Terbit: 4 Juni 2021 | Diperbarui: 9 Juni 2021
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja

Antibiotik untuk radang tenggorokan diperlukan untuk membunuh bakteri yang menyebabkan peradangan pada tenggorokan hingga mencegah komplikasi serius yang disebabkan oleh penyakit radang tenggorokan. Lantas, antiobiotik jenis apa yang efektif untuk mengatasi peradangan pada tenggorokan? Simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

Antibiotik untuk Radang Tenggorokan: Jenis, Aturan Pakai, dll

Mengenali Antibiotik untuk Radang Tenggorokan

Antibiotik yang umumnya diresepkan untuk mengobati radang tenggorokan yang disebabkan karena infeksi bakteri adalah penisilin atau amoksisilin. Meski begitu, dokter juga dapat merekomendasikan antibiotik lain jika Anda memiliki alergi terhadap penisilin.

Sebagai gantinya, antibiotik untuk radang tenggorokan lainnya adalah:

  • Azithromycin.
  • Sefalosporin, termasuk cefixime, cefuroxime, dan cephalexin.
  • Clarithromycin.
  • Clindamycin.

Manfaat Antibiotik untuk Radang Tenggorokan

Berikut ini adalah manfaat yang bisa Anda dapatkan dari mengonsumsi antibiotik saat mengalami radang tenggorokan, antara lain:

  • Mempercepat penyembuhan.
  • Mengurangi gejala yang muncul.
  • Mencegah bakteri menyebar ke organ lain.
  • Mencegah komplikasi serius seperti demam reumatik.

Penting untuk diketahui, saat Anda didiagnosis menderita radang tenggorokan tetapi tidak memiliki gejala infeksi bakteri, antiobiotik biasanya tidak dibutuhkan.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku PTH - Advertisement

Antibiotik tidak dapat mengobati radang tenggorokan yang disebabkan oleh infeksi virus. Oleh karena itu, antibiotik hanya digunakan untuk mengatasi radang tenggorokan akibat infeksi bakteri.

Radang tenggorokan juga bisa disebabkan karena infeksi virus semisal rhinovirus, adenovirus, epstein-barr virus, herpes simplex virus, influenza, parainfluenza, coronavirus, enterovirus, respiratory synctitial virus, cytomegalovirus, dan HIV. Apabila disebabkan karena virus, keadaan ini bersifat self-limiting disease atau diatasi oleh kekebalan tubuh alami.

Radang tenggorokan yang disebabkan oleh infeksi virus dapat sembuh dengan sendirinya dalam empat sampai lima hari. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat juga dapat membuat antibiotik tidak efektif saat dibutuhkan karena bakteri dalam tubuh menjadi kebal terhadap antibiotik.

Efek Samping Antibiotik pada Tubuh

Meski penggunaan antibiotik untuk radang tenggorokan yang disebabkan oleh bakteri dapat memberikan efek positif, obat ini memiliki efek samping bagi tubuh, antara lain:

  • Sakit perut.
  • Mual.
  • muntah.
  • Diare.
  • Hilangnya nafsu makan.

Meski begitu, efek samping yang terjadi termasuk ringan. Namun, jika efek samping menjadi semakin parah, segera konsultasi dengan dokter.

Sementara itu, seseorang yang memiliki alergi terhadap antibiotik, gejala yang bisa muncul adalah:

  • Mengi.
  • Kesulitan bernapas.
  • Ruam.
  • Detak jantung cepat.
  • Pusing.

Segera dapatkan penanganan dari dokter jika anak Anda memiliki gejala-gejala seperti di atas.

Baca Juga: 10 Penyebab Tenggorokan Sakit saat Menelan dan Pengobatannya

Aturan Mengonsumsi Antibiotik untuk Radang Tenggorokan

Pada umumnya pengobatan infeksi bakteri pada tenggorokan berlangsung sekitar 7-10 hari. Sementara jika kondisi ini terjadi pada anak-anak, antibiotik dapat membuat keadaan membaik dalam satu atau dua hari setelah mengonsumsinya. Meski sudah membaik, antibiotik tetap harus diminum sampai habis. Jika infeksi bakteri pada tenggorokan tidak diobati sampai tuntas, komplikasi yang bisa terjadi adalah:

  • Infeksi sinus dan amandel.
  • Demam reumatik, kondisi yang dapat merusak jantung, otak, dan persendian.
  • Masalah ginjal.

Menghentikan konsumsi antibiotik terlalu cepat dapat menyebabkan bakteri penyebab radang menjadi kebal terhadap obat ini dan menyebabkan bakteri lain lebih sulit untuk dikendalikan.

Perawatan Rumahan untuk Mengatasi Radang Tenggorokan

Berikut adalah berbagai perawatan rumahan yang bisa Anda lakukan, di antaranya:

  • Obat pereda nyeri yang dijual bebas. Anda bisa mengonsumsi acetaminophen atau ibuprofen untuk meredakan rasa sakit di tenggorokan. Jangan berikan aspirin pada anak-anak dan remaja karena dapat menyebabkan sindrom Reye.
  • Istirahat. Anda perlu istirahat ekstra untuk membantu tubuh melawan infeksi. Hindari semua aktivitas di luar rumah.
  • Berkumur. Cairan untuk Anda berkumur dibuat dari seperempat sendok garam dan 230 ml air hangat. Cara ini dipercaya dapat meredakan tenggorokan yang gatal.
  • Permen pelega tenggorokan. Anak yang berusia 4 tahun ke atas dapat menggunakan cara ini agar merasa lebih baik. Hindari memberikan permen pada anak usia 4 tahun ke bawah.
  • Meningkatkan asupan cairan. Asupan cairan harus ditingkatkan terutama jika radang tenggorokan disertai demam. Hindari minuman yang memiliki kadar asam yang tinggi dan konsumsi makanan yang lunak.
  • Gunakan cool-mist humidifier atau saline nasal spray. Kelembapan yang diciptakan oleh kedua alat ini dapat membuat kondisi tenggorokan lebih baik. Selain itu, jauhi apa pun yang mengganggu proses penyembuhan, salah satunya adalah asap rokok.

Faktor Risiko Radang Tenggorokan

Meski siapa pun bisa mengalami keadaan ini, beberapa faktor membuat Anda lebih rentan adalah:

  • Anak-anak dan remaja paling mungkin mengalami radang tenggorokan. Anak-anak usia 3 hingga 15 tahun memiliki risiko lebih tinggi mengalami peradangan tenggorokan.
  • Paparan asap tembakau. Merokok dan asap rokok dapat mengiritasi tenggorokan. Penggunaan produk tembakau juga meningkatkan risiko kanker mulut, tenggorokan, dan laring.
  • Alergi. Alergi musiman atau reaksi alergi berkelanjutan terhadap debu, jamur, atau bulu hewan peliharaan membuat keadaan ini lebih mungkin terjadi.
  • Paparan iritasi kimia. Partikel di udara dari pembakaran bahan bakar fosil dan bahan kimia rumah tangga juga bisa menyebabkan iritasi tenggorokan.
  • Infeksi sinus kronis. Lendir dari hidung dapat mengiritasi tenggorokan atau menyebarkan infeksi.
  • Imunitas tubuh yang lemah. Anda lebih rentan terhadap infeksi secara umum jika daya tahan tubuh rendah. Penyebab umum penurunan kekebalan antara lain adalah HIV, diabetes, pengobatan dengan steroid, obat kemoterapi, stres, kelelahan, dan pola makan yang buruk

Cara Mencegah Radang Tenggorokan

Cara terbaik untuk mencegah keadaan ini adalah dengan menghindari kuman yang menyebabkannya dan mempraktikkan kebersihan yang baik. Berikut berbagai tips sederhana yang bisa Anda lakukan, antara lain:

  • Rutin mencuci tangan setelah menggunakan toilet, sebelum makan, dan setelah bersin.
  • Hindari berbagi makanan atau peralatan makan.
  • Gunakan tisu atau siku saat batuk atau bersin.
  • Gunakan pembersih tangan berbasis alkohol sebagai alternatif untuk mencuci tangan, terutama saat sabun dan air tidak tersedia.
  • Hindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit.

 

  1. Anonim. Strep Throat: All You Need to Know. https://www.cdc.gov/groupastrep/diseases-public/strep-throat.html. (Diakses pada 4 Juni 2021).
  2. Anonim. Sore throat. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/sore-throat/symptoms-causes/syc-20351635. (Diakses pada 4 Juni 2021).
  3. Anonim. 2020. Strep Throat Treatment. https://www.webmd.com/oral-health/understanding-strep-throat-treatment. (Diakses pada 4 Juni 2021).
  4. Kumar, Karthik. 2020. Sore Throat: Should I Take Antibiotics?. https://www.medicinenet.com/sore_throat_should_i_take_antibiotics/article.htm. (Diakses pada 4 Juni 2021).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi