Terbit: 25 April 2020
Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Apa itu antigen? Antigen adalah zat yang memicu reaksi sistem kekebalan tubuh. Antigen dianggap sebagai benda asing yang berbahaya, sehingga tubuh menciptakan antibodi yang kemudian akan melindungi tubuh. Ketahui selengkapnya tentang antigen melalui artikel ini!

Antigen: Pengertian, Jenis, dan Tes

Antigen dan Antibodi

Banyak orang yang kebingungan tentang perbedaan antigen dan antibodi, karena keduanya memang berkaitan erat.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, antigen adalah zat yang dianggap sebagai benda asing atau berbahaya oleh tubuh.  Keberadaan antigen ini kemudian memicu respons sistem imun tubuh yang kemudian menghasilkan antibodi.

Secara umum antigen dibedakan menjadi dua, yaitu antigen asing atau heteroantigen dan autoantigen. Antigen asing berasal dari luar tubuh, sedangkan autoantigen berasal dari dalam tubuh.

Contoh dari antigen asing adalah seperti virus, bakteri, racun, protein tertentu dari makanan, dan komponen serum dan sel darah merah yang berasal dari individu lain. Contoh untuk autoantigen adalah tiroglobulin, DNA, jaringan kornea, dll.

Antigen yang menginduksi respons imun – yang merangsang limfosit untuk menghasilkan antibodi atau menyerang antigen secara langsung – disebut dengan imunogen. Imunogen umumnya berupa protein, tapi dapat juga berupa polisakarida, asam nukleat, atau juga lipid.

Jenis Antigen

Sebelumnya sudah disebutkan dua jenis antigen berdasarkan sumbernya yang berasal dari dalam atau luar tubuh. Antigen juga dibedakan ke dalam banyak jenis lainnya berdasarkan faktor yang berbeda-beda.

Jenis Antigen Berdasarkan Respons Imun

Antigen dibedakan menjadi dua tipe berdasarkan pada kemampuannya untuk menginduksi respons imun tubuh.

1. Antigen Lengkap atau Imunogen

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, antigen yang dapat menginduksi respons imun disebut imunogen atau dapat juga disebut complete antigen.

Antigen jenis ini mampu menghasilkan respon imun sendiri dan tidak membutuhkan molekul pembawa. Antigen ini biasanya berupa protein atau polisakarida.

2. Antigen Tidak Lengkap

Incomplete antigen atau antigen tidak lengkap disebut juga dengan hapten.

Antigen jenis ini tidak menginduksi respons imun secara langsung. Dibutuhkan molekul pembawa untuk dapat menjadikan hapten antigen lengkap.

Molekul pembawa merupakan komponen non-antigenik yang dapat membantu memprovokasi respons imun. Hapten biasanya memiliki berat molekul yang lebih rendah dari imunogen.

Baca Juga: Antibodi: Mekanisme Kerja, Jenis, dll

Tes Antigen

Tes antigen adalah tes yang dilakukan untuk mendeteksi keberadaan antigen di dalam tubuh. Tes ini dapat membantu dalam diagnosis infeksi atau kondisi tertentu lainnya.

Tes antigen dapat mendeteksi antigen dari permukaan bakteri atau jenis kuman lainnya. Contohnya seperti pemeriksaan feses untuk mendeteksi Helicobacter pylori. Bakteri ini dapat menyebabkan infeksi pada lambung dan duodenum yang menyebabkan ulkus lambung atau ulkus duodenum.

Pemeriksaan prostat lain yang umum dilakukan adalah prostate-specific antigen (PSA). PSA adalah zat yang dibuat oleh kelenjar prostat pada pria. Tingkat PSA sangat rendah atau bahkan tidak terdeteksi pada pria muda.

Kadar PSA dapat meningkat seiring dengan bertambahnya usia atau apabila terjadi pembesaran kelenjar prostat, peradangan prostat, atau bahkan kanker prostat. Jika kadar PSA tinggi, dokter akan menyarankan tes lanjutan untuk memastikan kondisi Anda.

Tes antigen juga hadir dapat bentuk rapid antigen testing, yaitu tes yang dapat secara langsung mendeteksi secara langsung ada atau tidaknya antigen. Rapid antigen testing yang umum adalah seperti tes malaria, influenza, dan radang tenggorokan akibat bakteri streptokokus.

Jenis tes antigen lainnya adalah tes antigen p24 yang digunakan untuk mendiagnosis HIV. Namun tes ini hanya berfungsi pada periode awal setelah infeksi. Setelah antibodi terhadap protein p24 diproduksi, mana p24 akan sulit dideteksi. Pada kondisi ini, tes antibodi juga perlu dilakukan untuk membantu diagnosis.

Keberadaan antigen tidak selalu mengancam kesehatan, karena tubuh memiliki sistem perlindungannya sendiri yang kita sebut dengan sistem imun tubuh. Menerapkan pola hidup sehat dapat membantu menjaga sistem imun tubuh agar dapat bekerja dengan baik dan melindungi tubuh dari antigen.

 

  1. Anonim. Antigen. https://www.britannica.com/science/antigen. (Diakses 25 Januari 2020).
  2. Aryal, Sagar. 2018. Antigen- Properties, Types and Determinants of Antigenicity. (Diakses 25 Januari 2020).
  3. Payne, Jacqueline. 2018. Antibody and Antigen Tests. https://patient.info/allergies-blood-immune/antibody-and-antigen-tests. (Diakses 25 Januari 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi