Mengenal Lebih Dekat Apa Itu Bayi Tabung

Doktersehat-proses-bayi-tabung

DokterSehat.Com – Bagi pasangan suami istri yang kesulitan memiliki anak, sepertinya mulai saat tidak perlu merasa kecewa. Pesatnya perkembangan teknologi kedokteran ternyata mampu mengatasi masalah ini.

Teknologi itu dinamakan metode bayi tabung, secara medis proses bayi tabung disebut in vitro fertilization (IVF). Kehamilan yang terjadi diawali dengan sel telur dibuahi oleh sperma di luar tubuh yaitu di dalam sebuah tabung.

Apa itu Bayi Tabung?

Tidak sama dengan kehamilan pada umumnya, di mana proses pembuahan terjadi di dalam tubuh, proses bayi tabung memiliki beberapa prosedur tertentu. Biasanya prosedur bayi tabung dilakukan setelah konsumsi obat-obatan, tindakan bedah atau inseminasi buatan tidak mampu mengatasi masalah ketidaksuburan.

Bayi tabung adalah suatu prosedur yang dilakukan untuk membantu proses kehamilan bagi pasangan yang memiliki gangguan kesuburan. Prosedur bayi tabung ini dilakukan jika gangguan kesuburan tidak teratasi atau tidak diketahui penyebabnya.

baca juga: Benarkah Bayi Tabung Memicu Risiko Autisme?

Dalam keadaan siklus menstruasi normal, sel telur yang sudah matang akan lepas dari indung telur untuk dibuahi oleh sperma di saluran indung telur, lalu menempel pada dinding rahim. Atau bila tidak dibuahi, akan tetap berjalan ke rahim dan luruh bersama dinding rahim menjadi darah menstruasi.

Bayi tabung metode program kehamilan yang dilakukan dengan menggabungkan sel telur dan sperma di luar tubuh. Setelah penggabungan, sel telur yang sudah dibuahi (embrio) akan diletakkan kembali pada rahim.

Proses Bayi Tabung

Sebelum melakukan program bayi tabung, pertama-tama Anda harus mengetahui siklus menstruasi. Anda juga disarankan untuk mengonsumsi pil kontrasepsi sebelum melakukan program ini

Mengonsumsi pil kontrasepsi terbukti dapat meningkatkan kesuksesan dari program  bayi tabung dan juga dapat menurunkan risiko sindrom hiperstimulasi ovarium dan kista ovarium. Namun, tidak semua dokter biasanya merekomendasikan hal ini.

Setelah ovarium melepaskan sel telur, dokter akan memberikan Anda antagonis GnRH (seperti Ganirelix) atau agonis GnRH (seperti Lupron). Obat ini biasanya berupa obat suntik. Obat ini memungkinkan dokter untuk mengontrol penuh siklus ovulasi Anda saat program bayi tabung dimulai.

Jika ovarium belum melepaskan sel telur, dokter mungkin akan memberikan Anda obat progesteron dalam bentuk Provera. Anda akan diminta untuk menggunakan antagonis dan agonis GnRH sekitar 6 hari atau lebih setelah Anda mengambil pil Provera.

Namun, hal ini mungkin berbeda-beda antar individu, oleh karenanya selalu ikuti instruksi dari dokter.

Sedangkan selama prosedur pengambilan sel telur, dokter akan mencari folikel dalam rahim dengan menggunakan bantuan USG. Sel telur kemudian akan diambil dengan menggunakan jarum khusus yang memiliki rongga.

Prosedur ini berlangsung sekitar 30 menit hingga satu jam. Sebagian wanita diberikan obat pereda nyeri sebelum dilakukan prosedur tersebut, namun bisa juga diberikan obat penenang ringan hingga dibius total.

Setelah itu sel telur segera dipertemukan dengan sperma pasangan—yang harus diambil pada hari yang sama. Kemudian disimpan di dalam klinik untuk memastikan perkembangannya maksimal.

Setelah embrio hasil pembuahan sel telur dan sperma tersebut dianggap cukup matang, maka embrio akan dimasukkan ke dalam rahim. Dokter akan memasukkan semacam tabung penyalur yang disebut kateter ke dalam vagina hingga sampai ke dalam rahim. Guna memperbesar kemungkinan hamil, tiga embrio umumnya ditransfer sekaligus .

Dua minggu setelah transfer embrio, maka pihak wanita akan diminta untuk melakukan tes kehamilan.

Pembuahan Bayi Tabung

Pada dasarnya pembuahan dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu inseminasi dan intracytoplasmic sperm injection (ICSI). Inseminasi yaitu mencampur sperma dan sel telur sehat semalaman hingga menjadi embrio.

Sedangkan ICSI dilakukan ketika kualitas semen buruk atau proses pembuahan dengan cara inseminasi gagal. Perlu diingat bahwa tidak semua embrio dapat bertahan setelah proses pembuahan terjadi.

Tahap terakhir ini umumnya dilakukan dalam 3-5 hari setelah proses pengambilan telur hingga pembuahan, di mana embrio sudah mulai berkembang. Namun sebelum embrio dipindahkan ke dalam rahim, dokter dapat melakukan tes dengan mengambil sampel embrio untuk memeriksa adanya kelainan kromosom atau jika terdapat penyakit menular tertentu.

Saat embrio sudah siap dipindahkan, suntikan sedatif ringan akan diberikan di tubuh wanita. Dokter kemudian akan memasukkan kateter berisi beberapa embrio yang dilindungi cairan khusus melalui vagina menuju rahim.

Saat sudah mencapai rahim, embrio akan disuntikkan. Proses ini dinyatakan berhasil jika embrio tersebut tertanam di dinding rahim dalam waktu 6-10 hari setelah transfer embrio.

Setelah menjalani proses transfer embrio, tubuh calon bisa mengalami keluarnya cairan bening atau darah dari vagina, payudara terasa lebih lunak akibat tingginya kadar hormon estrogen, konstipasi, perut kembung, nyeri perut, pusing, muncul ruam pada kulit, dan perubahan suasana hati. Segera temui dokter jika kondisi atau rasa nyeri memburuk, atau jika mengalami efek lainnya, seperti perdarahan hebat dan demam.

Tes kehamilan melalui pemeriksaan darah akan dilakukan dalam 12-14 hari setelah prosedur transfer embrio.

baca juga: 8 Penyebab Program Bayi Tabung Bisa Gagal

Biaya Bayi Tabung

Setelah Anda mengetahui proses bayi tabung, hal lain yang harus dipersiapkan pasangan adalah biaya yang dikeluarkan untuk menjalani metode ini.

Biaya program bayi tabung memiliki harga yang beragam. Biaya yang harus dikeluarkan bergantung pada fasilitas, tindakan medis yang dilakukan, serta biaya pengobatan sesuai kondisi kesehatan pasien.

Biaya bayi tabung di rumah sakit yang ada di Indonesia berkisar antara 40-80 juta rupiah. Biaya program bayi tabung meliputi berbagai hal, di antaranya: analisa sperma (untuk mengetahui kesiapan atau kesehatan sperma), perawatan pasca tindakan bayi tabung dilakukan, penggunaan obat-obatan, pemeriksaan labaratorium. pemeriksaan penunjang (seperti USG), dan biaya konsultasi dengan dokter spesialis kandungan.