Terbit: 21 November 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Seks adalah salah satu kebutuhan manusia yang sangat penting dan dasar. Sayangnya, tidak semua orang bisa menikmati seks secara maksimal. Beberapa orang malah mengalami ketakutan dan ini dikenal dengan istilah anoreksia seksual.

Anoreksia Seksual, Kondisi yang Membuat Takut Bercinta

Ketakutan yang muncul saat akan melakukan seks membuat seseorang tidak bisa menikmati kehidupannya. Bahkan, seks bisa menjadi semacam depresi yang sangat besar. Kira-kira mengapa ada orang yang sangat takut melakukan seks dan mengalami anoreksia seksual?

Mengenal kondisi anoreksia seksual

Anoreksia yang sering kita kenal adalah gangguan makan yang membuat seseorang menghindarinya karena takut gemuk. Hal senada juga terjadi dalam dunia seks. Anoreksia seksual akan membuat seseorang menghindari hal-hal berbau seks karena menganggapnya sangat jijik dan tidak sesuai dengan keinginannya.

Misal dalam hubungan suami istri, seseorang akan merasa risi kalau pasangan membicarakan pakaian seksi atau berbagai fantasi seksualnya. Meski pembicaraan dilakukan di ruang privat, beberapa orang tetap menganggapnya tidak sesuai. Bahkan, mereka tidak segan untuk menutup telinga dan juga mata.

Tanda anoreksia seksual

Secara umum kita tahu kalau kondisi anoreksia seksual akan membuat seseorang takut untuk bercinta. Namun, secara umum tanda dari anoreksia seksual terdiri dari beberapa hal di bawah ini:

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Kids Baby - Advertisement

  • Merasa ketakutan saat akan melakukan seks meski dengan pasangan resminya. Ketakutan ini muncul cukup kuat sehingga penderita bisa menangis atau merasa sangat tidak nyaman.
  • Seks dianggap sebagai aktivitas yang buruk dan kotor. Gampangnya, seks tidak perlu dilakukan oleh manusia meski ini merupakan kebutuhan pokok.
  • Seseorang takut melakukan seks karena risiko penyakit seksual. Ketakutan ini sebenarnya wajar. Namun, kalau dengan pasangan sendiri takut padahal sudah sama-sama tahu kondisi kesehatan masing-masing, kondisi anoreksia seksuallah yang akan didapatkan.
  • Merasa malu sendiri kalau ada orang membicarakan hal-hal yang berbau seksual. Misal membicarakan fantasinya atau membicarakan tentang video pornografi. Rasa malu ini cukup berlebihan dan membuat seseorang merasa tidak nyaman dengan hanya mendengarkan saja.
  • Penurunan kemampuan seksual dan juga libido. Pada pria, kondisi ini terlihat jelas dari penurunan kemampuan mendapatkan ereksi dan mempertahankannya.

Penyebab anoreksia seksual

Anoreksia seksual tidak muncul begitu saja tanpa sebab. Banyak hal bisa memicu kondisi ini serta berdampak pada pria dan wanita. Penyebab anoreksia seksual yang pertama adalah gangguan masa lalu atau trauma seksual. Seseorang pernah mengalami pemerkosaan atau kekerasan dalam hal seks yang sangat membekas. Akhirnya, hal-hal berbau seks akan menjadi sangat menyeramkan.

Selanjutnya, penyebab anoreksia seksual adalah masalah biologis atau fisik yang bisanya disebabkan oleh hormon di dalam tubuh yang tidak seimbang. Penggunaan obat tertentu dan juga sindrom kelelahan yang akut juga bisa menyebabkan masalah ini. Terakhir masalah body image juga sangat signifikan menyebabkan seseorang takut untuk bercinta.

Cara mengatasi anoreksia seksual

Meski bisa menyebabkan masalah dalam kehidupan rumah tangga, anoreksia seksual masih bisa diatasi atau disembuhkan. Kalau gangguannya terjadi karena faktor psikologis, ada baiknya untuk menemui psikiater. Pasangan harus menemaninya agar penyembuhan berjalan dengan lancar dan terarah.

Selanjutnya, kalau berhubungan dengan masalah biologis dan penggunaan obat, maka cara mengatasi anoreksia seksual adalah dengan melakukan konsultasi dengan dokter. Biasa jadi ada penggantian obat atau terapi tertentu yang membuat seks tetap bisa berjalan lancar dan ketakutan hilang.

Nah, dari ulasan di atas terlihat jelas mengapa ada beberapa orang merasa tidak nyaman dengan seks yang dilakukan. Semoga kita semua tidak mengalaminya sehingga seks tetap menjadi sesuatu yang menyenangkan.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi