Terbit: 29 Januari 2019 | Diperbarui: 30 Januari 2019
Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Pernahkan Anda mendengar apa itu BSDM? Jika berbicara tentang BDSM, salah satu contoh mudah yang dapat diberikan adalah kisah dalam film ‘Fifty Shades of Grey’ dan sekuelnya. Ya, film ini memang berbecerita tentang seks BDSM. Sayanganya banyak orang yang kemudian mengartikan BDSM sebagai aktivitas seksual yang menyiksa pasangan. Benarkah begitu?

Mengenal Apa Itu BDSM, Seks yang Sering Dikaitkan dengan Kekerasan

Apa Itu BDSM?

Jika berbicara tentang apa itu BDSM, seseorang cenderung langsung berpikiran tentang seks yang abusive atau mengandung kekerasan. Hal ini tentunya tidak sepenuhnya benar, karena BDSM memiliki arti yang lebih luas dari sekedar aktivitas seksual yang menyiksa pasangan.

Kepanjangan BDSM adalah mewakili kata bondage, discipline, sadism, dan masochism. Secara umum, BDSM sebenarnya merujuk pada berbagai aktivitas seskual yang melibatkan dominasi, penyerahan, permainan peran, dan masih banyak lagi. BDSM sex dapat lebih dipahami dengan 3 istilah berikut, yaitu bondage and discipline, dominance and submission, dan sadism and masochism.

1. Bondage and Discipline

Bondage adalah penggunaan alat seperti borgol, tali, atau rantai untuk mengikat pasangan selama melalukan aktivitas seksual. Sedangkan discipline atau disiplin adalah pengekangan psikologis di mana salah peran yang dominan dapat memberikan hukuman pada yang didominasi atau submisif. Hukuman bisa berupa hukuman fisik, seperti cambuk contohnya.

2. Dominance and submission

Dalam seks BDSM, satu orang dapat mengambil peran dominan yang mendominasi permainan dan pasangannya harus tuntuk dan hanya mengukuti permainan. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa peran dominan dapat memberikan hukuman atau tindakan pada pasangannya.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Sensodyne - Advertisement

3. Sadism and masochism

Sadism and masochism atau sadisme dan masokisme sering disingkat juga menjadi sadomasokisme. Umumnya peran dominan akan mengambil perilaku sadisme dan mendapatkan kesenangan dari menimbulkan rasa sakit pada pasangan. Di sisi lain, peran submisif justru mendapatkan kesenangan dari disakiti oleh pasangannya.

Jika melihat dari istilah-istilah di atas, tentunya yang terbayang BDSM adalah aktivitas seksual di mana salah satu mengambil peran dominan dan dapat menyiksa pasangan sesukanya. Tentunya hal ini tidak benar. Seks BDSM sebenarnya lebih memberatkan pada adanya satu pihak yang mendominasi pihak lain, bukan tentang penyiksaan atau rasa sakit.

Apakah Seks BDSM Aman?

Setelah mengatahui gambaran apa itu BDSM, tentunya akan muncul pertanyaan tentang apakah seks ini aman untuk dilakukan? Pada dasarnya seks BDSM memiliki 3 prinsip yaitu safe, sane, dan consensual yang artinya aman, waras, dan konsunsual atau disepakati kedua belah pihak.

Meskipun melakukan permainan peran, asalkan aktivitas seksual yang dilakukan aman untuk kedua belah pihak, maka tidak akan menjadi masalah. Seks BDSM yang dilakukan juga masih harus di batas wajar dan tidak berlebihan. Terakhir yang terpenting adalah kedua belah pihak setuju untuk melakukannya.

Sangat penting untuk berkomunikasi dengan pasangan jika Anda memiliki kecenderungan untuk melakukan BDSM sex. Memiliki fantasi seks atau kebiasaan seks tertentu memang tidak ada salahnya, asalkan Anda selalu dapat berkomunikasi baik dengan pasangan untuk mewujudkannya.

Jika tidak BDSM sex yang dilakukan sudah berbahaya, di luar kewajaran, dan juga tidak dengan persetujuan. Hal ini akan lebih tepat disebut sebagai sex abusive atau bahkan sex violence.

BDSM juga bisa berbahaya jika yang mengambil peran submisif memiliki perilaku masokisme yang dapat membahayakan dirinya sendiri. Perlu diketahui bahwa masokisme termasuk ke dalam penyimpangan seksual. Meskipun begitu, seorang masih dapat hidup dengan normal jika dapat mengendalikan perilaku masokisnya tersebut.

Adakah Manfaat Seks BDSM?

Sama halnya seperti jenis aktivitas seksual lainnya, tentunya BDSM juga memiliki manfaatnya tersendiri. BDSM bisa menjadi permainan Anda dan pasangan. Permainan pada dasarnya tidak hanya baik untuk anak-anak, tapi juga bisa menjadi sumber kesenangan bagi orang dewasa.

Melakukan BDSM dan bermain peran seperti yang Anda inginkan mungkin akan meningkatkan tingkat kesenangan dari sekedar berhubungan seks biasa. BDSM juga mengaharuskan Anda untuk saling percaya pada pasangan. Tentunya hal ini akan bagus untuk semakin memperkuat kepercayaan Anda dengan pasangan.

Sebagian orang mungkin merasakan bahwa seks BDSM dapat menjadi menyenangkan dan meningkatkan kepuasan dalam aktivitas seksualnya. Sebagian lainnya merasakan hubungan yang semakin erat dengan pasangannya. Menyalurkan apa yang diinginkan dalam hubungan seksual juga bisa membuat orang menjadi lebih rileks dan bisa terhindar dari stres.

BDSM yang Sering Disalahartikan

Pengertian apa itu BDSM memang sering kali banyak disalahartikan. Pertama adalah keselahpahaman yang menyamakan BDSM dengan kekerasan. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, hal ini tidak benar.

Selain itu, tentu banyak dari Anda yang berpikir bahwa pada BDSM, pria akan selalu mengambil peran yang dominan. Perlu diketahui bahwa pernyataan ini juga salah. Baik wanita maupun pria pada dasarnya bisa mengambil peran dominan. Semua tergantung pada ketertarikannya masing-masing.

BDSM juga ternyata tidak melulu soal seks dan orgasme saja. Orang dengan BDSM mungkin memiliki ‘klimaks’ yang berbeda seperti sensasi atau emosi tertentu misalnya. Ternyata tidak semua orang mengaitkan BDSM dengan hubungan seksual, tapi ada juga yang menganggapnya sebagai olahraga, hobi, seni, atau bahkan sebagai latihan spiritual.

Tidak dapat dipungkiri memang BDSM dapat mengarah pada kekerasan, karena memang adanya sadomasikisme. Meskipun begitu, BDSM tidak dapat digeneralisir sebagai suatu tindak kekerasan. Begitu juga dengan pelakunya. Kita tidak dapat menyatakan bahwa orang yang menyukai BDSM lebih berbahaya dengan yang tidak.

Orang yang tidak menyukai BDSM juga bisa saja bertindak kekerasan. Maka dari itu, BDSM tidak perlu dipandang sebagai hal yang negatif. Memiliki ketertarikan pada seks BDSM juga tidak seharunya membaut seseorang malu.

Selalu diskusikan dengan pasangan Anda tentang ketertarikan seksual Anda, karena hal tersebut bisa menjadi salah satu kunci untuk mendapatkan hubungan yang harmonis dengan pasangan.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi