Herpes: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

herpes-doktersehat

Doktersehat.com – Nama penyakit herpes bukan merupakan hal baru bagi sebagian orang. Penyakit ini menyebabkan kulit mengalami luka melepuh, gatal, merah, dan berair. Herpes adalah penyakit kulit yang timbul akibat serangan virus herpes simplex (HSV). Penyakit herpes kulit dan herpes genital merupakan jenis herpes yang paling umum ditemui. Infeksi virus herpes yang menyebabkan adanya luka di leher, di bibir, atau di bagian tubuh yang lain pasti menyebabkan sensasi gatal terkadang disertai perih.

Anda harus mengetahui lebih lanjut apa itu herpes agar mendapatkan penanganan yang tepat. Cara mengobati infeksi virus herpes juga perlu untuk Anda ketahui. Simak informasi lengkap tentang penyakit herpes di bawah ini.

Apa Itu Herpes?

Herpes adalah penyakit radang kulit yang ditandai dengan pembentukan benjolan-benjolan berisi air secara berkelompok. Penyakit ini disebabkan oleh virus herpes yaitu virus HSV. Penyakit yang satu ini juga kadang disebut penyakit cacar oleh sebagian orang.

Jika diperhatikan, kini cukup banyak bermunculan penyakit kulit yang mirip gejala herpes. Bedanya, disebabkan oleh hewan-hewan kecil yang menempel pada tanaman, lalu terbang dan menempel di pakaian yang sedang kita jemur.

Gejala herpes dan penyakit kulit yang cukup mirip seringkali membuat orang berpikir terkena herpes saat terkena penyakit kulit lainnya. Apabila Anda mengalami gejala penyakit yang mirip dengan infeksi virus herpes namun tidak yakin dengan dugaan Anda, maka periksakan diri ke dokter untuk mengetahui dengan pasti tentang penyakit kulit yang sedang diderita.

Penyebab Herpes dan Jenis Herpes

Penjelasan di awal, Anda tentunya sudah mengetahui bahwa penyakit herpes disebabkan karena infeksi virus herpes. Pada dasarnya, ada dua jenis herpes, yaitu Herpes Simplex dan Herpes Zoster. Keduanya sama-sama disebabkan oleh virus herpes, namun gejala herpes yang ditunjukkan oleh kedua jenis ini tidak sepenuhnya sama.

1. Herpes Simplex

Herpes simplex adalah jenis penyakit herpes yang menyebabkan ruam dan luka melepuh di leher, lengan, dan di bagian tubuh lainnya. Berikut adalah penyebab herpes berdasarkan virus yang menjadi pemicu penyakit ini:

  • HSV-1

Tipe 1 atau dikenal dengan Herpes Simplex Virus-1 (HSV-1), virus herpes ini menyerang bagian mulut atau pinggang ke atas. HSV-1 pada kenyataannya adalah infeksi yang sangat umum.

Di Amerika Serikat, sekitar 30% sampai 90% dari orang yang terkena herpes kulit lebih banyak pada orang dewasa, walaupun banyak orang tidak pernah mengalami gejalanya. Herpes bisa muncul di beberapa bagian tubuh seperti di leher, bibir, atau bagian atas tubuh lainnya.

Infeksi virus herpes tipe HSV 1 seperti herpes di leher, herpes mirip sariawan di mulut, dan ruam lepuh lainnya. Bisa diobati tapi tidak bisa sembuh secara total karena sewaktu-waktu kalau tubuh lemah bisa muncul lagi.

Herpes adalah penyakit yang sangat berkaitan dengan masalah daya tahan tubuh, maka Anda harus menjaga daya tahan tubuh agar selalu prima. Ketika daya tahan tubuh prima, virus herpes akan bertahan di tubuh dan tidak menyebabkan gejala gangguan kesehatan seperti gatal dan luka melepuh.

Namun, ketika daya tahan tubuh menurun, virus herpes ini kembali menyebabkan luka yang kemudian akan tampak merah, gatal, dan berair. Maka dari itu, jika sudah pernah sekali mengalami infeksi virus herpes tipe HSV 1 ini, Anda harus selalu menjaga daya tahan tubuh Anda agar infeksi virus penyakit ini tidak kambuh kembali.

  • HSV-2

Selain HSV 1, masih ada lagi virus penyebab penyakit herpes jenis lainnya. Penyebab herpes tipe 2, biasa dikenal dengan HSV-2 (herpes genitalis). Virus ini menyerang bagian pinggang ke bawah, biasanya bagian kelamin sehingga biasa disebut dengan herpes genitalis. HSV-2 tidak bisa menular melalui udara, tetapi virus herpes ini bisa menular melalui hubungan seks.

Herpes ini bisa muncul di vagina, dubur, dan selangkangan. Bahkan tidak bisa sembuh. Pada laki-laki, herpes ini bisa terlihat tapi pada perempuan tidak terlihat. Meskipun demikian, bukan berarti herpes genital ini tidak dapat menyerang perempuan. Meskipun tidak terlihat secara langsung, perempuan harus tetap mewaspadai serangan infeksi virus HSV-2 ini. Gejala infeksi virus herpes tipe kedua ini dapat dilihat dari beberapa ciri khusus yang bisa teramati secara langsung.

Beberapa tanda yang dapat ditemukan ketika seorang perempuan terinfeksi virus HSV tipe kedua adalah rasa gatal yang tidak tertahankan pada miss V, keluarnya cairan dari alat genital yang tidak biasa, ada benjolan di sekitar alat genital, sakit saat buang air kecil, dan ada luka di sekitar alat kelamin atau anus.

Untuk mencegah infeksi virus herpes tipe kedua ini, sangat disarankan untuk tidak berganti-ganti pasangan dalam berhubungan seksual dan segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat jika muncul gejala infeksi virus herpes yang tidak diinginkan.

2. Herpes Zoster

Herpes zoster juga dikatakan penyakit infeksi pada kulit yang merupakan lanjutan dari pada chickenpox (cacar air) karena virus penyebab herpes yang menyerang adalah sama. Bedanya, herpes zoster memiliki ciri cacar benjolan kecil yang lebih besar dan berkelompok pada bagian tertentu di badan, bisa di bagian punggung, dahi atau dada.

Proses penularan virus herpes zoster ini bisa melalui bersin, batuk, pakaian yang tercemar dan sentuhan ke atas benjolan lepuh yang pecah. Salah satu cara terbaik untuk mencegah tertular penyakit akibat virus herpes zoster ini adalah dengan menjaga kebersihan barang sehari-hari, menjaga daya tahan tubuh, dan meminimalkan kontak langsung dengan penderita yang sedang terkena penyakit cacar air.

Biasanya, yang kerap mengalami herpes zoster adalah anak-anak. Hal tersebut sebenarnya bukan tanpa alasan. Anak-anak mudah tertular penyakit ini disebabkan karena daya tahan tubuhnya yang masih lemah.

Selain itu, jika ada salah satu dari teman mereka yang mengalami infeksi virus herpes atau baru sembuh dari penyakit ini, anak-anak sangat mudah untuk tertular karena mereka belum dapat membatasi diri untuk tidak berkontak langsung dengan teman mereka yang baru sembuh dari cacar air atau herpes zoster.

Gejala Herpes

Gejala herpes adalah hal yang harus diwaspadai agar tidak menjadi semakin parah. Ciri-ciri yang timbul akibat serangan virus herpes secara umum di antaranya:

  • Demam
  • Menggigil
  • Sesak napas
  • Nyeri di persendian
  • Pegal di satu bagian rubuh
  • Muncul bintik kemerahan pada kulit
  • Sakit perut

Biasanya gejala herpes ini akan terjadi kurang lebih 8 hari atau 1 minggu. Sementara itu berikut ini gejala herpes berdasarkan jenisnya:

1. Herpes simpleks

Penderita herpes mungkin tidak memiliki luka atau gejala yang tampak dan masih terinfeksi virus. Penderitanya juga dapat menularkan virus. Berikut ini beberapa gejala yangberhubungan dengan virus ini:

  • Luka melepuh di mulut atau di alat kelamin
  • Nyeri saat buang air kecil (herpes genital)
  • Gatal
  • Demam
  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Sakit kepala
  • Kelelahan
  • Kurang nafsu makan

Penyakit ini juga dapat menyerang mata, mengakibatkan kondisi kulit yang disebut herpes keratitis, yang dapat menyebabkan gejala seperti sakit mata, keputihan, dan perasaan mata kelilipan benda kecil.

2. Herpes Zosfer

Tanda dan gejala herpes zoster biasanya muncul di sebagian kecil dari satu sisi tubuh. Berikut tanda dan gejalaherpes zosfer:

  • Nyeri, sensasi terasa terbakar, mati rasa atau kesemutan
  • Sensitivitas dengan sentuhan
  • Ruam merah beberapa hari setelah sakit
  • Kulit melepuh berisi cairan, yang kemudian pecah dan mengeras
  • Gatal
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Sensitivitas terhadap cahaya
  • Kelelahan

Biasanya, ruam herpes zoster muncul dengan garis lepuh yang membungkus sisi kiri atau kanan tubuh. Ada kalanya ruam herpes zoster muncul di sekitar satu mata, di satu sisi leher, atau wajah.

Pengobatan Herpes secara Alami

Ada beberapa obat herpes alami atau pengobatan yang bisa dilakukan di rumah untuk mengurangi rasa sakit akibat herpes. Berikut ini beberapa langkah untuk mencegah lesi memburuk dan menyebar atau infeksi yang berulang:

1. Kompres dingin

Letakkan kompres es dengan baik pada lesi untuk merasa lebih baik. Pilek tidak akan memperburuk atau memperbaiki kondisi lesi, tetapi dapat mengurangi rasa sakit.

2. Hindari menggaruk

Jangan menyentuh atau mengaruk lesi yang disebabkan oleh herpes, karena ini dapat menyebarkan infeksi ke area lain dari kulit Anda sendiri.

3. Menjaga luka tetap bersih

Cold sores (lepuhan-lepuhan kecil) dan infeksi herpes genital dapat terinfeksi oleh bakteri dari tangan Anda atau, atau dari urine atau feses. Jadi, sangat penting untuk menjaga luka dan lecet tetap bersih dan kering untuk menghindari infeksi lanjut.

4. Hindari atau kurangi stres

Guna mengurangi rasa sakit dan mencegah kekambuhan akibat herpes, kurangi stres, karena stres dapat mengganggu fungsi sistem kekebalan tubuh yang optimal.

Tidak hanya memikirkan cara pengobatannya saja, melainkan juga fokus untuk memperbaiki daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan yang sehat saat masa penyembuhan dan setelah infeksi herpes berhasil ditangani.

Pengobatan Herpes secara Medis

Hingga saat ini tidak ada obat yang bisa menghilangkan virus herpes. Namun, dokter akan meresepkan antivirus, seperti asiklovir, yang dapat mencegah virus berkembang. penggunaan obat antivirus dapat membantu menghentikan penyebaran penyakit lebih cepat dan juga akan membantu mengurangi keparahan gejala.

Dokter biasanya meresepkan obat penyakit herpes saat pertama kali pasien memiliki gejala. Karena wabah yang berulang seringkali ringan, dan perawatan biasanya tidak diperlukan.

Hal terpenting yang harus dilakukan oleh penderita ketika telah mendeteksi gejala herpes adalah menjaga benjolan cairan tidak pecah agar tidak meninggalkan bekas luka dan menjadi jalan masuk bagi kuman lain (infeksi sekunder). Penderita yang tidak tahan dengan kondisi hawa dingin dianjurkan untuk tidak mandi, karena bisa menimbulkan shock.

Obat herpes adalah obat yang ditujukan untuk mengurangi keluhan gejala seperti nyeri dan demam, misalnya diberikan Paracetamol. Selain memberikan obat penyakit herpes yang bisa mengurangi rasa nyeri dan demam, penderita infeksi virus herpes juga dapat diberikan obat antiviral yang dapat membantu tubuh melawan gejala infeksi virus tersebut.

Pemberian Acyclovir tablet (Desciclovir, Famciclovir, Valacyclovir, dan Penciclovir) sebagai antiviral bertujuan untuk mengurangi demam, nyeri, komplikasi serta melindungi seseorang dari ketidakmampuan daya tahan tubuh melawan virus herpes.

Sebaiknya, pemberian obat Acyclovir saat timbulnya rasa nyeri atau rasa panas membakar pada kulit, tidak perlu menunggu munculnya benjolan cairan (blisters). Herpes adalah penyakit yang mengganggu, tapi tetap bisa ditangani sehingga Anda tidak perlu gelisah. Kondisi tubuh yang terinfeksi virus herpes dapat sembuh lebih cepat jika daya tahan tubuh kuat.

Sekali lagi, herpes adalah penyakit yang sangat berkaitan dengan daya tahan tubuh. Pada kondisi serius di mana daya tahan tubuh sesorang sangat lemah, penderita penyakit cacar (herpes) sebaiknya mendapatkan pengobatan terapi infus (IV) Acyclovir.

Pencegahan Herpes

Jika belum pernah terkena herpes, tentu saja ada upaya pencegahan yang bisa dilakukan agar imunitas seseorang mampu menangkal infeksi virus ini. Sebagai upaya pencegahan, sebaiknya seseorang mendapatkan imunisasi vaksin Varisela zoster dengan urutan:

  • Pada anak sehat usia 1-12 tahun diberikan satu kali
  • Diberikan lagi pada masa pubertas untuk memantapkan kekebalan menjadi 60%-80%.
  • Diberikan imunisasi sekali lagi saat dewasa untuk menyempurnakannya

Kekebalan tubuh yang didapat ini bisa bertahan sampai 10 tahun agar anak tidak mudah terkena virus herpes.

Sementara untuk mengurangi risiko terkena atau menularkan herpes genital, berikut langkah yang harus dilakukan:

  • Menggunakan kondom saat berhubungan seks
  • Tidak berhubungan seks saat gejala muncul (genital, anal, atau kulit ke kulit)
  • Jangan mencium ketika ada luka dingin di sekitar mulut
  • Tidak memiliki banyak pasangan seksual

Hal yang paling penting adalah jika mencurigai seseorang terinfeksi herpes kulit, segeralah bawa ke dokter untuk melakukan identifikasi awal. Ini menjadi langkah yang penting karena berkaitan dengan kesehatan penderita dan orang-orang di sekitarnya.

Biasanya, dokter akan melakukan pemeriksaan sesuai gejala yang timbul. Infeksi akibat virus herpes sebenarnya dapat dilihat secara kasat mata dengan memerhatikan luka yang timbul akibat serangan penyakit ini. Namun, apabila dokter menyarankan untuk melakukan prosedur observasi lanjutan, Anda akan diarahkan untuk melakukan tes antibodi dengan mengambil sampel darah, atau melakukan kultur virus herpes dengan cara mengambil cairan genital atau cairan yang berasal dari luka seseorang yang mengalami infeksi herpes ini.

Ingat, selalu jaga daya tahan tubuh dan jangan lupa untuk menjaga kebersihan benda-benda di sekitar Anda agar terhindar dari infeksi penyakit akibat virus, termasuk infeksi dari virus herpes ini.

Kini Anda sudah tahu kan apa itu herpes, penyebab herpes, dan pengobatan herpes? Selalu waspada, ya, Teman Sehat!

 

Informasi kesehatan ini telah ditinjau oleh dr. Jati Satriyo

 

Sumber:

  1. Boskey, Elizabeth. 2019. An Overview of Herpes. https://www.verywellhealth.com/herpes-overview-2633380 (Diakses 3 September 2019)
  2. Herpes Simplex. https://www.healthline.com/health/herpes-simplex#symptoms (Diakses 3 September 2019)
  3. Shingles. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/shingles/symptoms-causes/syc-20353054 (Diakses 3 September 2019)
  4. Boskey, Elizabeth. 2019. Effective Treatments for Herpes. https://www.verywellhealth.com/herpes-treatment-3133020 (Diakses 3 September 2019)