Pembengkakan Kelenjar Getah Bening – Gejala, Penyebab, Mengobati

kanker-kelenjar-getah-bening-limfoma-doktersehat

DokterSehat.Com –┬áKanker kelenjar getah bening adalah keganasan yang menyerang limfe atau kelenjar getah bening. Kelenjar getah bening sendiri dapat ditemukan di seluruh tubuh. Yang paling sering ditemukan adalah kelenjar getah bening di leher. Kanker kelanjar getah bening atau yang juga disebut sebagai limfoma maligna adalah penyakit yang berbahaya.

Pada prinsipnya, semakin cepat Anda mendeteksi ciri-ciri kelenjar getah bening yang terkena kanker, maka akan semakin mudah dan cepat pula penyembuhannya. Namun, apabila ciri-ciri kelenjar getah bening yang mengalami kanker tersebut lambat diketahui, maka pengobatannya akan lebih sulit dibandingkan yang telah diobati sejak stadium awal.

Gejala kelenjar getah bening yang terkena kanker dapat dilihat berdasarkan jenisnya, yaitu; kanker kelenjar getah bening yang disebut Limfoma Hodgkin dan Limfoma Non-Hodgkin. Kedua jenis kanker kelanjar getah bening ini tampaknya serupa, namun sebenarnya mereka punya ciri khusus yang berbeda. Mengetahui ciri-ciri kelenjar getah bening ini bisa menjadi acuan untuk mengobati penyakit kanker kelenjar getah bening berdasarkan pada jenis kanker getah bening tersebut.

Penyebab Kelenjar Getah Bening

Sebuah kelenjar getah bening adalah sekelompok kecil, bulat atau berbentuk seperti kacang yang ditutupi oleh kapsul jaringan ikat. Sel-sel adalah kombinasi limfosit – yang menghasilkan partikel protein yang menangkap sesuatu benda asing, seperti virus – dan makrofag, yang memecah materi yang ditangkap. Limfosit dan makrofag menyaring cairan limfatik Anda saat mengalir ke seluruh tubuh dan melindungi Anda dengan menghancurkan penjajah.

Kelenjar getah bening terletak dalam kelompok, dan setiap kelompok mengeringkan area spesifik tubuh. Anda mungkin lebih cenderung memerhatikan pembengkakan di area tertentu, seperti di kelenjar getah bening di leher Anda, di bawah dagu, di ketiak dan di selangkangan Anda. Situs kelenjar getah bening yang membengkak dapat membantu mengidentifikasi penyebab yang mendasari.

Penyebab kelenjar getah bening paling umum yang membengkak adalah infeksi, terutama infeksi virus, seperti flu biasa. Penyebab lain yang mungkin dari kelenjar getah bening yang membengkak termasuk, radang tenggorokan, campak, infeksi telinga, gigi yang terinfeksi (abses), mononukleosis, infeksi kulit atau luka, seperti selulitis, Human Immunodeficiency Virus (HIV) – virus yang menyebabkan AIDS.

Sementera infeksi yang tidak umum, di antaranya:

  • Tuberkulosis, infeksi menular seksual tertentu, seperti sifilis
  • Toksoplasmosis – infeksi parasit akibat kontak dengan feses kucing yang terinfeksi atau makan daging yang kurang matang
  • Cat scratch fever – infeksi bakteri dari goresan atau gigitan kucing

Gangguan sistem kekebalan:

  • Lupus – penyakit peradangan kronis yang dapat menargetkan sendi Anda, kulit, ginjal, sel darah, jantung dan paru-paru
  • Rheumatoid arthritis – penyakit radang kronis yang menargetkan jaringan yang melapisi sendi Anda (sinovium)

Kanker:

  • Limfoma – kanker yang berasal dari sistem limfatik Anda
  • Leukemia – kanker jaringan pembentuk darah tubuh Anda, termasuk sumsum tulang dan sistem limfatik
  • Kanker lain yang telah menyebar (bermetastasis) ke kelenjar getah bening

Ciri-Ciri Kelenjar Getah Bening

Mengapa penting untuk mengetahui gejala kelenjar getah bening yang mengalami kanker? Tentu saja penting, untuk dapat mengetahui jenis bantuan yang tepat serta mendeteksi keberadaan sel kanker getah bening ini sebelum mencapai tingkat yang serius atau fatal.

Sama seperti beragam jenis penyakit kanker lainnya, kemungkinan sembuh dari kanker kelenjar getah bening bergantung pada tahap atau stadium kanker yang dialami oleh pasien.

Semakin cepat Anda mengetahui dan menjalani pengobatan, maka akan semakin mudah proses penyembuhannya. Oleh karena itu, mari ketahuilah ciri-ciri kelenjar getah bening yang mengalami kanker berikut ini!

Berawal dari ciri-ciri kanker kelenjar getah bening (Limfoma Hodkin), jenis kanker ini biasanya diawali dengan adanya bengkak pada berbagai lokasi kelenjar getah bening serta cairan limpa, namun tidak disertai dengan rasa sakit.

Ciri-ciri kelenjar getah bening yang mengalami kanker jenis ini bisa dideteksi. Perlahan-lahan sel kanker akan berkembang pada beberapa jaringan limfoid, perkembangannya termasuk cepat. Pembengkakan dapat terjadi pada leher, ketiak, atau lipatan paha tempat keberadaan kelenjar getah bening.

Pada malam hari, tubuh pasien dapat mengalami demam yang disertai dengan keluarnya keringat. Karena kehilangan nafsu makan, berat badan semakin menurun. Pada kasus tertentu, kanker pada getah bening ini dapat menimbulkan rasa sesak di dada dan menimbulkan gangguan pernapasan.

Sedangkan ciri-ciri penyakit getah bening (Limfoma Non-Hodkin), biasanya berawal dari limfonodus, sebuah jaringan linfa lainnya. Kanker ganas ini juga ditandai dengan adanya pembesaran pada kelenjar getah bening, namun tidak sampai disitu saja. Pembesaran juga dapat terjadi pada adenoid maupun tonsil.

Terjadinya pembengkakan limfodus seringkali menimbulkan warna kemerahan yang terlihat pada area sekitar leher. Pada malam hari, pasien juga dapat merasa meriang dan berkeringat. Kehilangan berat badan yang signifikan dan timbulnya rasa lelah merupakan ciri lainnya dari kanker yang menyerang getah bening ini. Kedua jenis kanker pada getah bening ini lebih berisiko terjadi pada pria, khususnya yang memiliki usia lebih dari 50 tahun.

Jika Anda sudah merasakan adanya ciri-ciri kanker kelenjar getah bening seperti yang telah diuraikan, segeralah mencari bantuan medis sehingga kanker pada getah bening dapat segera diatasi. Kanker kelenjar getah bening juga dapat menimbulkan rasa gatal terutama jika Anda mengonsumsi alkohol.

Pemeriksaan medis dapat dilakukan dengan metode eksisional biopsi ataupun insisional biopsi. Tes darah juga membantu, untuk mengetahui jumlah sel darah putih. Sekalipun gejala kelenjar getah bening yang mengalami kanker sudah terlihat jelas, pemeriksaan medis akan membantu dokter untuk melihat stadium kanker yang telah bersarang dalam tubuh pasien.

Semakin cepat Anda menemukan ciri-ciri kelenjar getah bening yang terkena kanker, maka akan lebih cepat dan mudah pula pengobatan kanker getar bening ini.

Pengobatan Kelenjar Getah Bening

Pengobatan bisa dilakukan untuk mencegah sel kanker kelenjar getah bening berkembang menjadi semakin parah. Namun, pada beberapa kasus yang telah masuk ke tahap yang cukup fatal, dokter bisa menyarankan upaya pengobatan dengan cara pembedahan. Maka dari itu, mengetahui ciri-ciri penyakit kelenjar getah bening sejak awal harus sudah Anda kenali.

Petuah bijak bilang, lebih baik mencegah daripada mengobati. Memang, usaha pengobatan yang maksimal harus dilakukan jika seseorang sudah terkena penyakit kanker kelenjar getah bening. Namun, akan semakin baik apabila sejak dini kita selalu menerapkan pola hidup sehat yang bisa menjadi usaha pencegahan untuk penyakit kanker getah bening ini.

Selain mengusahakan untuk selalu rajin berolahraga, pengobatan kelenjar getah bening dengan mengonsumsi makanan sehat yang dikenal dapat membantu mencegah timbulnya sel kanker di dalam tubuh. Salah satu makanan yang bisa Anda konsumsi secara rutin untuk mencegah kanker kelenjar getah bening adalah brokoli. Brokoli mengandung senyawa glukosinat, yaitu zat antikanker yang sangat efektif. Selain itu, hindari stres berlebihan dan atur pola tidur Anda agar tidak muncul penyakit yang tidak diinginkan seperti kanker kelenjar getah bening.