Bagaimana Cara Mengatasi Alergi? Cek di Sini

Doktersehat-obat-alergi

DokterSehat.Com – Alergi adalah kepekaan tubuh terhadap zat pemicu alergi. Reaksi tubuh setiap individu berbeda-beda. Selain reaksi yang berbeda-beda, penyebab alergi juga berbeda, ada yang disebabkan karena makanan, stres psikologis hingga udara yang ada di lingkungan sekitar.

Gejala yang ditimbulkan setelah zat pemicu alergi tersebut memasuki atau mengenai tubuh antara lain bengkak dan gatal pada bibir atau mulut, pilek, bersin, pusing, mual, muntah, reaksi kecemasan, hingga sesak napas.

baca juga: Gejala Penyakit Alergi Dingin hingga Pencegahannya

Macam-Macam Alergi

Secara sederhana penyakit alergi dapat diartikan suatu reaksi sistem imunitas tubuh manusia terhadap benda yang pada umunya tidak menimbulkan bahaya bagi orang lain, berikut macam-macam alergi, antara lain:

  • Alergi seafood. Jenis alergi yang paling sering diderita oleh orang-orang disekitar kita seperti udang dan makanan lautnya yang dapat menyebabkan alergi yang parah.
  • Alergi dingin. Tubuh mengalami reaksi berlebih terhadap udara dingin dalam beberapa kasus terjadi rasa kedinginan tanpa disertai perubahan fisik pada tubuh.
  • Alergi susu sapi. Susu sapi merupakan minuman yang baik untuk kesehatan, namun ada beberapa orang yang alergi terhadap susu sapi.Biasanya penyakit ini terjadi pada anak-anak dan bayi.
  • Alergi debu. Penderita alergi debu akan sangat rentan terhadap debu yang umum dijumpai di rumah atau diluar rumah apalagi ketika bersin-bersin. Namun sebetulnya yang harus diwaspadai adalah tungau yang merupakan penyebab debu.
  • Alergi obat-obatan. Alergi obat meruapakan reaksi yang diberikan tubuh secara berlebihan meskipun sebelumnya tidak pernah mengalami alergi tersebut.

Gejala Alergi

Gejala-gejalanya berupa gatal, bersin, dan sesak napas. Jenis alergi banyak macamnya. Alergi yang terkait dengan pernapasan merupakan alergi yang paling umum dijumpai, seperti asma dan rinitis (bersin dan pilek berulang terutama dipagi hari).

Jenis alergi lain yang terkait dengan kulit, seperti urtikaria (biduran/didu, kaligata), dermatitis atopik (eksim). Selain itu, mata bengkak dan berair, telinga bagian dalam terasa gatal juga merupakan gejala alergi.

Jenis Alergi

Jenis penyakit alergi ini banyak macamnya. Alergi yang terkait dengan pernapasan ialah yang umum dijumpai, contoh adalah asma dan rinitis (bersin dan pilek berulang terutama pada pagi hari).

Penderita alergi rinitis atau istilah lainnya pilek alergi biasanya mengalami bersin, hidung tersumbat, rasa gatal di hidung. Tidak jarang gejala rinitis alergi disertai gejala konjungtivitas, seperti keluarnya air mata, gatal dan kemerahan.

Gejala gangguan pendengaran kadang juga dijumpai seperti rasa tersumbat dan kurang dapat mendengar. Penyakit rinitis alergi seringkali mengganggu aktivitas dan kualitas hidup. Bila penyakit ini dibiarkan, kemungkinan akan berkembang menjadi penyakit kronis seperti asma.

Jenis penyakit lainnya adalah terkait dengan kulit, seperti urtikaria (biduran/didu/kaligata), dermatitis atopik (eksim). Selain itu, mata bengkak dan berair, telingan bagian dalam terasa gatal – gatal adalah salah satu gejala alergi.

Urtikaria ada yang bersifat akut dan ada yang bersifat kronis. Dikatakan urtikaria akut bila gejala bentol berlangsung sepanjang hari. Penyebab urtikaria akut umumnya jelas, seperti makanan, obat, infeksi virus atau mikroba lain, sengatan serangga, lateks, dll.

Pada urtikaria kronis, sebagian besar penyebabnya tidak diketahui sehingga dipergunakan istilah urtikaria kronik idiopatik. Sebagian kecil penyebab yang diketahui antara lain penyakit autoimun, urtikaria fisis (udara dingin, akuatik, solar, tekanan, vibratori), infeksi kronik (infeksi gigi dan sinusitis).

Pengobatan Alergi

Pengobatan alergi dilakukan dengan farmakoterapi yang memperhitungkan keamanan, efektivitas dan kemudahan dalam pemberiannya (imunoterapi serta edukasi pasien).

Salah satu farmakoterapi yang dianjurkan dalam cara mengatasi alergi adalah dengan obat antihistamin dari generasi terbaru seperti cetirizin. Berbeda dengan antihistamin klasik atau generasi pertama (misalnya chlorpheniramine, cyproheptadine, dexclorpheniramine, dan lain-lain).

baca juga: Sering Alergi? Konsumsi 3 Makanan Ini Untuk Mengurangi Gejalanya!

Antihistamin generasi kedua atau terbaru umumnya memiliki efek sedatif yang rendah (efek mengantuk rendah), efektif dan sebagian bersifat anti inflamasi ringan. Meski begitu, sebisa mungkin hindari mengonsumsi antihistamin sebelum mengemudikan kendaraan karena dapat menyebabkan kantuk.

Sedangkan, jika menderita alergi yang parah atau yang tidak bisa disembuhkan dengan pengobatan lain, dokter dapat menganjurkan imunoterapi alergen (desentilisastion). Dalam terapi ini, dosis alergen dalam jumlah kecil diberikan pada pasien melalui suntikan, tetesan (drop) atau tablet yang ditaruh di bawah lidah.

Pemberian alergen ini dilakukan selama beberapa tahun. Tujuannya adalah membiasakan tubuh dengan alergen tersebut sehingga tidak bereaksi berlebihan. Meski tidak menyembuhkan secara total, ini akan membuat gejala alergi semakin ringan.