Terbit: 7 Desember 2020
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Legionnaire adalah penyakit pernapasan yang merupakan jenis pneumonia. Seberapa bahayakah penyakit ini? Ketahui lebih lanjut mengenai Legionnaire mulai dari gejala, penyebab, hingga pengobatan dan pencegahannya.

Penyakit Legionnaire: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dan Pencegahan

Apa Itu Penyakit Legionnaire?

Penyakit Legionnaire (Leggionaire’s disease) adalah gangguan medis ketika paru-paru mengalami peradangan akibat adanya infeksi bakteri. Legionnaire sebenarnya merupakan jenis pneumonia yang sudah sampai ke tahap yang lebih parah. Penyakit ini terjadi karena adanya infeksi bakteri bernama legionella pneumophila.

Penyakit ini pertama kali teridentifikasi pada tahun 1977 silam. Enam bulan sebelumnya, sebanyak 29 orang tentara  (legion) tewas akibat wabah misterius saat menghadiri pertemuan di sebuah hotel di Philadelphia, Amerika Serikat (itu sebabnya penyakit diberi nama legionnaire). Penyakit ini menyebar melalui tetesan air (droplet) yang membawa bakteri penyebabnya.

Ciri dan Gejala Penyakit Legionnaire

Penyakit Legionnaire biasanya mulai menunjukkan gejala dala kurun waktu 2 hingga 10 hari setelah penderitanya terpapar bakteri penyebab yakni legionella pneumophila. Pada awalnya, gejala yang muncul meliputi:

  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Demam 40 derajat celcius atau bahkan lebih tinggi

Pada hari kedua atau ketiga, penderita akan merasakan sejumlah gejala lainnya yang terdiri dari:

  • Batuk yang mungkin mengeluarkan lendir dan terkadang darah
  • Sesak napas
  • Nyeri dada
  • Gejala gastrointestinal (seperti mual, muntah, dan diare)
  • Kebingungan atau perubahan mental lainnya

Meskipun penyakit ini utamanya menyerang paru-paru, pada beberapa kasus infeksinya juga terjadi pada organ tubuh lainnya, termasuk jantung.

Sementara itu, bentuk ringan dari penyakit ini—dikenal sebagai demam Pontiac— memiliki ciri-ciri yaitu timbulnya gejala berupa:

  • Demam
  • Menggigil
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot

Demam Pontiac tidak menginfeksi paru-paru Anda, dan gejalanya pun akan hilang dalam waktu dua hingga lima hari ke depan.

Kapan Harus Periksa ke Dokter?

Segera temui dokter Anda jika mengalami gejala-gejala yang mengarah pada penyakit ini. Mendiagnosis dan mengobati penyakit sesegera mungkin— terutama untuk orang yang berisiko tinggi seperti perokok atau orang dewasa yang lebih tua—dapat membantu mempersingkat masa pemulihan dan mencegah kondisi bertambah buruk hingga menyebabkan komplikasi serius.

Penyebab Penyakit Legionnaire

Penyebab penyakit Legionnaire adalah infeksi bakteri legionella pneumophila. Lantas, apa yang menyebabkan bakteri ini bisa sampai masuk ke dalam tubuh dan menginfeksi paru-paru kita?

Pertama-tama, Anda harus tahu di mana saja biasanya bakteri ini hidup. Legionella pneumophila biasanya hidup di lingkungan air tawar, termasuk danau, sungai, dan sungai. Namun, mayoritas kasus infeksi justru berasal sistem perairan yang ada di gedung maupun rumah.

Bakteri Legionella masuk ke dalam tubuh ketika Anda menghirup tetesan air (droplet) yang beterbangan di udara. Bakteri ini sangat kecil sehingga dapat ‘menumpang’ pada droplet yang biasanya berupa kabut dan uap air tersebut.

Meskipun penyakit ini mungkin tertular dari pipa rumah, sebagian besar kasus terjadi di gedung-gedung besar, mungkin karena sistem yang rumit memungkinkan bakteri tumbuh dan menyebar dengan lebih mudah.

Ada sejumlah medium yang menjadi “jalan” bagi bakteri Legionella untuk dapat tumbuh dan menyebar, yaitu:

  • Pancuran
  • Keran wastafel
  • Menara pendingin
  • Bak air panas
  • Air mancur dekoratif atau fitur air
  • Tangki air panas atau pemanas
  • Sistem perpipaan besar

Selain dengan menghirup tetesan air, penularan dapat dilakukan dengan cara lain, antara lain:

  • Ini terjadi ketika cairan tidak sengaja masuk ke paru-paru, biasanya ketika batuk atau tersedak saat minum. Jika Anda menyedot air yang mengandung bakteri legionella, maka kesempatan untuk terjadinya infeksi terbuka.
  • Beberapa orang telah tertular penyakit ini setelah bekerja di kebun atau terpapar tanah yang terkontaminasi.

Faktor Risiko Penyakit Legionnaire

Tidak semua orang yang terpapar bakteri ini menjadi sakit. Ada sejumlah faktor yang dapat membuat seseorang menjadi sangat rentan untuk mengalami penyakit ini, yaitu:

  • Merokok. Merokok merusak paru-paru, membuat Anda lebih rentan terhadap semua jenis infeksi paru-paru, termasku Legionnaire.
  • Memiliki sistem kekebalan yang lemah. Lemahnya sistem kekebalan tubuh membuat seseorang lebih rentan untuk terserang infeksi.
  • Memiliki penyakit paru-paru kronis atau kondisi serius lainnya. Penyakit yang dimaksud termasuk emfisema, diabetes, gangguan fungsi ginjal.
  • Usia. Penyakit ini lebih rentan terjadi pada mereka yang berusia 50 tahun ke atas.

Diagnosis Penyakit Legionnaire

Untuk mendiagnosis penyakit ini, dokter akan melakukan pemeriksaan yang terbagi ke dalam 3 (tiga) tahap, yaitu:

  • Anamnesis
  • Pemeriksaan fisik
  • Pemeriksaan penunjang

1. Anamnesis

Pertama-tama, dokter akan terlebih dahulu menanyakan kepada pasien seputar keluhan yang sedang pasien alami. Ini juga termasuk pertanyaan-pertanyaan seputar riwayat medis pasien.

  • Apa saja gejala yang muncul?
  • Sudah berapa lama gejala muncul?
  • Apakah pernah mengalami kondisi ini sebelumnya?
  • Apakah memiliki riwayat penyakit infeksi paru-paru?

2. Pemeriksaan Penunjang

Untuk lebih memastikan kondisi, dokter juga akan melakukan sejumlah tes. Tes tersebut meliputi:

  • Tes urine untuk mendeteksi antigen, yakni protein khusus yang diproduksi oleh sistem kekebalan untuk melawan bakteri.
  • Pemeriksaan darah.
  • Pemindaian (X-ray) untuk memeriksa keadaan ginjal dan paru-paru.

Selain itu, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan pungsi lumbal untuk mencari tahu apakah infeksi sudah sampai menyebar ke otak atau belum.

Pengobatan Penyakit Legionnaire

Mengingat penyakit ini terjadi karena adanya infeksi bakteri, maka pemberian obat antibiotik—biasanya dari golongan antibiotik makrolid, tetracyclines, fluoroquinolone—menjadi yang metode pengobatan yang paling utama. Obat bisa dalam bentuk tablet minum (oral) atau cairan suntik (IV). Penggunaan obat umumnya selama 10-14 hari.

Perlu diperhatikan, mengonsumsi obat antibiotik untuk menyembuhkan penyakit Legionnaire bisa menimbulkan efek samping berupa:

  • Mual
  • Kepala pusing
  • Sakit kepala
  • Hilang nafsu makan
  • Nyeri dada

Sementara apabila infeksi yang terjadi sudah terlalu parah sehingga pasien mengalami kesulitan bernapas, prosedur rawat inap mungkin diperlukan.

Komplikasi Penyakit Legionnaire

Penyakit Legionnaire dapat menyebabkan sejumlah komplikasi yang mengancam jiwa jika tidak tertangani dengan baik. Komplikasi meliputi:

  • Gagal napas. Ini terjadi ketika paru-paru tidak dapat menyediakan oksigen yang cukup bagi tubuh atau tidak dapat mengeluarkan cukup karbon dioksida dari darah.
  • Syok septik. Hal ini terjadi ketika penurunan tekanan darah yang parah dan tiba-tiba mengurangi aliran darah ke organ vital, terutama ke ginjal dan otak. Jantung mencoba mengimbangi dengan meningkatkan volume darah yang dipompa, tetapi beban kerja ekstra akhirnya melemahkan jantung dan mengurangi aliran darah lebih jauh.
  • Gagal ginjal akut. Ini adalah hilangnya kemampuan ginjal secara tiba-tiba untuk menyaring limbah yang berasal dari darah. Ketika ginjal mengalami gagal fungsi, tingkat cairan dan limbah yang berbahaya akan mengalami penumpukan.

Pencegahan Penyakit Legionnaire

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) memberikan panduan perihal cara mencegah—atau setidaknya meminimalisir risiko—munculnya wabah penyakit Legionnaire. Menurut CDC, kunci untuk mencegah penyakit ini adalah memastikan bahwa sistem pengelolaan air pada bangunan berjalan dengan baik, termasuk untuk urusan perawatannya yang harus memiliki standar tinggi.

Ini berlaku untuk:

  • Bak air panas
  • Tangki air panas dan pemanas
  • Sistem perpipaan besar
  • Menara pendingin (struktur yang berisi air dan kipas sebagai bagian dari sistem pendingin udara terpusat untuk proses bangunan atau industri)
  • Air mancur dekoratif

Selain itu, perlu diperhatikan juga bahwasanya bakteri Legionella sangat ‘senang’ berada di dalam air yang bersuhu hangat, seperti suhu air pada bak air panas. Oleh sebab itu, sebaiknya rutin untuk memeriksa dan membersihkan bak mandi—bila perlu semprotkan cairan disinfektan—secara berkala guna mencegah bakteri tumbuh dan berkembang.

 

  1. Anonim. Legionnaires’ Disease. https://www.webmd.com/lung/what-is-legionnaires-disease (accessed on 7 December 2020)
  2. Anonim. Legionnaires’ Disease. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/legionnaires-disease/symptoms-causes/syc-20351747 (accessed on 7 December 2020)
  3. Anonim. Legionella (Legionnaires’ disease and pontiac fever). https://www.cdc.gov/legionella/about/prevention.html (accessed on 7 December 2020)
  4. Brazier, Y. 2017. Legionnaires’ disease: What you need to know. https://www.medicalnewstoday.com/articles/18413 (accessed on 7 December 2020)


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi