Terbit: 2 April 2018 | Diperbarui: 31 Maret 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Kita tentu kerap mengonsumsi beberapa jenis vitamin untuk mendukung kesehatan tubuh. Namun ternyata, konsumsi beberapa vitamin yang berlebihan justru tidak diperlukan untuk tubuh.

Apa Yang Terjadi Pada Tubuh Jika Konsumsi Vitamin Larut Air Berlebihan?

Vitamin larut air, yaitu vitamin B dan C adalah salah satu jenis vitamin yang cukup mudah kita temukan suplemennya di pasaran. Kita tentu kerap mendengarkan bahwa dosis yang dianjurkan oleh masing-masing jenis produk cukup tinggi.

Misalnya saja vitamin C 500 mg atau vitamin B kompleks dengan dosis di atas kebutuhan harian. Kira-kira, apa yang akan terjadi jika konsumsi keduanya berlebihan?

Beberapa hal yang dapat terjadi jika konsumsi vitamin larut air berlebihan adalah:

    - Iklan -
    Iklan DokterSehat Farmaku PTH - Advertisement

  • Vitamin yang berlebihan dibuang oleh tubuh

  • Menurut dietitian dari Mayo Clinic, Katherine Zeratsky, vitamin C dan B yang berlebihan dalam tubuh tentu akan dibuang. Hal ini disebabkan karena vitamin larut air dikeluarkan melalui urine dimana metabolisme urine atau air dalam tubuh lebih sering daripada metabolisme lemak untuk vitamin larut lemak. Konsumsi yang tidak sesuai dengan kebutuhan tidak akan disimpan oleh tubuh dan tubuh hanya menggunakan dosis yang sesuai kebutuhan saja.

  • Gejala overdose vitamin larut air

  • Baik vitamin C maupun vitamin B, jika dikonsumsi berlebihan, utamanya jika asupannya diperoleh dari suplemen, maka tentu akan menyebabkan dosisnya berlebihan dalam tubuh. Gejela overdose vitamin C antara lain gangguan pada perut dan kepala, sedangkan menurut Livestrong gejala overdose vitamin D adalah sakit kepala dan perubahan warna urine.

Untuk mencegah konsumsi vitamin larut air berlebihan maka kita dianjurkan melengkapi kebutuhannya vitamin B dan C dari bahan makanan sehari-hari, bukan dari suplemen. Caranya tentu saja dengan menerapkan diet sehat dengan pemilihan makanan yang seimbang dan bervariasi.

Nah, jadi tidak perlu berlebihan dalam mengonsumsi vitamin B dan C ya.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi