Mesothelioma adalah kanker yang berkembang pada mesothelium, lapisan jaringan yang menutupi sebagian besar organ dalam tubuh, seperti rongga perut dan dada. Tetapi setiap 1 dari 4 orang penderita penyakit ini dimulai di rongga dada. Mesothelioma termasuk kanker yang agresif dan mematikan. Perawatan untuk penyakit ini memang tersedia, tetapi kebanyakan penyembuhan pada penderitanya tidak dapat dilakukan.

mesothelioma-doktersehat

Sebagian besar penderitanya meninggal karena gagal napas atau pneumonia. Beberapa penderita lainnya mendapatkan obstruksi usus kecil saat tumor berkembang melalui diafragma, otot yang memisahkan dada dan rongga perut. Sedikit orang meninggal karena komplikasi jantung ketika tumor menyerang perikardium (kantung tipis yang mengelilingi jantung) dan jantung itu sendiri.

Jenis Mesothelioma

Penyakit ini terdiri dari beberapa jenis berdasarkan pada bagian mesothelium mana yang terpengaruh, berikut jenis dan penjelasannya:

1. Pleural Mesothelioma (Paru-paru)

Jenis yang pertama ini paling sering terbentuk di jaringan yang mengelilingi paru-paru (pleura). Ini adalah bentuk paling umum dari penyakit agresif. Sekitar 80 hingga 90% dari semua kasus yang didiagnosis adalah pleural.

2. Peritoneal Mesothelioma (Abdomen)

Adalah jenis kanker yang paling umum kedua yang menyerang lapisan jaringan rongga perut (peritoneum). Sekitar 15% hingga 20% dari semua kasus yang didiagnosis mengalami mesothelioma jenis ini.

3. Pericardial Mesothelioma (Jantung)

Tumor terbentuk pada lapisan jantung (perikardium). Kanker ini termasuk sangat jarang, yakni sekitar 1% dari jumlah total kasus kanker.

4. Testicular Mesothelioma (Testis)

Kanker ini berkembang di lapisan testis (tunica vaginalis) dan juga tergolong sangat jarang terjadi, yakni kurang dari 1% dari semua kasus. Literatur medis pun hanya menjelaskan sekitar 100 kasus.

Penyebab Mesothelioma

Mesothelioma adalah jenis kanker mematikan yang disebabkan oleh menghirup serat asbes (asbestos). Ketika serat-serat asbes yang berukuran kecil berada di lapisan paru-paru, dapat menyebabkan perubahan sel yang berkembang menjadi kanker. Paparan serat asbes di tempat kerja atau rumah tangga berisiko lebih tinggi terkena mesothelioma. Sekolah, lokasi konstruksi dan banyak lokasi lainnya juga berisiko.

Serat asbes dapat ditemukan di barang-barang rumah tangga, seperti bedak talek, pot tanah liat dan cat. Penting untuk mengetahui semua produk asbes dan memahami kapan Anda mungkin berisiko tinggi terpapar.

Serat asbes adalah satu-satunya penyebab kanker ini, setidaknya sekitar 90% dari kasus mesothelioma. Namun, para peneliti telah menemukan berbagai faktor risiko lainnya yang dapat meningkatkan risiko kanker mesothelioma, salah satunya riwayat merokok. Mengetahui dengan lebih baik tentang penyebab penyakit ini dapat membantu Anda dalam melakukan pencegahan penyakit, meningkatkan kesadaran dan dan perawatan.

Bagaimana Serat Asbes Menyebabkan Kanker?

Serat asbes dapat terhirup dan akhirnya menempel di lapisan paru-paru, perut atau jantung. Kondisi ini menyebabkan peradangan berbahaya yang membentuk tumor. Mesothelioma dapat berkembang menjadi beberapa jenis sesuai lokasinya.

Asbes menyebabkan kerusakan DNA baik secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsung, asbes mengganggu proses mitosis dalam pembelahan sel, yang menyebabkan kerusakan dan mutasi sel. Sementara secara tidak langsung, asbes menyebabkan sel mesothelial melepaskan oksigen dan nitrogen reaktif mutagenik, yang juga menyebabkan mutasi.

Faktor Risiko Kanker 

Selain paparan serat asbes, ada berbagai faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena kanker mesothelioma, di antaranya:

1. Usia

Mesothelioma adalah kanker yang hanya terjadi pada orang tua. Sekitar 91% penderitanya berusia 55 tahun, atau lebih tua. Namun, penting untuk mencatat kapan gejala muncul. Meskipun hanya pada lansia, orang dewasa yang lebih muda juga berisiko.

2. Jenis Kelamin

Mesothelioma lebih berisiko tinggi pada pria daripada wanita. Salah satu penyebab potensialnya adalah pekerjaan yang terkait dengan asbes didominasi oleh pria. Lebih banyak pria yang bekerja di pertambangan dan kilang minyak, semakin banyak pria yang mengalami gejala penyakit ini. 

3. Penyakit Tertentu

Kesehatan yang buruk meningkatkan risiko terkena berbagai jenis penyakit, termasuk kanker ini. Sistem kekebalan tubuh melemah membuat tubuh lebih sulit melawan zat asing. Penderita mesothelioma karena kesehatan yang buruk juga dapat mempersulit pilihan perawatan dan kemampuan tubuh untuk merespons pengobatan.

4. Genetik

BAP1 adalah gen yang melawan tumor, dan jika gen bermutasi akan lebih berisiko untuk tumor berkembang. Orang yang memiliki keluarga dengan mutasi genetik gen BAP1 mungkin lebih rentan terhadap mesothelioma.

5. Merokok

Meskipun tidak ada bukti bahwa merokok terkait dengan mesothelioma. Tetapi, tidak sedikit penelitian telah menunjukkan bahwa perokok 50 hingga 90% lebih mungkin mengalami kanker paru-paru yang berhubungan dengan asbes. Bahkan, perokok yang terpapar asbes dua kali lebih berisiko kanker mesothelioma.

Hubungan antara merokok, penyakit paru-paru dan berbagai bentuk kanker (terutama kanker paru-paru) tidak dapat dipungkiri. Merokok dapat menyebabkan kondisi di paru-paru yang membuat serat asbes lebih mudah menempel dan menyebabkan peradangan dan pada akhirnya menyebabkan kanker. Kondisi Ini termasuk:

  • Melemahnya jaringan paru: Serat asbes dapat lebih mudah tersangkut di lapisan paru-paru.
  • Penurunan kesehatan secara keseluruhan: Merokok dapat menyebabkan sejumlah masalah medis lainnya dan secara signifikan dapat mengurangi opsi perawatan mesothelioma dan harapan hidup pasien.
  • Peningkatan produksi lendir: Iritasi pada saluran udara menyebabkan mereka menghasilkan lebih banyak lendir. Ini menghalangi jalan udara dan memengaruhi kemampuan paru-paru untuk membersihkan diri.

Baca juga: 10 Bahaya Merokok bagi Kesehatan (Disertai Cara Berhenti Merokok)

Gejala Mesothelioma

Gejalanya cenderung berkembang secara bertahap dari waktu ke waktu, dan gejala muncul setelah tidak muncul setelah terpapar asbes selama beberapa dekade. Gejala mesothelioma secara umum di antaranya:

  • Sakit dada
  • Kesulitan bernapas (dyspnea)
  • Batuk
  • kesulitan menelan (dysphagia)
  • Sakit perut dan pembengkakan
  • Anemia
  • Kelelahan
  • Demam dan keringat malam
  • Penumpukan cairan (efusi pleura atau efusi peritoneum)
  • Suara serak
  • Kadar oksigen rendah (hypoxemia)
  • Kelemahan otot
  • Komplikasi pernapasan
  • Penurunan berat badan tanpa sebab

Kapan Harus ke Dokter?

Jika Anda merasakan tanda dan gejala di atas yang mengkhawatirkan. Tanda dan gejala penyakit ini tidak spesifik karena termasuk langka dan lebih mungkin terkait dengan kondisi kesehatan lainnya.

Jika muncul tanda dan gejala persisten yang tampak tidak biasa atau mengganggu kesehatan, berkonsultasilah  dengan dokter untuk mencari tahu penyebabnya. Juga, beri tahu dokter jika Anda terpapar serat asbes.

Komplikasi

Mesothelioma pleura yang menyebar di dada akan memberi tekanan pada struktur di area tersebut. Kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi, seperti:

  • Sulit bernapas
  • Sakit dada
  • Kesulitan menelan
  • Nyeri karena tekanan pada saraf dan sumsum tulang belakang
  • Akumulasi cairan di dada (efusi pleura), yang dapat menekan paru-paru dan sulit bernapas

Diagnosis

Ketika tubuh menunjukkan gejala mesothelioma, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, melihat riwayat medis dan mulai mengesampingkan penyakit dan kondisi yang lebih umum. Dokter kemudian akan melakukan serangkaian tes dan prosedur berikut untuk mencari tahu penyebab gejala.

1. Biopsi

Prosedur ini dengan mengambil sedikit jaringan untuk pemeriksaan di laboratorium. Tes ini merupakan satu-satunya cara untuk menentukan apakah Anda menderita kanker mesothelioma. Tergantung pada area tubuh yang terkena, dokter akan memilih prosedur biopsi yang tepat.

2. Pemindaian

Tes yang membantu mengidentifikasi tumor, lokasi tumor dan metastasis kanker (penyebaran kanker) selama proses diagnostik. Pemindaian yang paling umum digunakan untuk mendiagnosis mesothelioma, termasuk:

  • Sinar-X

Sinar-X dapat membuat gambar 2D tulang dan jaringan lunak untuk mengidentifikasi kelainan dan membantu mengatasi kondisi lainnya. Sinar-X dada atau sinar-X perut adalah yang paling sering dilakukan, dan dapat menemukan mesothelioma yang umum seperti efusi pleura atau asites perut (penumpukan cairan di sekitar paru-paru atau di perut).

  • CT scan

Computed tomography (CT) scan membuat visual 3D tubuh Anda, membedakan kelainan pada organ dan jaringan normal. Tes Ini digunakan sebagai alat penting untuk diagnosis semua jenis mesothelioma dan untuk ditindaklanjuti setelah perawatan.

  • Pemindaian MRI

Magnetic resonance imaging (MRI) membuat gambar 3D tulang dan jaringan lunak yang mendetail, gambar jaringan normal dan membuat gambar kanker mesothelioma tampak jelas. Pencitraan MRI berfungsi untuk mendeteksi serangan kanker ke jaringan di sekitarnya, sebagai bagian dari tahapan dan pemeriksaan pra-bedah.

  • Pemindaian PET

Positron emission tomography (PET) adalah tes untuk menghasilkan gambar kanker mesothelioma dengan  menggunakan teknologi pencitraan nuklir untuk mengidentifikasi aktivitas metabolisme sel kanker yang tinggi dan membedakan antara jaringan normal dan kanker. Pemindaian ini membantu menunjukkan metastasis ke kelenjar getah bening di dekatnya atau area tubuh lainnya.

  • USG

Ultrasonografi (USG) merupakan tes yang memberikan gambaran tubuh secara langsung, menunjukkan organ, pembuluh, dan jaringan, dan membantu mengidentifikasi tumor setelah gejala muncul. Pada mesothelioma, jenis pemindaian ini digunakan untuk mengidentifikasi kantong efusi pleura atau asites yang mungkin perlu dikeringkan.

Stadium Kanker

Stadium kanker mengacu pada proses pengkategorian mesothelioma ganas sesuai dengan tingkat penyakit dalam tubuh. Tahapan kanker berdasarkan stadium di antaranya:

  • Stadium I: Sel-sel kanker mesothelioma berada di lapisan mesothelial. Biasanya operasi menjadi suatu pilihan.
  • Stadium II: Sel kanker memasuki kelenjar getah bening. Operasi juga tetap menjadi pilihan.
  • Stadium III: Sel-sel kanker menyebar ke organ-organ terdekat dan kelenjar getah bening yang jauh. Pembedahan mungkin dapat menjadi pilihan. Kemoterapi juga lebih umum pada tahap ini.
  • Stadium IV: Sel-sel kanker telah bermetastasis di seluruh atau di luar rongga dada atau perut. Pembedahan tidak lagi menjadi pilihan. tetapi kemoterapi dapat meningkatkan harapan hidup dan meredakan gejalanya.

Pengobatan Mesothelioma secara Alami

Tidak ada pengobatan alternatif yang terbukti membantu mengobati kanker mesothelioma. Tetapi pengobatan komplementer dan alternatif bisa membantu mengendalikan tanda dan gejalanya. Jadi, berkonsultasilah dengan dokter untuk menentukan perawatan yang tepat.

Mesothelioma adalah penyakit yang menyebabkan tekanan di dada, yang membuat Anda merasa seolah-olah selalu kehabisan napas. Dokter mungkin menyarankan untuk menggunakan oksigen tambahan atau minum obat untuk membuat Anda lebih nyaman. Menggabungkan perawatan yang disarankan dokter dengan pengobatan komplementer dan alternatif mungkin dapat membantu Anda merasa lebih baik.

Perawatan alternatif yang dapat membantu mengatasi sesak napas termasuk:

  • Akupunktur. Terapi ini menggunakan jarum tipis yang dimasukkan pada titik-titik tepat ke kulit.
  • Fisioterapi. Ahli terapi fisik dapat mengajari Anda teknik pernapasan untuk digunakan saat merasa sesak napas. Menggunakan teknik ini dapat membantu Anda merasa lebih mengendalikan pernapasan.
  • Latihan relaksasi. Ketegangan dan relaksasi otot yang berbeda secara perlahan dapat membantu merasa lebih nyaman dan bernapas lebih mudah. Dokter mungkin merujuk Anda ke terapis yang bisa mengajari latihan relaksasi sehingga Anda bisa mempraktikannya sendiri.

Baca juga: 11 Cara Menjaga Kesehatan Paru-Paru (Sehat Sampai Tua)

Pengobatan secara Medis 

Meskipun tidak ada obat untuk mesothelioma hingga saat ini, pengobatan aktif dianjurkan untuk beberapa penderitanya. Pengobatan mencakup kemoterapi, radioterapi, pembedahan, atau kombinasi ketiganya. 

1. Kemoterapi

Obat-obatan kemoterapi bertujuan untuk menghancurkan sel-sel kanker. Obat kemoterapi yang paling umum digunakan untuk mengobati mesothelioma pleura termasuk pemetrexed dengan cisplatin atau carboplatin.

Kemoterapi bertujuan untuk memperpanjang hidup dan mengurangi ukuran kanker serta meningkatkan kualitas hidup. Kemoterapi kadang-kadang digunakan untuk mesothelioma peritoneum baik sebelum atau setelah operasi. Kemoterapi diberikan langsung ke perut untuk penderita kanker jenis peritoneal.

2. Radioterapi

Pengobatan ini menggunakan sinar-x untuk membunuh atau merusak sel-sel kanker, yang dapat digunakan pada beberapa tahap mesothelioma pleura dan dengan cara yang berbeda. Misalnya, meredakan gejala seperti rasa sakit yang disebabkan oleh tumor, dan diberikan setelah kemoterapi atau operasi, untuk membantu membunuh sel-sel kanker yang tersisa.

Radioterapi jarang digunakan untuk mengobati mesothelioma peritoneum, tetapi dapat digunakan untuk menghilangkan rasa sakit atau membunuh sel-sel kanker yang tersisa setelah operasi atau kemoterapi.

3. Operasi

Terdapat dua jenis operasi utama yang dipertimbangkan untuk merawat mesothelioma pleura secara aktif, yakni extrapleural pneumonectomy (PPE), yang mengangkat tumor dan pleura, paru-paru yang terkena, diafragma dan sebagian dari lapisan jantung, atau pleurektomi dengan dekortikasi paru, yang membersihkan pleura dan penyakit sebanyak mungkin.

Pembedahan untuk mesothelioma peritoneum mungkin dapat dilakukan jika kanker belum menyebar. Dokter bedah akan mengangkat bagian peritoneum di mana tempat mesothelioma tumbuh. Operasi ini disebut peritonektomi.

Ketika situasi tertentu, perawatan lainnya mungkin digunakan untuk mengobati mesothelioma, termasuk:

4. Terapi Trimodality

Terapi ini menggunakan kombinasi kemoterapi, radioterapi dan operasi besar, yang digunakan untuk mengobati beberapa penderita mesothelioma.

5. Imunoterapi

Perawatan yang menggunakan sistem kekebalan tubuh untuk melawan kanker ini mungkin menjadi pilihan jika perawatan lain tidak berhasil.

Sistem kekebalan tubuh yang melawan penyakit mungkin tidak menyerang kanker karena sel-sel kanker menghasilkan protein yang membuat sel-sel sistem kekebalan tubuh melemah. Imunoterapi berfungsi untuk  mencegah gangguan tersebut. 

6. Terapi Target

Terapi yang ditargetkan menggunakan obat-obatan untuk menyerang sel kanker. Obat-obatan ini tidak umum digunakan untuk mengobati mesothelioma, tetapi dokter mungkin menyarankan terapi yang ditargetkan berdasarkan hasil tes DNA tumor.

Pencegahan 

Langkah penting untuk pencegahan adalah mengurangi paparan asbes yang dapat menurunkan risiko terkena mesothelioma. Langkah yang bisa Anda lakukan untuk menghindari paparan serat asbes meliputi:

1. Cari tahu apakah Anda bekerja dengan asbes

Kebanyakan penderita mesothelioma terpapar serat asbes di tempat kerja. Pekerja yang mungkin terpapar serat asbes dari:

  • Penambang asbes
  • Teknisi kelistrikan
  • Tukang ledeng
  • Insulator (bahan atau metode dalam membatasi transfer kalor atau listrik)
  • Pekerja galangan kapal
  • Pekerja pembongkaran
  • Perombakan rumah
  • Mekanik rem

2. Ikuti Peraturan Keselamatan Kerja

Ikuti semua prosedur pencegahan keselamatan di tempat kerja, seperti menggunakan peralatan pelindung, atau mungkin harus mandi dan berganti pakaian sebelum istirahat makan siang atau pulang. Konsultasikan dengan dokter tentang tindakan pencegahan lain yang dapat Anda lakukan untuk melindungi diri dari paparan asbes.

3. Mengamankan Asbes di Sekitar Rumah

Rumah dan bangunan yang lebih tua mungkin mengandung asbes. Kebanyakan kasus, membuang asbes lebih berbahaya daripada membiarkannya tetap utuh. Memecah juga asbes dapat menyebabkan serat terbang di udara, sehingga dapat terhirup. 

Cari tahu barang-barang yang mengandung serat asbes di rumah Anda. Bila ditemukan, jangan membuangnya sendiri, mintalah bantuan pada ahlinya.  

 

 

Informasi kesehatan ini telah ditinjau oleh dr. Jati Satriyo

 

 

  1. Mayo Clinic Staff. 2019. Mesothelioma. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/mesothelioma/symptoms-causes/syc-20375022. (Diakses 14 Januari 2020)
  2. Anonim. 2019. Mesothelioma. https://www.webmd.com/lung/mesothelioma-causes-and-symptoms#1. (Diakses 14 Januari 2020)
  3. Molinari, Linda. Tanpa Tahun. Types of Mesothelioma. https://www.mesothelioma.com/mesothelioma/types/. (Diakses 14 Januari 2020)
  4. Anonim. 2019. Mesothelioma. https://www.cancer.org.au/about-cancer/types-of-cancer/mesothelioma.html. (Diakses 14 Januari 2020)