan dan Pencegahannya

Telur dapat bertahan hidup di tempat tidur, pakaian, dan bahan lainnya. Orang terinfeksi ketika mereka menyentuh telur dan akhirnya memasukkannya ke mulut mereka. Telur sangat kecil sehingga Anda bahkan bisa menghirupnya jika menjadi udara. Mereka mudah dilewatkan di antara anak-anak dan pengasuh atau di institusi.

5. Cacing trikinosis

Cacing trikinosis biasanya jarang memasuki tubuh hewan. Cara paling umum cacing trikinosis memasuki tubuh manusia adalah dengan makan daging setengah matang yang mengandung larva. Larva matang di usus Anda. Ketika mereka bereproduksi, larva tersebut dapat melakukan perjalanan di luar usus ke otot dan jaringan.

Nah, itu dia lima cacing yang bisa bersarang di tubuh kalian. Jadi, kebersihan tetap hal yang paling penting agar terhindar dari beberapa cacing tersebut ya, Teman Sehat!