Apa yang Harus Dilakukan saat Kehamilan Melewati HPL?

doktersehat-Plasenta-Previa-hamil
Photo Credit: Praveen Kumar

DokterSehat.Com– Semakin mendekati hari perkiraan lahir (HPL), Anda tentu menantikan tanda-tanda kontraksi dari bayi dalam kandungan. Pada beberapa kasus, banyak ibu hamil yang belum merasakan tanda-tanda kelahiran meskipun sudah melebihi tanggal perkiraan lahir.

Kehamilan yang melebihi hari perkiraan lahir disebut dengan istilah postterm atau prolonged pregnancy. Umumnya kehamilan cukup bulan berlangsung sekitar 38-41 minggu. Sedangkan kehamilan lewat bulan biasanya berlangsung di atas 42 minggu. Angka kehamilan lewat bulan cukup sedikit, sekitar 2-12 persen dari setiap kehamilan.

Ada beberapa penyebab mengapa tanggal kelahiran Anda mundur dari hari perkiraan lahir. Dilansir dari laman Mayo Clinic, kondisi ini disebabkan salah satunya adalah karena salah menghitung periode kehamilan. Selain itu jika ini adalah kehamilan pertama dan Anda mengandung bayi laki-laki, Anda mungkin akan mengalami kondisi kehamilan lewat bulan.

Bila kehamilan sudah memasuki 42 minggu dan belum ada tanda-tanda persalinan, sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter. Dokter akan memeriksa kondisi plasenta, kesehatan janin dan jumlah air ketuban, serta detak jantung bayi.

Apabila perlu segera dilahirkan, dokter akan merekomendasikan metode persalinan yang akan dilakukan. Jika akan melakukan persalinan normal, umumnya dokter akan melakukan induksi dengan obat-obatan atau cara tertentu. Jika induksi gagal atau mengalami kondisi gawat janin dan ukuran bayi terlalu besar maka dokter akan segera merekomendasikan persalinan dengan operasi caesar.

Beberapa risiko jika bayi tidak segera dilahirkan karena kehamilan lewat bulan antara lain bayi dapat mengalami bahu yang menempel di belakang tulang panggul saat melahirkan atau distosia bahu. Kemudian bayi juga dapat mengalami sindrim postmaturitas yang ditandai dengan menurunnya lemak di bawah kulit, kurangnya lapisan lemak pada bayi dan menipisnya cairan ketuban dalam perut.

Untuk itu sebaiknya setiap ibu hamil menyiapkan diri untuk menghadapi proses persalinan jika usia kehamilan sudah memasuki trimester ketiga. Selain persiapan fisik dan mental, ibu hamil juga perlu memeriksakan diri secara rutin ke dokter kandungan untuk memantau kondisi janin.

Semoga kehamilan Anda selalu lancar ya Mom!