Konsumsi Obat Antibiotik yang Berlebihan Picu Infeksi Vagina

doktersehat efek antibiotik pada vagina

DokterSehat.Com – Obat yang kita konsumsi memiliki dua efek pada tubuh. Ada efek membunuh penyakit yang sedang diderita dan efek samping yang merupakan reaksi tubuh dari bahan asing. Kalau obat memiliki efek samping yang tidak terlalu besar mungkin tidak akan jadi masalah. Namun, kalau efeknya justru merugikan Anda tidak boleh mengonsumsinya tanpa resep dari dokter.

Salah satu obat yang sering sekali memberikan efek samping adalah antibiotik. Obat yang berfungsi membunuh bakteri atau mikroba di dalam tubuh ini tidak membeda-bedakan bakteri yang hidup. Akibatnya bakteri baik yang hidup di dalam tubuh seperti di vagina juga ikut dibasmi hingga habis. Bahkan, gara-gara obat ini wanita bisa mengalami infeksi yang cukup besar pada vagina, benarkah?

Bakteri yang hidup di dalam vagina

Satu hal yang harus dipahami oleh semua wanita, vagina yang Anda miliki memiliki bakteri yang hidup di sana secara mutualisme. Bakteri memberikan banyak manfaat pada vagina berupa lingkungan yang cukup asam. Lingkungan ini kurang begitu cocok untuk tempat hidup bakteri dan jamur sehingga mereka tidak bisa masuk. Kalau bakteri lain masuk, bakteri jenis Lactobacillus ini akan menyerang.

Singkatnya, vagina memiliki sistem kekebalan alami berupa bakteri baik yang sering disebut flora normal. Kalau bakteri baik ini terganggu entah karena obat atau karena kebiasaan yang dilakukan oleh wanita, bakteri jahat dari luar bisa masuk dengan cepat dan menyebabkan infeksi seperti infeksi jamur yang memicu keputihan.

Nah, karena di dalam vagina ada makhluk hidupnya, konsumsi obat tertentu harus sesuai dengan resep dokter. Wanita tidak boleh sembarangan mengonsumsi obat karena bisa membahayakan dirinya sendiri.

Antibiotik membunuh bakteri di vagina

Beberapa jenis obat antibiotik memiliki banyak sekali efek samping. Mungkin fungsinya cukup banyak dan membunuh penyakit. Namun, efek sampingnya juga cukup mengganggu sehingga penggunanya harus sesuai dengan resep dokter. Wanita tidak bisa mengonsumsi obat tersebut seperti layaknya obat pereda panas seperti paracetamol.

Beberapa antibiotik yang cukup berisiko untuk kesehatan vagina adalah obat untuk mengobati sinus atau gangguan paru-paru. Obat ini menyebabkan bakteri baik di dalam vagina terbunuh perlahan-lahan sehingga tidak ada proteksi di sana. Akibat hal ini, wanita berisiko alami infeksi pada vagina khususnya infeksi jamur penyebab keputihan dan bau tidak sedap.

Hal lain yang membunuh bakteri pada vagina

Selain menggunakan obat antibiotik yang berlebihan, ada hal lain yang menyebabkan wanita mengalami infeksi jamur pada vaginanya.

  1. Douching

Douching adalah salah satu teknik membersihkan vagina dengan memasukkan cairan atau semi padat ke dalam vagina. Bahan yang dimasukkan itu biasanya terbuat dari tumbuhan atau komponen herbal lainnya.

Meski douching bisa membuat vagina menjadi wangi atau kesat, efeknya justru sangat banyak. Wanita bisa membunuh flora normal dengan instan karena pH berubah dan ada bahan yang membuat Lactobasillus langsung mati.

  1. Salah saat membasuh

Membasuh vagina bukan hanya perkara menyeka dengan air lalu semuanya selesai. Kalau Anda salah membasuh vagina seperti dari belakang ke depan, ada kemungkinan bakteri dari anus masuk ke vagina. Oleh karena itu, selalu perhatikan gerakan membasuh meski sangat sederhana.

  1. Menggunakan produk pewangi vagina

Jangan sesekali menggunakan pewangi untuk vagina apa pun alasannya. Bahan pewangi entah itu dalam bentuk bedak atau cair sangat berbahaya untuk flora normal. Beberapa bahan kimia yang digunakan bisa saja masuk dan menyebabkan gangguan seperti infeksi atau kanker untuk jangka panjang.

  1. Rutin mengganti celana dalam

Rutin ganti celana dalam setidaknya 6-8 jam sekali. Saat menstruasi ganti pembalut setiap 3-4 jam sekali. Selain celana dalam, usahakan menggunakan celana dalam yang tidak terlalu ketat sehingga masih ada sirkulasi udara dan mencegah keringat berlebih.

Demikianlah sedikit ulasan tentang obat antibiotik yang ternyata bisa menyebabkan infeksi pada vagina. Semoga ulasan di atas bermanfaat.