Terbit: 27 Januari 2020
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: dr. Antonius Hapindra Kasim


Sakit kepala sinus adalah kondisi yang terjadi ketika bagian sinus yang terletak di belakang mata, hidung, pipi, dan dahi tersumbat. Sakit kepala dapat terjadi di salah satu atau kedua sisi kepala. Rasa sakit atau tekanan juga terasa di mana saja di area sinus.

sakit-kepala-sinus-doktersehat

Sakit kepala karena sinus dapat terjadi karena alergi atau infeksi. Kondisi ini membuat mukosa yang melapisi dinding sinus mengalami pembengkakan, memproduksi lebih banyak mucus atau lendir, dan menyumbat saluran sinus. Akibatnya menimbulkan peradangan dan peningkatan tekanan di dalam rongga sinus  sehingga menyebabkan rasa nyeri yang menjalar ke kepala.

Penyebab Sakit Kepala Sinus

Peradangan sinus (sinusitis) dapat disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri, sehingga  menyebabkan pembengkakan di area sekitar hidung. Selain karena virus dan bakteri, Peradangan dan penurunan kemampuan sinus untuk mengurangi cairan ini juga dapat disebabkan oleh reaksi alergi..

Suatu waktu bakteri dan virus ini dapat menyebar dari infeksi saluran pernafasan atas ke rongga sinus dan menyebabkan peradangan.

Peradangan menyebabkan pembengkakan dan peningkatan produksi cairan sinus. Dan kondisi ini dapat mengakibatkan nyeri tekan di daerah sinus dan sakit kepala sinus.

Faktor Risiko Sakit Kepala Sinus

Siapapun dapat mengalami sakit kepala karena sinus, tetapi kemungkinan lebih berisiko jika memiliki kondisi berikut:

  • Riwayat keluarga yang memiliki migrain atau sakit kepala.
  • Riwayat migrain atau sakit kepala sebelumnya.
  • Perubahan hormon yang terkait dengan sakit kepala.

Perbedaan Sakit Kepala Sinus dan Migrain!

Penelitian yang dilakukan oleh American Migraine Foundation menemukan bahwa migrain sering disalah artikan sebagai sakit kepala karena sinus. Sakit kepala dan migrain memiliki sejumlah gejala yang sama, termasuk tekanan di wajah dan dahi, rasa sakit yang memburuk ketika menundukan kepala, dan hidung tersumbat. Oleh kArena itu penting untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.

Penyakit ini umumnya tidak berhubung dengan gejala seperti mual-muntah atau diperberat dengan suara bising atau sensitif terhadap cahaya lampu, yang umumnya sering ditemukan pada penderita migrain. 

Pada sakit kepala sinusitis biasanya ditemukan karena infeksi virus dari saluran pernapasan atas (ISPA), penurunan kemampuan untuk mencium bau, nyeri pada satu sisi pipi atau di atas gigi. 

Selain itu sakit kepala karena sinusitis biasanya bertahan beberapa hari atau lebih. Sedangkan migrain biasa hanya bertahan beberapa jam hingga 1-2 hari.

Baca Juga: Beda Sakit Kepala Biasa, Sinus, dan Migrain, Kenali Gejalanya!

Gejala Sakit Kepala Sinus

Sinus dilapisi membran yang mirip dengan lapisan di hidung. Jika memiliki infeksi atau alergi, membran ini dapat membengkak dan menyebabkan sakit yang dapat menjalar ke kepala.

Orang yang menderita sakit kepala karena sinus kemungkinan memiliki gejala berikut:

  • Rasa sakit, nyeri tekanan dan rasa penuh di pipi (seperti bengkak), alis, atau dahi
  • Demam
  • Hidung tersumbat
  • Indra penciuman yang berkurang
  • Sakit memburuk jika membungkuk ke depan, berbaring, atau ketika batuk
  • Lendir hijau atau kuning ketika bersin
  • Perasaan sakit di gigi bagian atas
  • Kelelahan

Kapan Harus ke Dokter?  

Segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat, jika mengalami gejala sakit kepala sinus berikut ini: 

  • Gejala sakit kepala berlangsung lebih dari 15 hari dalam sebulan atau menggunakan obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas.
  • Sakit kepala makin parah, dan obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas tidak membantu.
  • Sering sakit kepala atau sakit kepala yang mengganggu aktivitas sehari-hari, misal absen dari sekolah atau pekerjaan.

Diagnosis Sakit Kepala Sinus

Sulit menentukan apa yang menjadi penyebab sakit kepala sinus. Untuk itu dokter akan bertanya tentang sakit kepala yang anda derita, dan kemudian melakukan pemeriksaan fisik. Dokter dapat melakukan tes pencitraan untuk membantu menentukan apa yang menjadi penyebab, di antaranya:

1. CT Scan

CT (computed tomography) scan menggunakan komputer untuk membuat gambar penampang otak dan kepala (termasuk sinus) dengan menggabungkan gambar dari sinar-X yang berputar di sekitar tubuh.

2. MRI

Dengan MRI, medan magnet dan gelombang radio digunakan untuk membuat gambar penampang struktur di otak Anda.

Komplikasi

Meskipun jarang terjadi, komplikasi di area mata mungkin dapat terjadi, yang mengakibatkan area tersebut membengkak dan meradang. Kondisi ini bahkan dapat mengganggu penglihatan.

Jika mengalami demam tinggi yang tak kunjung sembuh, lendir hidung berubah warna, jantung berdebar, atau kesulitan bernapas, segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Sementara sakit kepala mungkin tampak seperti kondisi kesehatan yang tidak berbahaya, tetapi penting untuk memastikan apa penyebabnya.

Pengobatan Sakit Kepala Sinus

Pengobatan biasanya untuk meredakan gejala dan menyembuhkan infeksi jika ada. Berikut beberapa perawatan untuk penyakit ini: 

1. Pengobatan di Rumah

Cara yang cukup sederhana untuk meredakan nyeri dan hidung tersumbat yang bersifat ringan, misalnya dengan banyak minum air putih atau menggunakan obat tetes atau semprot hidung yang berisi larutan saline.

2. Obat Resep

Dokter mungkin akan meresepkan antibiotik serta antihistamin atau dekongestan. Ingat, dekongestan yang dipakai dengan diisap atau disemprotkan melalui hidung tidak boleh digunakan untuk waktu yang lama.

Penggunaan lebih dari 3 hari biasanya malah justru memperburuk gejala. Hal ini dikarenakan efek penggunaan obat melalui hidung yang dapat merusak mukosa hidung, menyebabkan iritasi, dan membuat mukosa hidung semakin bengkak.

3. Obat untuk Sakit Kepala 

Sementara untuk meredakan sakit kepala, bisa juga dengan obat-obat anti-nyeri yang banyak dijual bebas di pasaran, seperti acetaminophen, naproxen sodium dan ibuprofen.

Perlu diperhatikan bahwa penggunaan obat-obat di atas secara terus-menerus dapat menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan. Oleh karena itu, disarankan untuk tetap menghubungi dokter sebelum mulai menggunakan obat-obatan tersebut.

4. Operasi

Tindakan operasi sinus hanya dilakukan sesuai dengan pertimbangan dokter, misalnya jika penggunaan obat tidak berhasil, jika terdapat sumbatan yang harus dihilangkan, atau jika terdapat kelainan anatomis pada hidung atau sinus paranasalis.

Pencegahan Sakit Kepala Sinus

Perubahan gaya hidup mungkin dapat membantu mengurangi keparahan sakit kepala. Berikut beberapa cara yang dapat mencegah sakit kepala sinus:

1. Hindari Pemicu Sakit Kepala

Jika makanan atau aroma tertentu membuat Anda sakit kepala, hindarilah. Dokter mungkin menganjurkan Anda untuk mengurangi asupan kafein, alkohol, tembakau.

Buatlah rutinitas harian dengan menerapkan pola tidur teratur dan makan teratur, serta mengendalikan stres.

2. Berolahraga Secara Teratur

Latihan aerobik secara teratur dapat mengurangi ketegangan dan membantu mencegah sakit kepala. Jika dokter menyetujui, pilihlah latihan aerobik yang disukai, seperti bersepeda, berjalan, dan berenang. Ingat, biasakan pemanasan secara perlahan sebelum latihan, karena jika tidak akan menyebabkan sakit kepala.

Bahkan berat badan berlebih (obesitas) juga dianggap meningkatkan risiko sakit kepala. Jadi, olahraga yang teratur dapat membantu mempertahankan berat badan yang sehat sebagai pencegahan sakit kepala sinus.

3. Mengurangi Efek Estrogen

Wanita yang menderita sakit kepala dan estrogen yang mungkin sebagai penyebab sakit kepala karena sinus atau memperburuk sakit kepala, mungkin Anda harus menghindari atau mengurangi obat-obatan (sedang digunakan) yang mengandung estrogen. Obat-obatan ini seperti pil KB dan terapi penggantian hormon.

Selalu berkonsultasi dengan dokter tentang alternatif atau dosis obat yang sesuai untuk Anda.

 

  1. Anonim. 2018. Sinus headaches. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/sinus-headaches/symptoms-causes/syc-20377580. (Diakses 27 Desember 2019)
  2. Sissons, Claire. 2018. What to do about a sinus headache. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321012.php. (Diakses 27 Desember 2019)
  3. Watson, Kathryn. 2017. Sinus Headaches. https://www.healthline.com/health/sinus-headache. (Diakses 27 Desember 2019)
  4. Wedro, Benjamin. 2018. Sinus Headache Pain, Symptoms, Treatments, Remedies, and Cures. https://www.medicinenet.com/sinus_headache/article.htm. (Diakses 27 Desember 2019)



DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi