Terbit: 3 Februari 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Beberapa pasangan yang enggan mengikuti program keluarga berencana biasanya tidak menggunakan alat kontrasepsi saat berhubungan badan. Mereka akan mencari waktu yang tepat untuk berhubungan badan tanpa kontrasepsi dan tidak menyebabkan kehamilan. Nah, salah satu waktu yang sering digunakan adalah saat wanita mengalami menstruasi.

Apakah Berhubungan Badan saat Menstruasi Bisa Cegah Kehamilan?

Nah, benarkah berhubungan badan saat menstruasi bisa mencegah kehamilan? Tidakkah ada dampak buruk dari hubungan badan saat wanita sedang haid?

Perihal menstruasi dan masa subur
Masa subur pada wanita terjadi pada selang waktu 12-16 hari sebelum hari pertama menstruasi berikutnya. Menstruasi biasanya terjadi selama 2-8 hari tergantung dengan kesehatan wanita saat sedang menstruasi. Selanjutnya, menstruasi kadang berjalan tepat waktu dan kadang telat sehingga beberapa wanita jadi bingung saat menghitung masa suburnya.

Saat masa subur, tubuh akan menghasilkan sel telur lalu dilepaskan ke buluh rahim. Sel telur akan ada di sana selama 24 jam dan akhirnya mati. Sel telur yang mati akan dikeluarkan saat menstruasi.

Berhubungan badan saat menstruasi
Kembali pada pembahasan awal, apakah berhubungan badan saat menstruasi bisa mencegah kehamilan? Jawabannya bisa ya dan tidak. Kalau menstruasi berjalan dengan normal dan selalu tepat waktu, mungkin kehamilan bisa saja dihindari. Namun, kalau menstruasinya tidak berjalan dengan lancar, kemungkinan terjadi kehamilan masih bisa terjadi.

Beberapa wanita kerap mengeluarkan flek atau pendarahan padahal sedang tidak menstruasi. Hal-hal seperti ini akan membuat rancu sehingga bisa saja saat berhubungan badan wanita sedang mengalami masa subur sehingga pembuahan bisa terjadi tanpa disadari.

Selain itu, berhubungan badan saat menstruasi juga tidak dianjurkan oleh beberapa praktisi kesehatan. Saat menstruasi, vagina akan mengeluarkan banyak darah yang kotor. Aktivitas seksual yang dilakukan saat menstruasi justru berpotensi menimbulkan masalah lain seperti infeksi atau penyebaran penyakit menular seksual.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi