Apa Itu Positive Parenting?

piknik-keluarga-doktersehat
Photo Credit: Daisy Wilkinson

DokterSehat.Com– Pola asuh anak dapat berpengaruh pada karakter anak saat dewasa. Salah satu pola asuh yang diasarankan oleh para ahli untuk membentuk karakter positif pada anak adalah positive parenting.

Photo Credit: Daisy Wilkinson

Apa itu positive parenting?

Dilansir dari laman Mother and Baby, gerakan positive parenting berawal dari penelitian psikolog Austria, Alfred Adler, yang menyebutkan bahwa anak butuh untuk mendapat dukungan dari sekitarnya, dan ketika hal itu tidak dia dapatkan, maka anak-anak akan cenderung bertindak buruk.

Dari penelitian tersebut, seorang konselor asal Amerika, Dr Jane Nelsen menciptakan pengasuhan yang disebut positive discipline dimana anak yang berbuat kesalahan harus direspon dengan baik agar anak memiliki rasa hormat dan menggunakan kemampuan mereka dengan cara konstruktif.

Inti dari positive parenting

Positive parenting merupakan salah satu pola pengasuhan yang dilakukan orang tua dengan cara yang suportif, konstruktif dan membangun bagi anak. Beberapa inti dari positive parenting, antara lain:

1. Tetapkan aturan dasar yang jelas dan saling menghormati
Salah satu inti dari positive parenting adalah menanamkan rasa hormat antara orang tua dan anak. Ketika membuat peraturan, orang tua juga perlu memerhatikan kebutuhan anak, demikian juga bahwa anak perlu menghargai aturan tersebut sebagai bagian dari aturan dalam keluarga. Beberapa aturan tesebut misalnya waktu tidur malam adalah pukul 9 malam, ucapkan ‘tolong’ dan ‘terima kasih’ saat dibutuhkan.

2. Cari tahu perasaan anak
Perlu bagi orang tua untuk mengetahui perasaan anak meskipun anak kadang tidak mengatakannya. Misalnya ketika anak berperilaku buruk, atau sedih, Anda bisa menemani anak dengan memberinya pelukan atau mengajaknya bicara.

3. Fokus pada solusi
Ketika anak menghadapi masa sulit atau merasa kesal karena situasi tertentu, dampingi anak dan coba tenangkan perasaannya. Ajari anak untuk tidak memukul orang lain ketika kesal atau tidak mengambil mainan anak yang telah menyakitinya. Latih anak untuk mengungkapkan perasaannya dengan kata-kata, sehingga ia bisa menegur temannya dan bernegosiasi pada situasi yang terjadi.

4. Beri rangsangan yang baik
Anak yang baik dapat terbentuk dari lingkungan yang baik. Selalu berikan rangsangan untuk membentuk karakter positif anak dengan menciptakan lingkungan yang suportif. Selalu beri pujian pada anak ketika ia berhasil dan beri dukungan pada anak ketika ia menghadapi kegagalan.