Terbit: 28 Desember 2018 | Diperbarui: 6 Oktober 2019
Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Anda mungkin sudah tidak asing dengan heteroseksual, homoseksual, maupun biseksual. Ya, ketiganya merupakan bagian dari orientasi seksual, tapi pernahkan Anda mendengar tentang aseksual pada manusia? Aseksual merupakan orientasi seksual yang membuat seseorang tidak tertarik melakukan hubungan seksual.

Bukan Penyakit atau Kelainan, Apa Sebenarnya Aseksual Itu?

Apa Itu Aseksual?

Asexual adalah kondisi di mana seseorang hanya memiliki sedikit atau bahkan tidak memiliki sama sekali ketertarikan seksual baik pada lawan jenis maupun sesama jenis. Seorang aseksual masih bisa merasakan rangsangan dan sebenarnya bisa melakukan aktivitas seksual dengan normal, tapi mereka tidak memiliki ketertarikan sama sekali untuk melakukannya.

Sebagian kaum aseksual menyadari aseksualitasnya ketika memasuki usia remaja. Pada awalnya kebanyakan aseksual hanya mengira dirinya bukan heteroseksual, karena tidak memiliki ketertarikan pada lawan jenis. Namun lama kelamaan mereka pun menyadari bahwa ternyata dirinya juga tidak tertarik pada lawan jenis dan bukan termasuk homoseksual.

Aseksualitas masih sangat jarang dibahas dan tidak seramai pembahasan tentang LGBTQ. Dilansir dari BBC, seorang akademisi berasal dari Kanada, Anthony Bogaert, baru menerbitkan sebuah makalah dengan judul ‘Asexuality: Prevalence and associated factors in a national probability sample’ pada tahun 2004. Bogaert menyebutkan bahwa sekitar 1% manusia dalam populasi adalah aseksual,

Fakta ini diambil berdasarkan data yang dikumpulkan pada tahun 1990-an dari 18.000 orang Inggris. Dari jumlah 1% orang yang aseksual, 70% jumlahnya didominasi oleh wanita. Sama halnya seperti heteroseksual dan homoseksual, aseksual adalah sebuah orientasi seksual. Jumlah orang yang aseksual diasumsikan tidak jauh berbeda dengan populasi homoseksual.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Darlie - Advertisement

Penyebab Aseksual

Penyebab aseksual pada manusia belum diketahui secara pasti dan masih harus diteliti lebih lanjut untuk memastikannya. Dugaan sementara, aseksualitas dapat dipengaruhi oleh dua faktor yang berasal dari internal dan eskternal.

Faktor internal penyebab aseksual adalah bisa berasal dari genetik maupun pengaruh hormonal. Kurangnya hormon tertentu dianggap sebagai pemicu tidak adanya hasrat untuk melakukan hubungan seks.

Sedangkan faktor eksternal yang mungkin berpengaruh adalah faktor lingkungan. Aseksual sering kali dihubungkan dengan pola hidup yang individualis yang banyak terjadi di kota besar. Meskipun kedua faktor ini paling mungkin menyebabkan aseksualitas, tapi belum diketahui secara pasti yang mana yang paling besar pengaruhnya.

Ciri-Ciri dan Jenis Aseksual

Ciri utama aseksual adalah tidak menginginkan berhubungan seksual dengan manusia lainnya, tetapi ternyata tidak semua aseksual tidak menjalin hubungan sama sekali atau tidak melakukan aktivitas seksual sama sekali. Berikut adalah beberapa ciri-ciri dan jenis aseksual yang perlu dipahami!

Ciri-ciri aseksual

Seorang yang aseksual memang tidak tertatik melakukan hubungan seks, tapi bukan berarti tidak memiliki perilaku seksual sama sekali. Berikut adalah beberapa ciri aseksual terkait dengan perilaku seksualnya:

1. Tidak tertarik tapi masih bisa melakukan hubungan seksual

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, seorang yang aseksual bisa melakukan hubungan seksual dengan normal. Sebagian aseksual bahkan dapat menikah dan bahkan memiliki anak.

Seorang aseksual dapat merespons rangsangan dan merasakan orgasme, meskipun secara keseluruhan berpikir bahwa tidak ada keuntungan ataupun kenikmatan dari hubungan seksual tersebut.

2. Masih memiliki fantasi seks

Aseksualitas tidak selalu membuat seseorang tidak memiliki fantasi seksual. Bahkan fantasi seksual dari seorang aseksual dianggap bisa lebih luas dibandingkan para homoseksual, heteroseksual, maupun biseksual. Sebagian orang yang aseksual juga mengakui masih melakukan mastrubasi dan masih dapat terangsang ketika menonton film porno.

3. Bisa menjalin hubungan tanpa seks

Aktivitas seksual memang berkaitan erat dengan suatu hubungan percintaan, tapi tentunya tidak bagi para aseksual. Sebagian aseksual masih tertarik dengan hubungan percintaan, namun tidak tertarik untuk melakukan hubungan seks. Selanjutnya akan dijelaskan dalam jenis aseksual.

Jenis aseksual

Secara umum, terdapat tiga jenis aseksual pada manusia yang sering disebut-sebut yaitu aromantic asexual, romantic asexual, dan gray asexual. Berikut penjelasannya:

1. Aromantic asexsual

Aromantic asexual tidak hanya tidak tertarik dengan hubungan seksual, tapi kemungkinan juga tidak memiliki keinginan untuk menjalin hubungan sama sekali. Jenis aseksual ini membuat seseorang tidak memiliki keinginan untuk memiliki pasangan dan melakukan kontak fisik dengan pasangannya tersebut.

2. Romantic asexual

Romantic asexual adalah jenis aseksual yang masih menginginkan hubungan percintaan. Meskipun tidak tertarik untuk melakukan hubungan seks, tapi seseorang dengan aseksual jenis ini masih bisa merasakan jatuh cinta, ingin bersama dan mengenal lebih jauh, dan menghasbiskan waktu bersama dengan orang yang dicintainya.

Seorang romantic aseksual masih bisa menikmati kontak fisik seperti berpelukan, perpegangan tangan, atau bahkan berciuman.

3. Gray asexual

Gray asexual adalah kondisi di antara aseksual dan nonaseksual. Saat seseorang masih memiliki hasrat seksual namun sangat rendah dan di bawah rata-rata hasrat seseorang yang normal, mungkin dapat digolongkan sebagai gray asexual.

Gray asexual sering dihubungkan dengan romantic asexual, tapi sebenarnya berbeda karena aseksual yang satu ini masih memiliki hasrat meskipun sedikit sekali.

Antara Aseksual, Selibat, dan Gangguan Seksual

Banyak orang yang bertanya-tanya apa itu aseksual dan mungkinkah aseksual berhubungan dengan gangguan seksual? Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, seorang aseksual umumnya tidak mengalami gangguan seksual apapun dan masih bisa melakukan hubungan seksual dengan normal.

Aseksual juga berbeda dengan selibat yang merupakan prinsip untuk menjalani hidup tanpa menikah dan melakukan hubungan seksual. Para aseksual bisa melakukan hubungan seksual kapan saja, hanya saja tidak menginginkannya. Aseksual tidak perlu menahan hawa nafsu karena hampir tidak memiliknya.

Aseksualitas dalam Masyarakat

Bagi masyarakat Indonesia sendiri yang masih banyak berdebat tentang berbagi orientasi seksual, aseksual tentunya menjadi hal yang sama tabunya dengan orientasi seksual lain yang bukan heteroseksual. Banyak yang beranggapan bahwa ketertarikan seksual nantinya akan datang sendiri setelah seseorang menjalin hubungan dengan lawan jenis atau bahkan menikah.

Hingga saat ini baru ditemukan satu komunitas yang menaungi kamu aseksual yaitu The Asexual Visibility and Education Network (AVEN). Komunitas ini didirikan oleh David Jay, seorang aktivis aseksual asal Amerika. Tujuan dibentuknya komunitas ini adalah untuk menaungi kaum aseksual dan menciptakan keterbukaan publik tentang aseksual.

Aseksual tidak termasuk ke dalam penyakit, karena tidak adanya gangguan biologis maupun psikologis yang terkait dengannya. Maka dari itu, belum terdapat penanganan untuk aseksual. Meskipun begitu, seorang aseksual dapat hidup seperti orang nonaseksual, tentunya dengan dukungan lingkungan yang suportif.

 

Sumber:

  1. Bogaert, AF. 2004. Asexuality: prevalence and associated factors in a national probability sample. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/15497056. (Diakses 6 Oktober 2019).
  2. Ferguson, Sian. 2019. What Does It Mean to Be Asexual?. https://www.healthline.com/health/what-is-asexual. (Diakses 6 Oktober 2019).
  3. Wallis, Lucy. 2012. What is it like to be asexual?. https://www.bbc.com/news/magazine-16552173. (Diakses 6 Oktober 2019).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi