Terbit: 1 April 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Bayam dikenal sebagai salah satu sayuran yang paling baik bagi kesehatan tubuh. Sayangnya, menurut pakar kesehatan, ada baiknya kita memperhatikan kandungan pestisida yang ada di dalam sayuran berwarna hijau ini. Hal ini disebabkan oleh banyaknya petani sayur yang ternyata memakai pestisida demi mencegah paparan hama pada sayurannya.

Apakah Bayam yang Kita Olah Sudah Bebas dari Pestisida?

Dikutip dari Best Health Mag, dari 708 sampel bayam non-organic yang dikumpulkan oleh USDA pada tahun 2015 lalu, dihasilkan fakta bahwa 96,6 persen bayam setidaknya memiliki satu jenis pestisida. Sementara itu, 13,6 persen sampel bayam ditemukan setidaknya 10 jenis pestisida. Hal yang hampir sama ditemukan pada sampel selada dimana 81 persen sampel memiliki 1 jenis pestisida dan 1,1 persen memiliki setidaknya 10 jenis pestisida.

Menurut penelitian ini, 71 persen sampel bayam memiliki kandungan permethrin, sejenis pestisida yang dilarang oleh Uni Eropa dan dianggap sebagai karsinogen berskala ringan. USDA sendiri menyebutkan bahwa kandungan permethrin yang rendah pada makanan masih dianggap sebagai hal yang aman.

Yang menjadi masalah adalah, tidak semua sayuran yang kita dapatkan ini memiliki paparan pestisida yang rendah. Cukup banyak sampel bayam yang ternyata memiliki paparan pestisida dengan kadar yang dianggap sudah berbahaya bagi kesehatan.

Melihat adanya fakta ini, pakar kesehatan menyarankan kita untuk memilih bayam organik yang jauh lebih sehat dan aman bagi kesehatan. Tak harus membelinya di tempat bahan makanan organik, kita juga bisa menanamnya sendiri di pekarangan rumah mengingat bayam cukup mudah untuk ditanam.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Kids Baby - Advertisement

Sobat Sehat suka makan bayam tidak? Jika iya, pastikan untuk selalu membersihkan bayam yang akan dikonsumsi dengan air yang mengalir sehingga kandungan pestisidanya hilang.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi