Terbit: 10 Mei 2018 | Diperbarui: 11 Mei 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Imunisasi adalah merupakan cara untuk mencegah penyakit menular yang dapat berdampak serius pada anak. Imunisasi dilakukan dengan memasukkan virus yang sudah dilemahkan ke dalam tubuh sehingga dapat membentuk sistem kekebalan.

Mengenal Vaksin Kombinasi untuk Anak-Anak

Menurut rekomendasi IDAI, anak yang berusia 0 bulan hingga 5 tahun harus menjalani imunisasi sebanyak 13 kali dengan jadwal terpisah. Namun dengan adanya vaksin kombinasi atau vaksin combo, anak-anak tidak perlu melakukan vaksinasi sebanyak itu. Apa yang dimaksud dengan vaksin combo?

Apa itu vaksin kombinasi?

Vaksin kombinasi adalah vaksin kombo adalah vaksin yang mengandung sejumlah antigen penyakit yang diberikan dalam satu suntikan. Vaksin kombinasi adalah kombinasi vaksin difteri, pertusis dan tetanus yang dikenal dengan vaksin DPT.

Setelah itu, muncul vaksin kombinasi campak, mumps dan rubella yang dikenal dengan vaksin MMR dan selanjutnya kombinasi DPT dengan vaksin hepatitis B atau dengan vaksin Haemopholius influenzae tipe b (Hib).

Kelebihan dan kekurangan memberikan vaksin kombinasi

Dengan memberikan vaksin kombinasi, anak mendapat jumlah suntikan yang lebih sedikit, sehingga dapat mengurangi efek samping dari vaksin yang diberikan. Bagi anak, menghadapi jarum suntik kadang dapat menyebabkan trauma. Memberikan vaksin kombo dapat mengurangi trauma pada anak-anak.

Selain itu, memberikan vaksin kombinasi juga hanya membutuhkan waktu singkat saat pelaksanaannya. Anda juga dapat menghemat frekuensi kunjungan ke fasilitas kesehatan untuk melakukan imunisasi.

Namun bagi Anda yang ingin memberikan vaksin kombinasi mungkin perlu merogoh kocek lebih dalam, mengingat beberapa harga vaksin kombinasi lebih mahal dari vaksin biasa.

Selalu konsultasikan dengan dokter Anda mengenai jadwal dan pilihan vaksin yang tersedia, serta efek samping setelah menjalani efek imunisasi seperti demam, bengkak dan efek lainnya.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi