Terbit: 3 April 2020
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Herpes adalah penyakit kulit yang timbul akibat serangan virus herpes simplex (HSV). Penyakit herpes kulit dan genital merupakan jenis yang paling umum ditemui. Infeksinya menyebabkan adanya luka di leher, di bibir, atau di bagian tubuh yang lain pasti menyebabkan sensasi gatal terkadang disertai perih.

Herpes: Penyebab, Gejala, Pengobatan, Pencegahan, dll

Apa Itu Herpes?

Herpes adalah penyakit radang kulit yang ditandai dengan pembentukan benjolan-benjolan berisi air secara berkelompok. Penyakit ini disebabkan oleh virus HSV. Penyakit yang satu ini juga kadang disebut penyakit cacar oleh sebagian orang.

Jika diperhatikan, kini cukup banyak bermunculan penyakit kulit yang gejalanya mirip. Bedanya, disebabkan oleh hewan-hewan kecil yang menempel pada tanaman, lalu terbang dan menempel di pakaian yang sedang kita jemur.

Gejala herpes dan penyakit kulit yang cukup mirip seringkali membuat orang berpikir terkena penyakit kulit ini saat terkena penyakit kulit lainnya. Apabila Anda mengalami gejala penyakit yang mirip, namun tidak yakin dengan dugaan Anda, maka periksakan diri ke dokter untuk mengetahui dengan pasti tentang penyakit kulit yang sedang diderita.

Penyebab Herpes dan Jenis Herpes

Pada dasarnya, ada dua jenis. Keduanya sama-sama disebabkan oleh virus herpes, namun gejala yang ditunjukkan oleh kedua jenis ini tidak sepenuhnya sama. berikut penjelasan lengkapnya:

1. Herpes Simplex

Herpes simplex adalah jenis yang menyebabkan ruam dan luka melepuh di leher, lengan, dan di bagian tubuh lainnya. Berikut adalah penyebab herpes berdasarkan virus yang menjadi pemicunya:

  • HSV-1

Tipe 1 atau dikenal dengan Herpes Simplex Virus-1 (HSV-1), virus  ini menyerang bagian mulut atau pinggang ke atas. HSV-1 pada kenyataannya adalah infeksi yang sangat umum.

Di Amerika Serikat, sekitar 30% sampai 90% penderitanya adalah orang dewasa, namun banyak orang tidak pernah mengalami gejalanya. Penyakit kulit ini bisa muncul di beberapa bagian tubuh seperti di leher, bibir, atau bagian atas tubuh lainnya.

Infeksi tipe HSV 1 seperti yang muncul di leher, yang mirip sariawan di mulut, dan ruam lepuh lainnya. Bisa diobati, tapi tidak bisa sembuh secara total karena sewaktu-waktu kalau tubuh lemah bisa muncul lagi.

Herpes adalah penyakit yang sangat berkaitan dengan masalah daya tahan tubuh, maka Anda harus menjaga daya tahan tubuh agar selalu prima. Ketika daya tahan tubuh prima, virus akan bertahan di tubuh dan tidak menyebabkan gejala gangguan kesehatan seperti gatal dan luka melepuh.

Ketika daya tahan tubuh menurun, virus ini kembali menyebabkan luka yang kemudian akan tampak merah, gatal, dan berair. Maka dari itu, jika sudah pernah sekali mengalami infeksi virus tipe HSV 1 ini, Anda harus selalu menjaga daya tahan tubuh Anda agar infeksi virus penyakit ini tidak kambuh kembali.

  • HSV-2

Penyebab tipe 2, biasa dikenal dengan HSV-2 (herpes genitalis). Virus ini menyerang bagian pinggang ke bawah, biasanya bagian kelamin. HSV-2 tidak bisa menular melalui udara, tetapi virus ini bisa menular melalui hubungan seks.

Tipe ini bisa muncul di vagina, dubur, dan selangkangan. Bahkan tidak bisa sembuh.Pada laki-laki, herpes ini bisa terlihat tapi pada perempuan tidak terlihat.

Meskipun tidak terlihat secara langsung, perempuan harus tetap mewaspadai serangan infeksi virus HSV-2 ini. Gejala infeksi virus herpes tipe kedua ini dapat dilihat dari beberapa ciri khusus yang bisa teramati secara langsung.

Beberapa tanda yang dapat ditemukan ketika seorang perempuan terinfeksi virus HSV tipe kedua adalah rasa gatal yang tidak tertahankan pada miss V, keluarnya cairan dari alat genital yang tidak biasa, ada benjolan di sekitar alat genital, sakit saat buang air kecil, dan ada luka di sekitar alat kelamin atau anus.

Sangat disarankan untuk tidak berganti-ganti pasangan dalam berhubungan seksual dan segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat jika muncul gejala infeksi.

2. Herpes Zoster

Herpes zoster juga dikatakan penyakit infeksi pada kulit yang merupakan lanjutan dari pada chickenpox (cacar air) karena virus penyebabnya masih sama. Bedanya, herpes zoster memiliki ciri cacar benjolan kecil yang lebih besar dan berkelompok pada bagian tertentu di badan, bisa di bagian punggung, dahi atau dada.

Proses penularannya bisa melalui bersin, batuk, pakaian yang tercemar dan sentuhan ke atas benjolan lepuh yang pecah.

Salah satu cara terbaik untuk mencegah tertular penyakit akibat virus herpes zoster ini adalah dengan menjaga kebersihan barang sehari-hari, menjaga daya tahan tubuh, dan meminimalkan kontak langsung dengan penderita yang sedang terkena penyakit cacar air.

Biasanya, kondisi ini dialami oleh anak-anak. Hal tersebut sebenarnya bukan tanpa alasan. Anak-anak mudah tertular penyakit ini disebabkan karena daya tahan tubuhnya yang masih lemah.

Selain itu, jika ada salah satu dari teman mereka yang mengalami infeksi penyakit ini baru sembuh dari penyakit ini, anak-anak sangat mudah untuk tertular karena mereka belum dapat membatasi diri untuk tidak berkontak langsung dengan teman mereka yang baru sembuh dari cacar air atau herpes zoster.

Gejala Herpes

Gejala herpes adalah hal yang harus diwaspadai agar tidak menjadi semakin parah. Ciri-ciri yang umum di antaranya:

  • Demam
  • Menggigil
  • Sesak napas
  • Nyeri di persendian
  • Pegal di satu bagian rubuh
  • Muncul bintik kemerahan pada kulit
  • Sakit perut

Biasanya gejala ini akan terjadi kurang lebih 8 hari atau 1 minggu. Sementara itu berikut ini gejala herpes berdasarkan jenisnya:

1. Herpes simpleks

Penderitanya mungkin tidak memiliki luka atau gejala yang tampak dan masih terinfeksi virus. Penderitanya juga dapat menularkan virus. Berikut ini beberapa gejala yangberhubungan dengan virus ini:

  • Luka melepuh di mulut atau di alat kelamin
  • Nyeri saat buang air kecil (genital)
  • Gatal
  • Demam
  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Sakit kepala
  • Kelelahan
  • Kurang nafsu makan

Penyakit ini juga dapat menyerang mata, mengakibatkan kondisi kulit yang disebut herpes keratitis. Ini dapat menyebabkan gejala seperti sakit mata, keputihan, dan perasaan mata kelilipan benda kecil.

2. Herpes Zosfer

Tanda dan gejalanya biasanya muncul di sebagian kecil dari satu sisi tubuh. Berikut tanda dan gejala herpes zosfer:

  • Nyeri, sensasi terasa terbakar, mati rasa atau kesemutan
  • Sensitivitas dengan sentuhan
  • Ruam merah beberapa hari setelah sakit
  • Kulit melepuh berisi cairan, yang kemudian pecah dan mengeras
  • Gatal
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Sensitivitas terhadap cahaya
  • Kelelahan

Biasanya ruam muncul dengan garis lepuh yang membungkus sisi kiri atau kanan tubuh. Ada kalanya ruam muncul di sekitar satu mata, di satu sisi leher, atau wajah.

Baca Juga: Herpes Simplex: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dll.

Pengobatan Herpes secara Alami

Ada beberapa obat herpes alami atau pengobatan yang bisa dilakukan di rumah untuk mengurangi rasa sakit. Berikut ini beberapa langkah untuk mencegah lesi memburuk dan menyebar atau infeksi yang berulang:

1. Kompres dingin

Letakkan kompres es dengan baik pada lesi untuk merasa lebih baik. Pilek tidak akan memperburuk atau memperbaiki kondisi lesi, tetapi dapat mengurangi rasa sakit.

2. Hindari menggaruk

Jangan menyentuh atau mengaruk lesi yang disebabkan oleh herpes, karena ini dapat menyebarkan infeksi ke area lain dari kulit Anda sendiri.

3. Menjaga luka tetap bersih

Cold sores (lepuhan-lepuhan kecil) dan infeksi herpes genital dapat terinfeksi oleh bakteri dari tangan Anda atau, atau dari urine atau feses. Jadi, sangat penting untuk menjaga luka dan lecet tetap bersih dan kering untuk menghindari infeksi lanjut.

4. Hindari atau kurangi stres

Guna mengurangi rasa sakit dan mencegah kekambuhan, kurangi stres, karena stres dapat mengganggu fungsi sistem kekebalan tubuh yang optimal.

Tidak hanya memikirkan cara pengobatannya saja, melainkan juga fokus untuk memperbaiki daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan yang sehat saat masa penyembuhan dan setelah infeksi berhasil ditangani.

Pengobatan Herpes secara Medis

Hingga saat ini tidak ada obat yang bisa menghilangkan virus herpes. Namun, dokter akan meresepkan antivirus, seperti asiklovir, yang dapat mencegah virus berkembang. penggunaan obat antivirus dapat membantu menghentikan penyebaran penyakit lebih cepat dan juga akan membantu mengurangi keparahan gejala.

Dokter biasanya meresepkan obat saat pertama kali pasien memiliki gejala. Karena wabah yang berulang seringkali ringan, dan perawatan biasanya tidak diperlukan.

Hal terpenting yang harus dilakukan oleh penderita ketika telah mendeteksi gejala herpes adalah menjaga benjolan cairan tidak pecah agar tidak meninggalkan bekas luka dan menjadi jalan masuk bagi kuman lain (infeksi sekunder). Penderita yang tidak tahan dengan kondisi hawa dingin dianjurkan untuk tidak mandi, karena bisa menimbulkan shock.

Obat herpes adalah obat yang ditujukan untuk mengurangi keluhan gejala seperti nyeri dan demam, misalnya diberikan Paracetamol. Selain memberikan obat yang bisa mengurangi rasa nyeri dan demam, penderitanya juga dapat diberikan obat antiviral yang dapat membantu tubuh melawan gejala infeksi virus tersebut.

Pemberian Acyclovir tablet (Desciclovir, Famciclovir, Valacyclovir, dan Penciclovir) sebagai antiviral bertujuan untuk mengurangi demam, nyeri, komplikasi serta melindungi seseorang dari ketidakmampuan daya tahan tubuh melawan virus.

Sebaiknya, pemberian obat Acyclovir saat timbulnya rasa nyeri atau rasa panas membakar pada kulit, tidak perlu menunggu munculnya benjolan cairan (blisters). Herpes adalah penyakit yang mengganggu, tapi tetap bisa ditangani sehingga Anda tidak perlu gelisah. Kondisi tubuh yang terinfeksi virus ini dapat sembuh lebih cepat jika daya tahan tubuh kuat.

Pada kondisi serius di mana daya tahan tubuh sesorang sangat lemah, penderita sebaiknya mendapatkan pengobatan terapi infus (IV) Acyclovir.

Pencegahan Herpes

Jika belum pernah terkena penyakit ini, tentu saja ada upaya pencegahan yang bisa dilakukan agar imunitas seseorang mampu menangkal infeksi virus ini. Sebagai upaya pencegahan, sebaiknya seseorang mendapatkan imunisasi vaksin Varisela zoster dengan urutan:

  • Pada anak sehat usia 1-12 tahun diberikan satu kali
  • Diberikan lagi pada masa pubertas untuk memantapkan kekebalan menjadi 60%-80%.
  • Diberikan imunisasi sekali lagi saat dewasa untuk menyempurnakannya

Kekebalan tubuh yang didapat ini bisa bertahan sampai 10 tahun agar anak tidak mudah terkena virus.

Sementara untuk mengurangi risiko terkena atau menularkan herpes genital, berikut langkah yang harus dilakukan:

  • Menggunakan kondom saat berhubungan seks
  • Tidak berhubungan seks saat gejala muncul (genital, anal, atau kulit ke kulit)
  • Jangan mencium ketika ada luka dingin di sekitar mulut
  • Tidak memiliki banyak pasangan seksual

Hal yang paling penting adalah jika mencurigai seseorang terinfeksi, segeralah bawa ke dokter untuk melakukan identifikasi awal. Ini menjadi langkah yang penting karena berkaitan dengan kesehatan penderita dan orang-orang di sekitarnya.

Biasanya, dokter akan melakukan pemeriksaan sesuai gejala yang timbul. Infeksi  virus herpes sebenarnya dapat dilihat secara kasat mata dengan memerhatikan luka yang timbul akibat serangan penyakit ini.

Apabila dokter menyarankan untuk melakukan prosedur observasi lanjutan, Anda akan diarahkan untuk melakukan tes antibodi dengan mengambil sampel darah atau melakukan kultur virus dengan cara mengambil cairan genital atau cairan yang berasal dari luka seseorang yang mengalami infeksi ini.

 

  1. Boskey, Elizabeth. 2019. An Overview of Herpes. https://www.verywellhealth.com/herpes-overview-2633380 (Diakses 3 September 2019)
  2. Boskey, Elizabeth. 2019. Effective Treatments for Herpes. https://www.verywellhealth.com/herpes-treatment-3133020 (Diakses 3 September 2019)
  3. Dock, Elly. 2019. Herpes Simplex. https://www.healthline.com/health/herpes-simplex#symptoms (Diakses 3 September 2019)
  4. Mato Clinic Staff. 2018. Shingles. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/shingles/symptoms-causes/syc-20353054 (Diakses 3 September 2019)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi