Terbit: 22 April 2020
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Prurigo atau darah manis adalah penyakit yang kerap ditujukan pada anak yang mudah mengalami bentol-bentol atau koreng jika digigit serangga. Biasanya, bentol-bentol bekas digigit serangga ini tidak mudah untuk sembuh sehingga akhirnya membekas dalam waktu yang cukup lama. Ketahui penyebab hingga pengobatannya!

Penyakit Darah Manis: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatan, dll

Apa Itu Darah Manis?

Prurigo atau darah manis adalah kondisi kulit berupa bintik-bintik yang sangat gatal. Penyebutan istilah penyakit ini dapat digunakan ketika penyebabnya tidak diketahui yang ditandai dengan benjolan kecil dan gatal.

Benjolan kecil atau bintil-bintil akibat penyakit darah manis biasanya terasa sangat gatal dan menyebar secara simetris pada kulit. Benjolan kecil ini stabil atau bisa bertambah jumlahnya. Tetapi, kadang-kadang ada beberapa benjolan yang melepuh.

Ruam lebih sering terjadi pada permukaan luar tungkai dan bokong tetapi bisa juga terjadi di bagian tubuh lainnya. Beberapa area seperti wajah, telapak tangan, dan telapak kaki biasanya tidak terpengaruh.

Penyebab Darah Manis

Belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan penyakit prurigo. Beberapa kemungkinan yang menjadi penyebab darah manis, yaitu:

1. Gigitan serangga

Prurigo atau darah manis dapat disebabkan setelah mendapat gigitan serangga pada beberapa orang. Kondisi ini menyebabkan bintil-bintil atau benjolan kecil yang terasa sangat gatal.

2. Kehamilan dan menopause

Ketidakseimbangan hormon yang dialami oleh perempuan yang sedang hamil atau memasuki masa menopause dapat menjadi penyebab munculnya prurigo, dimana jika timbul pada wanita hamil dalam bahasa medis disebut dengan prurigo gestasional. Pada perempuan hamil, prurigo umumnya menghilang setelah persalinan.

3. Stres

Orang yang sedang mengalami stres, kemungkinan lebih cenderung menggaruk kulit yang gatal. Ketika stres, secara tidak sadar membuatnya sering menggaruk dan ini membuat kondisi lebih buruk.

4. Penyakit tertentu

Seperti dilansir Skinsupport, sekitar 80% dari penderita darah manis adalah atopik atau tidak diketahui penyebabnya. Di sisi lain, terdapat kecenderungan penderita juga mengalami kondisi gangguan kesehatan seperti reaksi hipersensitivitas alergi tertentu, asma, eksim atau demam, dermatitis, dan yang lainnya. 

Gejala Darah Manis

Tanda dan gejala darah manis dapat diamati pada kondisi kulit. Berikut ini beberapa ciri-ciri yang bisa dikenali:

  1. Gejala utama adalah  terbentuknya benjolan yang keras dan sangat gatal (nodul) pada kulit.
  2. Benjolan  biasanya memiliki ukuran dari yang sangat kecil hingga sekitar setengah inci.
  3. Benjolan l biasanya memiliki bagian atas yang kasar dan kering. Kemunculan benjolan  berkisar dari beberapa hingga ratusan.
  4. Benjolan  paling sering muncul di lengan luar, bahu, dan kaki. Benjolan  juga bisa muncul di leher dan tubuh. Sementara kemunculan benjolan  di wajah dan telapak tangan tergolong jarang.
  5. Benjolan  mungkin tampak lebih terang atau lebih gelap warnanya daripada kulit di sekitarnya. Jaringan parut dapat terjadi setelah benjolan  mulai sembuh.

Ciri-ciri darah manis dapat menyerang orang dengan usia berapa pun tetapi paling sering pada orang dewasa antara usia 20-60 tahun. Penderitanya mungkin sangat mengkhawatirkan penampilannya karena nodul, dan kulit yang terasa sangat gatal dapat mengganggu tidur atau aktivitas sehari-hari. Seperti disebutkan sebelumnya, penyakit ini bisa menyebabkan penderitanya mengalami stres dan depresi.

Diagnosis Darah Manis

Kondisi medis ini perlu diwaspadai jika kulit terasa sangat gatal dan kemunculan nodul pada kulit.

Dalam beberapa kasus, dokter mungkin merujuk untuk melakukan biopsi kulit guna mencari ciri-ciri darah manis seperti saraf yang menebal di kulit.

Setelah diagnosis dipastikan, tes lain seperti tes darah dan tes fungsi hati dan ginjal mungkin direkomendasikan untuk menghilangkan penyebabnya.

Pengobatan Darah Manis

Penyakit ini sulit untuk diobati sebab penderita penyakit ini dapat merespons pengobatan secara berbeda. Meskipun demikian, penderitanya dapat mencoba beberapa perawatan yang berbeda tanpa menerima banyak bantuan.

Beberapa orang mungkin mencoba semua perawatan dan pengobatan  yang tersedia tanpa menerima bantuan lengkap. Sementara bagi kebanyakan orang, kombinasi dari beberapa perawatan mungkin perlu dicoba untuk mencari tahu pengobatan yang terbaik.

Perawatan yang paling sering digunakan untuk mengobati darah manis, di antaranya:

  1. Krim kortikosteroid topikal yang dioleskan tipis-tipis  pada bintil-bintil dan ditutup dengan perban khusus yang kedap udara dan kedap air
  2. Suntikan kortikosteroid ke dalam nodul
  3. Salep dengan mentol atau fenol untuk mendinginkan dan menenangkan kulit gatal
  4. Krim capsaicin
  5. Kortikosteroid oral
  6. Antihistamin oral
  7. Selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs)

Jika perawatan tersebut tidak efektif, pengobatan lainnya dapat digunakan, seperti cryotherapy, yang menggunakan suhu sangat dingin untuk mengurangi ukuran bintil, atau terapi laser.

Pada beberapa orang telah menggunakan fotokemoterapi, yang menggabungkan obat untuk meningkatkan sensitivitas kulit terhadap sinar ultraviolet (UV) dengan terapi cahaya khusus. Dalam beberapa kasus, imunosupresan digunakan untuk mengobati darah manis. Jika lesi atau luka akibat bintil terinfeksi, antibiotik atau salep antibiotik dapat diresepkan.

Selain pengobatan ini, pantangan darah manis untuk tidak terlalu sering menggaruk kulit yang terasa gatal. Cara ini akan membantu memperlambat atau menghentikan siklus gatal dan goresan. Mungkin Anda bisa memakai sarung tangan saat tidur untuk mengurangi garukan.

 

  1. Anonim. Prurigo nodularis. https://rarediseases.info.nih.gov/diseases/7480/prurigo-nodularis (Diakses 22 Agustus 2019)
  2. Anonim. 2004. Nodular prurigo. http://skinsupport.org.uk/conditions-details/nodular-prurigo (Diakses 22 Agustus 2019)
  3. Anonim. Prurigo. https://www.medicaljoyworks.com/explain-medicine/catalog/Dermatology/Prurigo (Diakses 22 Agustus 2019)
  4. Nodular Prurigo. http://www.bad.org.uk/shared/get-file.ashx?id=110&itemtype=document.%20Accessed%206/9/2018. (Diakses 22 Agustus 2019)
  5. Oakley, Prof. Amanda. 2009. Prurigo. https://www.dermnetnz.org/topics/prurigo/ (Diakses 22 Agustus 2019)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi