Terbit: 20 September 2011
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Antonius Hapindra Kasim

Kanker adalah salah satu penyakit yang paling ditakuti kebanyakan orang, karena menyebabkan kematian. Berdasarkan data Badan Kesehatan Dunia (WHO), penyakit mematikan ini menjadi penyebab utama kedua kematian secara global, tercatat sekitar 9,6 juta kematian di tahun 2018. Baca terus untuk mendapatkan informasi lengkap tentang kanker di bawah ini.

kanker-doktersehat

Apa Itu Kanker?

Kanker adalah penyakit yang disebabkan oleh pertumbuhan sel-sel abnormal yang berkembang secara tidak terkendali dan memiliki kemampuan untuk menyusup dan menghancurkan jaringan tubuh normal.

Manusia terdiri dari triliunan sel yang dapat tumbuh dan membelah untuk membentuk sel baru sesuai kebutuhan tubuh. Sementara sel-sel yang menjadi tua, rusak, atau mati secara alami akan digantikan dengan yang baru.

Ketika sel abnormal berkembang, produksi sel baru akan terganggu. Kondisi ini membuat sel rusak menumpuk, yang pada akhirnya menggunakan oksigen dan nutrisi yang seharusnya untuk sel-sel yang sehat. Sel kanker dapat membentuk tumor, merusak sistem kekebalan tubuh dan menyebabkan perubahan lain yang mencegah tubuh berfungsi dengan baik.

Sel abnormal muncul di satu area dalam tubuh, kemudian menyebar (metastasis) ke jaringan terdekat dan yang lebih jauh melalui darah atau kelenjar getah bening.

Tidak seperti tumor ganas, tumor jinak tidak menyebar atau menyerang jaringan terdekat. Tumor jinak terkadang bisa tumbuh sangat besar. Ketika diangkat, tumor jinak biasanya tidak akan tumbuh kembali, sedangkan tumor ganas rentan mengalami kekambuhan. Tidak seperti tumor jinak yang muncul di beberapa bagian tubuh, tumor jinak yang tumbuh di otak bisa mengancam jiwa.

Gejala Kanker

Gejala yang timbul akibat kanker berbeda-beda berdasarkan area di mana tumor tumbuh. Namun, secara umum berikut gejala kanker:

  • Benjolan atau penebalan yang terasa di bawah kulit
  • Perubahan pada kulit di sekitar yang terkena, seperti kulit menguning, gelap atau kemerahan, luka yang sulit sembuh, atau perubahan pada tahi lalat
  • Perubahan kebiasaan buang air besar atau berkemih
  • Penurunan berat badan tanpa sebab
  • Batuk terus menerus atau kesulitan bernapas
  • Kesulitan menelan
  • Suara serak
  • Cepat merasa lelah¬†
  • Gangguan pencernaan atau ketidaknyamanan setelah makan
  • Demam terus-menerus atau berkeringat di malam hari
  • Nyeri otot dan persendian yang terus-menerus
  • Pendarahan atau memar tanpa sebab
  • Rasa nyeri pada area yang terkena
  • Dalam keadaan tertentu, dapat di terjadi penurunan kesadaran/ kejang-kejang

Kapan Harus ke Dokter?

Segera periksakan ke dokter jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala yang telah disebutkan di atas.

Sementara jika tidak memiliki tanda atau gejala, tetapi khawatir faktor bawaan dalam keluarga yang dapat meningkatkan risiko penyakit kanker, konsultasikanlah dengan dokter. Tanyakan tentang tes dan prosedur skrining yang sesuai untuk Anda.

Penyebab Kanker

Penyakit ini umumnya disebabkan oleh perubahan (mutasi) pada DNA di dalam sel. DNA di dalam sel terkandung dalam gen, yang masing-masing memiliki instruksi untuk memberitahu sel melakukan tugasnya, yakni bagaimana cara tumbuh dan membelah. Kesalahan dalam instruksi dapat menyebabkan sel abnormal dan memungkinkan sel menjadi kanker.

Mutasi gen dapat memerintahkan sel untuk tumbuh dan membelah lebih cepat. Ini menghasilkan banyak sel baru yang semuanya memiliki mutasi yang sama.

Ketika gagal menghentikan pertumbuhan sel yang tidak terkendali, sel-sel normal tahu kapan harus berhenti tumbuh sehingga tubuh memiliki jumlah sel yang cukup. Sementara sel-sel abnormal yang kehilangan kontrol (gen penekan tumor) akan memberi tahu mereka kapan harus berhenti tumbuh. Mutasi pada gen penekan tumor memungkinkan sel kanker terus tumbuh dan menumpuk.

Gene seseorang dapat memberi tahu sel kapan harus membelah dan mati. Mutasi gen dapat menyebabkan perintah yang salah, dan kanker dapat terjadi. Gen juga dapat memengaruhi produksi protein sel, dan protein yang membawa banyak instruksi untuk pertumbuhan dan pembelahan sel.

Selain disebabkan oleh gen yang diwariskan orang tua ke anaknya, mutasi gen juga dapat disebabkan oleh polusi (radikal bebas), asap rokok, dan makanan yang mengandung pengawet

Faktor Risiko Kanker

Berikut sejumlah faktor yang diketahui dapat meningkatkan risiko kanker, di antaranya:

1. Usia

Kanker memerlukan waktu puluhan tahun untuk berkembang. Itu sebabnya kebanyakan orang yang didiagnosis di atas usia 65 tahun. Meskipun lebih sering terjadi pada lansia, penyakit ini juga dapat terjadi di usia berapapun.

2. Gaya Hidup

Memilih gaya hidup yang tidak sehat diketahui dapat meningkatkan risiko penyakit mematikan ini. Contohnya seperti merokok (baik perokok aktif maupun pasif), sering minum minuman beralkohol, terpapar sinar matahari yang berlebihan, jarang bergerak atau tidak olahraga, obesitas, dan melakukan hubungan seks yang tidak aman, ini semua dapat memicu kanker.

3. Riwayat Keluarga

Jika penyakit ini terjadi dalam anggota keluarga Anda, ada kemungkinan mutasi gen diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Anda mungkin memerlukan tes genetik untuk melihat apakah telah mewarisi mutasi yang dapat meningkatkan risiko penyakit kanker tertentu.

Memiliki mutasi genetik yang diwariskan tidak selalu berarti akan terkena kanker, namun harus tetap waspada dengan melakukan pemeriksaan secara rutin.

4. Kondisi Kesehatan

Beberapa kondisi kesehatan yang tergolong kronis, seperti kolitis ulseratif, dapat meningkatkan risiko terkena kanker tertentu. Kondisi kesehatan lainnya, seperti sistem kekebalan tubuh yang melemah akibat HIV/AIDS. Untuk itu, konsultasikan dengan dokter tentang seberapa besar risiko Anda terkena penyakit ini.

5. Lingkungan

Lingkungan Anda mungkin terkontaminasi polusi atau bahan kimia berbahaya yang dapat meningkatkan risiko kanker. Misalnya, Anda mungkin secara tidak sengaja menghirup asap rokok orang lain ketika berada di lingkungan perokok. Bahan kimia di rumah atau tempat kerja, seperti asbes dan benzena, juga dapat meningkatkan risiko.

Diagnosis Kanker

Jika memiliki tanda dan gejala, dokter akan melakukan salah satu atau beberapa tes untuk mengetahui jenisnya. Berikut beberapa tes yang dapat dilakukan untuk mendiagnosis kanker:

1. Pemeriksaan Fisik

Dokter mungkin memeriksa benjolan pada tubuh yang mungkin mengindikasikan tumor. Selama pemeriksaan, dokter mungkin akan mencari kelainan, seperti perubahan warna kulit atau pembesaran organ, yang dapat mengindikasikan kanker.

2. CT Scan

CT scan menggunakan mesin X-ray yang terhubung ke komputer untuk menghasilkan serangkaian gambar organ dalam dari sudut yang berbeda. Gambar-gambar ini digunakan untuk membuat gambar 3D secara rinci dari bagian dalam tubuh.

3. MRI

MRI menggunakan magnet yang kuat dan gelombang radio untuk menghasilkan gambar tubuh dalam bentuk irisan. Irisan ini digunakan untuk membuat gambar detail dari bagian dalam tubuh, yang dapat menunjukkan perbedaan antara jaringan sehat dan tidak sehat.

4. Ultrasonografi (USG)

Pemeriksaan USG menggunakan gelombang suara berenergi tinggi, yang tidak dapat didengar orang. Gelombang suara ini menggema dari jaringan di dalam tubuh. Komputer menggunakan gema ini untuk menghasilkan gambar organ dalam tubuh.

Selama pemeriksaan, pasien akan berbaring di atas meja sementara teknologi perlahan-lahan menggerakkan alat yang disebut transduser pada kulit di atas bagian tubuh yang sedang diperiksa.

5. Biopsi

Biopsi adalah prosedur untuk mengambil sampel jaringan pada area yang diduga kanker. Sampel ini kemudian dikirim ke laboratorium untuk dilakukan pemeriksaan.

Stadium Kanker

Dokter biasanya akan menentukan stadium berdasarkan tingkat keparahan penyakit, yakni seberapa besar atau seberapa jauh penyebarannya. Stadium kanker di antaranya:

  • Stadium I

Stadium tahap awal ini biasanya belum tumbuh dalam ke jaringan di sekitarnya. Tahap ini juga belum menyebar ke kelenjar getah bening atau bagian lain dari tubuh.

  • Stadium II

Secara umum, tumor telah tumbuh lebih dalam ke jaringan terdekat, tetapi belum menyebar.

  • Stadium III

Kanker mungkin telah menyebar ke kelenjar getah bening tetapi tidak ke bagian lain dari tubuh.

  • Stadium IV

Tahap ini berarti bahwa tumor telah menyebar ke organ atau bagian lain dari tubuh. Tahap ini juga bisa disebut stadium lanjut atau metastasis.

Jenis Kanker

Kanker terbagi menjadi beberapa jenis berdasarkan di mana letak tumor itu mulai berkembang, di antaranya:

1. Karsinoma

Karsinoma adalah kanker yang dimulai pada kulit atau jaringan yang menutupi permukaan organ dan kelenjar internal. Karsinoma biasanya membentuk tumor padat. Ini adalah jenis yang paling umum.

2. Sarkoma

Sarkoma mulai berkembang pada jaringan tulang dan jaringan lunak, seperti otot, lemak, tulang rawan, tulang, pembuluh darah, pembuluh getah bening, saraf, tendon, dan sendi.

Jenis sarkoma jaringan lunak yang paling umum adalah leiomyosarcoma, Kaposi sarcoma, malignant fibrous histiocytoma, liposarcoma, dan dermatofibrosarcoma protuberans.

3. Leukemia

Leukemia adalah kanker darah, yang dimulai ketika sel-sel darah sehat menjadi abnormal dan tumbuh tak terkendali. Sel abnormal pada akhirnya menumpuk di dalam darah dan sumsum tulang, yang menyerang sel-sel darah normal.

Ada empat jenis utama leukemia, yaitu leukemia limfositik akut, leukemia limfositik kronis, leukemia myeloid akut, dan leukemia myeloid kronis.

4. Limfoma

Limfoma adalah kanker yang dimulai pada sistem limfatik, jaringan pembuluh dan kelenjar yang membantu melawan infeksi. Limfosit yang abnormal menumpuk di kelenjar getah bening dan pembuluh getah bening, serta di organ tubuh lainnya. Ada dua jenis utama limfoma, yakni limfoma Hodgkin dan limfoma non-Hodgkin.

Pengobatan Kanker

Dokter biasanya memberikan perawatan berdasarkan jenis kanker, stadium saat diagnosis, dan kesehatan keseluruhan pasien. Berikut ini adalah beberapa pengobatannya:

  • Operasi. Tujuan dari prosedur ini adalah untuk mengangkat atau menghilangkan tumor. Operasi adalah pengobatan yang sudah lama dilakukan dan efektif.
  • Kemoterapi. Adalah pemberian obat yang berfungsi membunuh sel kanker. Penggunaan obat kanker biasanya bekerja dengan menjaga sel-sel abnormal agar tidak tumbuh atau membelah menjadi lebih banyak sel. Namun, obat-obatan yang digunakan untuk kemoterapi sangat kuat, dan dapat menyebabkan kerusakan pada sel-sel sehat.
  • Terapi radiasi. Pengobatan ini menggunakan sinar energi berdaya tinggi, seperti sinar-X, untuk membunuh sel kanker. Terapi radiasi menggunakan mesin di luar tubuh (radiasi sinar eksternal), atau dapat ditempatkan di dalam tubuh (brachytherapy).
  • Transplantasi sumsum tulang. Ini juga dikenal sebagai transplantasi sel induk. Sumsum tulang adalah bahan di dalam tulang yang membuat sel darah. Transplantasi sumsum tulang dapat menggunakan sel pasian itu sendiri atau sel dari donor. Transplantasi sumsum tulang memungkinkan dokter menggunakan dosis kemoterapi yang lebih tinggi untuk mengobati. Pengobatan ini juga dapat digunakan untuk menggantikan sumsum tulang yang sakit.
  • Imunoterapi. Juga dikenal sebagai terapi biologis, yang menggunakan sistem kekebalan tubuh pasien itu sendiri untuk melawan penyakit ini. Penyakit ini dapat bertahan hidup tanpa terkendali dalam tubuh karena sistem kekebalan tubuh tidak mengenalinya sebagai pengganggu. Imunoterapi dapat membantu sistem kekebalan tubuh mendeteksi sel yang abnormal dan menyerangnya.
  • Terapi hormon. Beberapa jenis penyakit kanker dipicu oleh hormon tubuh pasien itu sendiri. Untuk itu, menghilangkan hormon-hormon tersebut dari tubuh atau menghalangi efeknya dapat menyebabkan sel kanker berhenti tumbuh.

Komplikasi Kanker

Perawatan atau kanker yang sudah mencapai tahap akhir dapat menyebabkan beberapa komplikasi, di antaranya:

  • Rasa Sakit

Nyeri bisa disebabkan oleh kanker atau perawatannyar, meskipun tidak semua jenis penyakit ini menyakitkan. Pengobatan dan perawatan lainnya dapat secara efektif mengatasi rasa sakit. 

  • Kelelahan

Kelelahan pada penderitanya memiliki banyak penyebab, tetapi biasanya dapat diatasi. Kelelahan yang terkait dengan kemoterapi atau terapi radiasi adalah umum dan bersifat sementara.

  • Sulit Bernapas

Kanker atau pengobatannya dapat menyebabkan perasaan sesak napas. Sebagai solusinya, ada banyak pengobatan alami maupun medis dapat memberikan kelegaan.

  • Mual

Kanker dan perawatan tertentu menyebabkan mual. Dokter terkadang dapat menduga jika perawatan Anda mungkin menyebabkan mual. Untuk itu, penggunaan obat-obatan dan perawatan lain dapat membantu mencegah atau mengurangi mual.

  • Diare atau Sembelit

Kanker dan pengobatanya dapat mengganggu pencernaan dan menyebabkan diare atau sembelit.

  • Penurunan Berat Badan

Kondisi ini tidak dipengaruhi oleh berapa banyak asupan kalori atau jenis makanan, karena kanker menyerap nutrisi dari sel normal.

  • Perubahan Kimia dalam Tubuh

Kanker dapat mengganggu keseimbangan kimiawi normal dalam tubuh dan meningkatkan risiko komplikasi serius. Tanda dan gejala ketidakseimbangan kimia termasuk kehausan berlebihan, sering buang air kecil, sembelit dan kebingungan.

  • Masalah Otak dan Sistem Saraf

Penyakit ini dapat menekan saraf di dekatnya dan menyebabkan rasa sakit dan kehilangan fungsi salah satu bagian tubuh. Kanker yang terjadi pada otak dapat menyebabkan sakit kepala dan tanda dan gejala seperti stroke, seperti kelemahan pada satu sisi tubuh.

  • Reaksi Sistem Kekebalan Tubuh terhadap Kanker

Sistem kekebalan tubuh bereaksi terhadap keberadaan kanker dengan menyerang sel-sel sehat. Ini disebut sindrom paraneoplastic, reaksi yang sangat jarang ini menyebabkan berbagai tanda dan gejala, seperti kesulitan berjalan dan kejang.

  • Kanker Menyebar

Saat berkembang, penyakit mematikan ini dapat menyebar (bermetastasis) ke bagian tubuh yang lainnya yang lebih jauh.

  • Kematian

Menurut WHO, kanker merupakan penyebab utama kematian kedua di dunia, ada sekitar 9,6 juta kematian di tahun 2018. Kanker paru-paru merupakan penyakit yang paling mematikan, diikuti kanker kolorektal, perut, hati, dan kanker payudara.

Pencegahan Kanker

Tidak semua kanker dapat dicegah. Tetapi risikonya dapat dikurangi dengan menghindari berbagai faktor risiko tertentu, termasuk:

  • Berhenti merokok atau menghindari paparan asap rokok
  • Hindari paparan sinar matahari yang berlebihan
  • Tetap aktif dan rajin berolahraga
  • Mempertahankan berat badan yang sehat
  • Kurangi atau hindari minum minuman beralkohol
  • Rutin melakukan skrining
  • Mendapatkan imunisasi secara rutin
  • Makan makanan bergizi

 

  1. Anonim. Cancer. https://www.who.int/health-topics/cancer#tab=tab_1. (Diakses 6 Februari 2020).
  2. Anonim. Cancer. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/cancer. (Diakses 2 April 2020).
  3. Anonim. Cancer. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cancer/symptoms-causes/syc-20370588. (Diakses 6 Februari 2020).
  4. Anonim. Cancer. https://www.cancer.net/navigating-cancer-care/cancer-basics. (Diakses 6 Februari 2020).
  5. Anonim. What do cancer stages and grades mean?. https://www.nhs.uk/common-health-questions/operations-tests-and-procedures/what-do-cancer-stages-and-grades-mean/. (Diakses 6 Februari 2020).
  6. Anonim. What Is Cancer?. https://www.cancer.gov/about-cancer/understanding/what-is-cancer. Diakses 6 Februari 2020).
  7. Nall, Rachel. 2018. What to know about cancer. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323648.php#what-is-cancer. (Diakses 6 Februari 2020).