Apa Yang Terjadi pada Janin Ketika Ibu Menangis?

doktersehat-kehamilan-hamil

DokterSehat.Com– Anda mungkin pernah mendengar bahwa makanan yang dikonsumsi ibu juga dapat dirasakan oleh janin. Namun bagaimana dengan emosi? Bisakah janin ikut merasakan apa yang dirasakan oleh ibunya?

Janin bisa merasakan perasaan ibu

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Association for Psychological Sciences di Amerika Serikat, emosi Anda dapat memengaruhi janin berusia 6 bulan. Bukan hanya itu, kondisi emosi ibu ketika hamil bahkan dapat menjadi karakter utama anak ketika dewasa. Berikut ini dampak dari emosi yang dirasakan ibu beserta dampaknya ke janin, dilansir dari Mom Junction:

1. Stres
Ketika hamil, emosi ibu menjadi lebih sensitif sehingga ibu lebih mudah menangis atau bersedih. Stres merupakan salah satu emosi yang sering dialami oleh ibu hamil. Ketika ibu mengalami stres, badan akan menghasilkan hormon stres dan hormon ini juga akan mengalir masuk pada janin melalui plasenta. Jika bayi cukup sering terpapar hormon stres, maka hal ini dapat membuat bayi rentan stres.

2. Depresi
Dalam sebuah studi disebutkan bahwa bayi yang dilahirkan dari ibu yang depresi cenderung mengalami depresi juga pada usia remajanya. Depresi yang dialami ibu setelah melahirkan juga berpengaruh pada perkembangan bayi.

3. Jika ibu tidak ada ikatan kuat dengan janin
Pada beberapa perempuan, kadang kehamilan bukan sesuatu yang sedang diharapkan. Kondisi ini kadang menyebabkan ibu menolak kehadiran si kecil sejak dalam kandungan sehingga tidak ada ikatan batin dengan anak. Menurut penelitian, situasi seperti ini juga akan menyebabkan anak mengalami gangguan emosional ketika dewasa.

Jika ibu mengalami satu atau lebih dua kondisi di atas, sebaiknya konsultasikan dengan psikolog agar dapat segera ditangani. Lakukan relaksasi dan berbagai aktivitas yang dapat membuat Anda tenang dan bahagia.