Terbit: 12 Februari 2020 | Diperbarui: 19 Mei 2020
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: dr. Antonius Hapindra Kasim

Ambeien adalah pelebaran vena di dalam pleksus hemorroidalis yang tidak merupakan keadaan patologik. Kondisi ini menyebabkan pembengkakan submukosa pada lubang anus yang mengandung pleksus vena, arteri kecil, dan jaringan areola yang melebar. Secara anatomi penyakit omo merupakan perubahan fisiologis, bukan sebuah penyakit.

Ambeien: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Obat, Operasi, dll

Sering kali penderita merasa malu atau dianggap tidak penting, sehingga kurang memerhatikan gangguan kesehatan ini. Di Indonesia sendiri, kasus terjadi ambeien terbilang tinggi, data Kementerian Kesehatan tahun 2008 mengungkapkan, sekitar 5,7 persen dari jumlah penduduk mengalami penyakit ini dan hanya 30 persen dari seluruh penderita yang bersedia melakukan operasi

Perbedaan Ambeien dengan Wasir

Banyak orang masih bingung mengenai perbedaan wasir dan ambeien. Apakah dua hal tersebut sesuatu yang berbeda? Jawabannya adalah tidak. Dua kondisi tersebut adalah sesuatu yang sama. Wasir atau ambeien terjadi karena disebabkan oleh pelebaran pleksus haemorroidalis di anus.

Pelebaran ini timbul akibat peningkatan tekanan pembuluh darah vena saat mengejan keras (konstipasi) atau perubahan haemodinamik yang kronis (selama proses kehamilan). Pembesaran pleksus biasa ditemukan pada posisi jam-jam tertentu pada pemeriksaan fisik (colok dubur).

Penyebab Ambeien

Penyebabnya bisa terjadi karena faktor predisposisi lainnya seperti:

  • Pola diet yang rendah serat (kurang makan buah dan sayur).
  • Menderita diare kronis (diare lama yang tidak kunjung sembuh).
  • Penekanan aliran balik darah vena, seperti pada kanker rektum dan peradangan di sekitar anus.
  • Adanya peningkatan tekanan intra-abdoment (pada wanita hamil).
  • Faktor keturunan yang menyebabkan dinding pembuluh darah sekitar anus tipis dan lemah.
  • Jarang berolahraga.
  • Faktor usia yang lanjut dapat juga menyebabkan degenerasi (penurunan fungsi) dari otot sfingter anus, sehingga menjadi tipis dan atonis.
  • Aktivitas fisik pasif seperti duduk dan berdiri yang terlalu lama.
  • Sering mengangkat beban yang berat.
  • Berhubungan seks anal, aktivitas ini dapat jadi penyebab baru atau memperburuk yang sudah ada.

Faktor Risiko yang Meningkatkan Ambeien

Seiring bertambahnya usia, risiko penyakit ini bisa meningkat. Hal itu karena jaringan yang mendukung pembuluh darah di dubur dan anus dapat melemah dan meregang. Kondisi ini juga bisa terjadi ketika sedang hamil, karena berat bayi memberi tekanan pada daerah anus.

Selain itu, ambeien dapat ditularkan secara genetik dari orang tua ke anak, jadi jika orang tua menderita wasir, Anda lebih mungkin mendapatkannya. Mengangkat benda berat secara konsisten, obesitas, atau mengalami tekanan terus-menerus pada tubuh dapat meningkatkan risiko.

Derajat Ambeien

Ada beberapa jenis dan gejala yang dapat dikelompokkan menjadi derajat atau stadium tertentu. Derajat ini nantinya dapat memudahkan dokter untuk menentukan tindakan apa yang sebaiknya diberikan terhadap pasien. Adapun pembagian derajatnya terdiri dari:

1. Ambeien Derajat I

Benjolan wasir terdapat di bagian dalam (wasir dalam/wasir internal), dapat disertai nyeri dan darah, namun tidak prolaps (keluar).

2. Ambeien Derajat II

Benjolan wasir kadang prolaps (keluar) dari anus dan dapat teraba, namun benjolan tersebut dapat masuk kembali dengan sendirinya.

3. Ambeien Stadium III

Benjolan wasir yang keluar dapat masuk kembali ke dalam dubur dengan bantuan dorongan dari jari.

4. Ambeien Stadium IV

Benjolan wasir yang keluar tidak dapat dimasukkan kembali ke dalam dubur meski sudah dibantu dengan dorongan jari dan biasa cenderung sakit sekali.

Gejala Ambeien

Tanda dan gejalanya biasanya tergantung pada jenis wasir. Berikut penjelasan selengkapnya:

1. Ambeien Internal

Internal ambeien adalah pembengkakan terjadi dalam rektum sehingga tidak bisa dilihat atau diraba. Pembengkakan jenis ini tidak menimbulkan rasa sakit karena hanya ada sedikit saraf di daerah rektum. Gejala yang dapat diketahui adalah pendarahan saat buang air besar.

Permasalahan dapat menjadi lebih kompleks apabila membesar dan keluar ke bibir anus yang menyebabkan kesakitan, sehingga perlu penangganan yang lebih lanjut oleh dokter.

2. Ambeien Eksternal

Eksternal ambeien adalah penyakit yang terjadi pada anus dan biasanya menimbulkan rasa sakit, perih dan terkadang gatal di sekitar dubur. Ambeien ini dapat terdorong keluar oleh feses dan persisten, namun dapat pula masuk kembali dengan bantuan dorongan dari jari.

3. Ambeien Trombosis

Jika darah terkumpul pada ambeien eksternal dan membentuk gumpalan (trombus), hal itu dapat menyebabkan:

  • Sakit parah.
  • Pembengkakan.
  • Peradangan.
  • Benjolan keras di dekat anus.

Ciri-ciri ambeien dan gejala lainnya terdiri dari:

  1. Rasa mengganjal pada saat hendak buang air besar. Ada juga perasaan seperti tertahan, sehingga menyebabkan Anda untuk mengejan lebih kuat yang di mana tindakan ini justru malah dapat memperparah.
  2. Rasa tidak nyaman di anus (Pruritus ani)
  3. Anemia sekunder, keadaaan ini mungkin bisa terjadi pada kondisi yang kronis.
  4. Infeksi atau peradangan di daerah sekitar dubur. Terjadi karena luka pada pembuluh darah di daerah sekitar anus dapat memudahkan kuman masuk kedalam tubuh dengan cepat

Kapan Waktu yang Tepat untuk ke Dokter?

Jika Anda mengalami pendarahan saat buang air besar atau tidak membaik setelah seminggu dirawat di rumah, konsultasi dengan dokter. Perlu diketahui juga, jangan menganggap pendarahan dubur disebabkan oleh ambeien, terutama jika Anda memiliki perubahan kebiasaan buang air besar atau jika feses berubah warna.

Pendarahan dubur dapat terjadi karena penyakit lain, termasuk kanker kolorektal dan kanker dubur. Segera cari perawatan darurat jika Anda mengalami pendarahan dubur, sakit kepala ringan, pusing, atau pingsan.

Diagnosis Ambeien

Sebelum dapat dilakukan pengobatan, tentu diperlukan pemeriksaan yang teliti. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan sebagai pemeriksaan ambeien, yaitu:

  1. Anamnesa atau riwayat penyakit.
  2. Pemeriksaan fisik yaitu inspeksi dan rektaltouche (colok dubur).
  3. Pemeriksaan dengan teropong yaitu anuskopi atau proktoskopi dan rektoskopi.
  4. Rontgen (colon inloop) dan/atau kolonoskopi.
  5. Pemeriksaan darah, urine, feses sebagai pemeriksaan penunjang.

Obat Ambeien

Penyakit ini bisa diobati dengan melakukan berbagai cara, mulai dari mencoba cara tanpa operasi hingga dilakukan operasi. Berikut ini adalah beberapa cara mengatasi ambeien:

Cara Mengatasi Ambeien Secara Alami

1. Memperbaiki pola hidup

Salah satu cara mencegah ambeien yaitu dengan menerapkan pola hidup sehat. Berikut hal-hal yang perlu dilakukan, antara lain:

  • Hindari mengejan terlalu kuat saat BAB.
  • Perbanyak konsumsi makanan yang kaya serat (seperti sayuran hijau dan kacang-kacangan) untuk memperlancar BAB.
  • Perbanyak minum air putih minimal delapan gelas perhari (± 2 liter) untuk membantu mencegah terjadinya konstipasi atau sembelit.
  • Hindari aktifitas fisik pasif, seperti duduk atau berdiri yang terlalu lama.
  • Jangan sering menunda-nunda BAB.
  • Tidur cukup.
  • Rutin berolahraga
  • Hindari akitivitas seks anal.

2. Tanpa operasi (non surgical method)

Ada dua macam pengobatan yang bisa dilakukan yaitu tanpa operasi dan dengan proses operasi.

Keduanya memiliki keuntungan dan kerugiannya masing-masing. Cara mengobati ambeien tanpa operasi dapat dilakukan pada pasien-pasien rawat jalan, sedangkan operasi ambeien mengharuskan pasien untuk rawat inap agar bisa dilakukan persiapan pembiusan terlebih dahulu sebelum tindakan operasi.

Terapi pengobatan tanpa operasi memiliki keuntungan low cost dan time-saving dibandingkan terapi dengan operasi. Namun, perlu diingat bahwa tidak semua orang dengan kondisi penyakit ini dapat diterapi dengan non surgical method ini.

Tindakan yang termasuk dalam non surgical method atau pengobatan tanpa operasi antara lain:

  •  Ligasi pita karet

Metode ligasi pita karet digunakan untuk mengatasi ambeien stadium II atau stadium III awal.

Pertama-tama dokter akan memasukan alat proctoscope kedalam lubang anus, lalu memasukkan dan meligasi (mengikat) pita karet yang berukuran kecil ke bagian ambeien yang besar dan menonjol. Ikatan ini akan memotong jalannya supply darah, sehingga akan membuatnya kempes dan mematikan jaringan dalam waktu kurang lebih tiga sampai lima hari.

Jaringan dan bekas ikatan pita karet ini nantinya akan puput sendiri tanpa si penderita sadari. Metode ini dapat diulangi dalam waktu beberapa minggu kemudian untuk kasus-kasus yang lebih dari satu.

Pasien biasanya tidak terlalu merasakan nyeri dan dapat rawat jalan. Komplikasi ligasi pita karet yang mungkin terjadi selain nyeri adalah perdarahan, thrombosis, infeksi, dan terkadang juga dapat menimbulkan kekambuhan.

  • Skleroterapi

Metode Skleroterapi digunakan sebagai cara mengobati ambeien stadium I dan II.

Pada metode skleroteapi, dokter akan memasukan alat proctoscope ke dalam lubang anus, lalu cairan yang berisikan zat seperti quinine, polidocanol, atau zinc chloride disuntikkan ke area sekitar ambeien.

Tujuan metode skleroterapi adalah untuk mengecilkan ambeien dengan cara merusak pembuluh darah dan memotong supply darah ke jaringan sekitarnya. Sama halnya dengan metode ligasi pita karet, metode ini dapat diulangi dalam waktu beberapa minggu kemudian untuk kasus-kasus yang lebih dari satu.

Setelah dilakukan skleroterapi, beberapa pasien biasanya akan mengeluhkan nyeri, perdarahan, dan nyeri belakang. Pada beberapa kasus juga terkadang terjadi pembengkakan, infeksi, dan bahkan kebanyakan orang biasanya akan mengalami kekambuhan dalam dua sampai tiga tahun kemudian.

  • Koagulasi infrared

Terapi koagulasi digunakan sebagai cara mengatasi ambeien internal yang berukuran kecil dan sedang. Pada metode terapi ini, dokter menggunakan semacam alat yang dapat menghasilkan sinar inframerah.

Panas yang dihasilkan oleh sinar inframerah akan menyebabkan timbulnya jaringan parut, sehingga dapat memotong asupan darah ke daerah ambeien.

Biasanya akan terjadi perdarahan dari anus sekitar 7-10 hari setelah melakukan prosedur ini sampai puput. Pendarahan pun biasanya akan berhenti dengan sendirinya.

Baca Juga: 10 Cara Mengatasi Ambeien Tanpa Operasi

Cara Mengatasi Ambeien secara Medis

  • Operasi

Operasi ambeien dilakukan jika sudah berukuran lebih besar, multiple, dan kronis. Bisa dikatakan juga bahwa ini adalah pilihan terakhir untuk pengobatannya. Metode operasi yang saat ini dipakai dalam dunia medis dikenal dengan istilah Haemorrhoidectomy yang berasal dari kata “haemorroid” dan “ectomy” (mengangkat).

  • Hemoroidektomi

Terapi bedah dipilih untuk penderita yang mengalami keluhan menahun dan pada penderita hemoroid stadium III atau IV.

Terapi bedah juga dapat dilakukan pada penderita dengan peradangan berulang dan anemia yang tidak sembuh dengan cara terapi lainnya yang lebih sederhana. Penderita derajat IV yang mengalami trombosis dan kesakitan hebat dapat segera ditolong dengan hemoroidektomi.

Prinsip yang harus diperhatikan pada hemoroidektomi adalah eksisi yang hanya dilakukan pada jaringan yang benar-benar berlebihan. Eksisi sehemat mungkin dilakukan pada anoderm dan kulit yang normal dengan tidak mengganggu sfingter anus.

Pencegahan Ambeien

Cara mencegah ambeien adalah dengan menjaga tinja tetap lunak agar mudah untuk dikeluarkan. Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa diikuti untuk mengurangi gejalanya:

  • Konsumsi Makanan Tinggi Serat

Makan lebih banyak buah, sayuran, dan biji-bijian. Konsumsi makanan tersebut dapat  melunakkan tinja di mana hal ini akan membantu menghindari ketegangan yang dapat menyebabkan ambeien.

Selain serat dari bahan alami, pertimbangkan juga untuk mengonsumsi suplemen serat. Kebanyakan orang tidak mendapatkan cukup serat dalam jumlah yang disarankan (20 hingga 30 gram sehari) dalam asupan makanan.

Jika Anda menggunakan suplemen serat, pastikan untuk minum setidaknya delapan gelas air setiap hari. Jika tidak, suplemen tersebut dapat menyebabkan atau memperburuk konstipasi.

  • Konsumsi Banyak Cairan

Minumlah enam hingga delapan gelas air setiap hari untuk membantu menjaga tinja tetap lembut.

  • Hindari Ketegangan

Mengejan dan menahan napas saat mencoba mengeluarkan tinja menciptakan tekanan yang lebih besar di pembuluh darah dubur bawah.

  • Jangan Terlalu Sering Menahan BAB

Jika Anda menunggu untuk buang air besar dan keinginan itu hilang, tinja Anda bisa mengering dan lebih sulit untuk dilewati.

  • Olahraga

Menjaga tubuh tetap aktif membantu mencegah sembelit dan mengurangi tekanan pada vena. Olahraga juga dapat membantu menurunkan berat badan berlebih yang mungkin berkontribusi terhadap ambeien.

  • Hindari Duduk Terlalu Lama

Duduk terlalu lama, terutama di toilet, dapat meningkatkan tekanan pada pembuluh darah di anus.

Sekian informasi terkait penyebab ambeien, gejala ambeien, ciri-ciri ambeien, cara mengobati ambeien, hingga pencegahannya. Apabila membutuhkan informasi lebih lengkap terkait penyakit ini, silakan ajukan pertanyaan kepada tim dokter DokterSehat melalui akun media sosial DokterSehat!

 

  1. April Kahn and Tim Jewell. 2016. What are hemorrhoids?. https://www.healthline.com/health/hemorrhoids. (Diakses pada 12 Desember 2019).
  2. Hemorrhoids. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hemorrhoids/symptoms-causes/syc-20360268. (Diakses pada 12 Desember 2019).
  3. Felman, Adam. 2017. What to know about hemorrhoids. https://www.medicalnewstoday.com/articles/73938.php. (Diakses pada 12 Desember 2019).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi