Inilah Prosedur dan Risiko Operasi Lasik yang Harus Anda Tahu

Doktersehat-operasi-lasik

DokterSehat.Com – Salah satu langkah yang bisa dilakukan saat menurunnya penglihatan adalah menggunakan kacamata. Namun, seiring pesatnya perkembangan teknologi terdapat sebuah teknologi yang bisa membuat penglihatan Anda kembali normal yaitu dengan operasi laik. Apa itu operasi lasik?

Operasi lasik adalah sebuah prosedur medis yang ditujukan untuk menangani beberapa gangguan penglihatan, seperti rabun dekat (hiperopia), rabun jauh (miopia), dan astigmatisme. Dengan operasi lasik, Anda bisa mengurangi pemakaian kacamata dan lensa kontak atau bahkan terbebas dari keduanya.

baca juga: Mengenali Gejala Munculnya Mata Katarak

Selain itu, lasik mata adalah suatu prosedur yang paling umum digunakan dalam bedah refraktif. Bedah refraktif itu sendiri merupakan prosedur yang dilakukan untuk mengubah bentuk jaringan transparan berbentuk kubah (kornea) pada lapisan terluar mata.

Saat melakukan lasik mata, dokter spesialis mata menggunakan laser untuk membentuk ulang kornea dan memperbaiki fokus cahaya yang masuk ke mata menuju retina–sehingga menghasilkan penglihatan yang lebih baik. Dengan operasi lasik, hal ini dapat mengurangi ketergantungan orang pada penggunaan kacamata atau lensa kontak.

Perlu diketahui, agar Anda mendapatkan penglihatan yang jelas, mata dan lensa harus bisa membengkokkan sinar dengan baik sehingga gambar akan terlihat jelas pada retina. Jika tidak bisa, maka penglihatannya akan menjadi kabur.

Kaburnya penglihatan ini disebut dengan gangguan bias. Gangguan ini disebabkan oleh perbedaan antara bentuk kornea dengan panjang mata.

Prosedur Operasi Lasik

Operasi lasik menggunakan sinar laser ultraviolet untuk menghilangkan jaringan kornea mata dan membentuk kornea baru sehingga cahaya bisa fokus dengan jelas pada retina. Operasi lasik bisa menyebabkan kornea mata menjadi tipis.

Operasi lasik biasanya hanya membutuhkan waktu sekitar 10 sampai 15 menit saja. Bius yang digunakan hanyalah sejenis tetes mata yang membuat permukaan mata menjadi mati rasa.

Operasi lasik dilakukan dengan pasien dalam keadaan sadar, hanya saja pasien di beri obat supaya nyaman dan tidak tegang. Lasik bisa dilakukan untuk satu mata atau dua mata sekaligus dalam satu sesi operasi. Ketika sedang operasi, pisau atau biasa disebut mikrokeratome digunakan untuk memotong jaringan mata yang mengganggu di lapisan luar bola mata.

Setelah pembentukan selesai, kelopak kemudian diamankan dan tidak memerlukan jahitan karena kornea akan menahan kelopak di tempatnya. Perban akan diletakkan di luar kelopak untuk melindungi mata dari gosokkan tangan atau tekanan sampai kondisinya benar-benar sehat kembali.

Risiko Operasi Lasik

Banyak orang yang telah berhasil melakukan operasi lasik, akan tetapi banyak juga orang yang tidak dapat melakukan operasi lasik. Mereka yang tidak bisa melakukan operasi lasik biasanya karena faktor usia (dibawah 18 tahun), memiliki penyakit tertentu, sedang hamil atau menyusui hingga kondisi mata yang tidak stabil.

Sama seperti prosedur medis lainnya, operasi lasik juga memiliki sejumlah risiko, di antaranya:

  • Lipatan kornea bermasalah

Komplikasi seperti infeksi atau penyembuhan jaringan kornea yang tidak sempurna bisa saja terjadi setelah pembedahan untuk membuat lipatan kornea.

  • Mata kering

Operasi lasik bisa mengurangi produksi air mata untuk sementara. Kondisi ini biasanya terjadi selama enam bulan setelah operasi lasik.

  • Sensitif terhadap cahaya

Anda bisa merasa silau atau melihat lingkaran cahaya ketika berada di sekitar lampu atau sumber cahaya.

baca juga: 7 Hal Penting yang Harus Kamu Ketahui Sebelum Menggunakan Kacamata Anti Radias

  • Astigmatisme

Kondisi ini dapat terjadi ketika pengikisan jaringan tidak merata. Anda mungkin membutuhkan kacamata, lensa kontak, atau operasi tambahan untuk mengatasinya.

  • Overcorrections

Kondisi ini terjadi ketika laser mengikis terlalu banyak jaringan pada mata.

  • Undercorrections

Kondisi ini terjadi ketika laser mengikis terlalu sedikit jaringan pada mata.