Angioedema: Penyebab, Gejala, Pengobatan

angioedema-doktersehat

DokterSehat.Com – Apakah saat ini Anda sedang mengalami kondisi di mana terjadi pembengkakan kulit, entah itu di sekitar mata, bibir, tangan, kaki, atau bahkan alat kelamin? Jika ya, bisa jadi ini bukan bengkak biasa melainkan angioedema. Ya, angioedema adalah kondisi yang juga ditandai dengan pembengkakan pada kulit. Apa itu angioedema? Apa penyebab angioedema? Bagaimana cara mengobati angioedema?

Apa Itu Angioedema?

Angioedema adalah pembengkakan yang terjadi pada kulit, umumnya diakibatkan oleh alergi.

Angioedema memiliki kemiripan dengan biduran (urtikaria). Bedanya, jika urtikaria terjadi di atas permukaan kulit,  maka angioedema terjadi di lapisan bawah permukaan kulit seperti dermis, mukosa, dan submukosa.

Sebagai salah satu bentuk reaksi alergi, angioedema biasanya tidak membahayakan. Namun pada kasus yang jarang, angioedema juga bisa terjadi di tenggorokan yang mana hal ini berdampak pada terganggunya pernapasan. Penanganan medis yang tepat dan cepat harus dilakukan untuk mencegah kondisi bertambah buruk.

Penyebab Angioedema

Ada sejumlah faktor yang menjadi penyebab angioedema. Hal ini lantas membagi angioedema ke dalam beberapa jenis.

Berikut adalah jenis-jenis angioedema berdasarkan penyebab angioedema yang perlu Anda ketahui dan waspadai.

1. Angioedema Genetik

Sesuai dengan namanya, penyebab angioedema yang satu ini berkaitan dengan faktor genetik. Orang tua mungkin saja akan “mewarisi” kesalahan genetik yang menyebabkan angioedema kepada keturunannya.

Angioedema genetik terjadi ketika adanya kesalahan genetik tersebut mengakibatkan defisiensi protein  C1-esterase yang mana protein penghambat ini sejatinya memiliki peran dalam menjaga fungsi sistem kekebalan tubuh. Jumlah protein C1-esterase yang kurang menyebabkan sistem kekebalan malah berbalik menyerang tubuh hingga menimbulkan reaksi angioedema ini.

Angioedema genetik (hereditary angioedema) bisa terjadi secara tiba-tiba, atau dipicu oleh sejumlah faktor pencetus berikut:

  • Operasi
  • Infeksi
  • Kehamilan
  • Stres
  • Konsumsi obat-obatan tertentu, seperti pil KB

2. Angioedema Akibat Obat-Obatan

Penggunaan sejumlah jenis obat-obatan ternyata juga menjadi salah satu penyebab angioedema, setidaknya bagi sebagian orang. Jika Anda berpikir ini sebagai bentuk reaksi alergi, maka itu keliru. Pasalnya, angioedema akibat obat-obatan juga bisa dialami sekalipun Anda tidak memiliki alergi terhadap obat-obatan.

Sejumlah obat-obatan yang ditengarai menjadi penyebab angioedema antara lain:

  • Obat penghambat angiotensin-converting enzyme (ACE) untuk mengatasi hipertensi (ramipril, perindropil, lisinopril, dan enalapril)
  • Obat angiotensin-2 receptor blockers (ASBs), juga untuk mengatasi hipertensi (valsartan, olmesartan, losartan, irbesartan, andesartan)
  • Obat anti-nyeri (ibuprofen dan golongan obat NSAID)

3. Angioedema akibat Alergi

Alergi adalah penyebab angioedema yang paling umum. Terjadinya pembengkakan pada sejumlah anggota tubuh dikarenakan sistem kekebalan tubuh ‘salah’ dalam mengidentifikasi benda asing yang masuk ke dalam tubuh.

Akibat salah mengidentifikasi, benda-benda seperti makanan dianggap sebagai suatu ancaman (padahal tidak sama sekali) sehingga sistem imun akan melepaskan histamin yang lantas menghasilkan reaksi alergi, salah satunya pembengkakan yang disebut angioedema ini.

Beberapa contoh pemicu alergi (alergen) seperti:

  • Makanan (udang, kacang-kacangan, cokelat, telur, susu)
  • Gigitan serangga
  • Bahan lateks (kondom, balon, sarung tangan karet)

Selain ketiga penyebab angioedema di atas, ada sejumlah faktor lainnya yang turut disinyalir menjadi pemicu penyakit ini, yaitu:

  • Perubahan iklim
  • Stres
  • Olahraga berlebihan
  • Konsumsi minuman beralkohol

Anda bisa bertanya kepada dokter untuk mendapatkan informasi yang lebih jelas perihal hubungan antara angioedema dengan faktor-faktor tersebut.

Ciri dan Gejala Angioedema

Angioedema dapat dikenali dari sejumlah ciri atau gejala. Pembengkakan menjadi ciri-ciri angioedema yang paling utama. Bengkak karena angioedema terjadi di lapisan bawah kulit. Area kulit yang umumnya mengalami angioedema ini seperti:

  • Sekitar mata
  • Lidah
  • Tangan
  • Kaki
  • Alat kelamin

Pada tingkatan angioedema yang lebih parah, pembengkakan bisa terjadi di tenggorokan. Kondisi ini tentu saja tidak bisa dibiarkan karena akan menghambat laju pernapasan.

Sementara itu, gejala lainnya yang mengiringi pembengkakan pada angioedema adalah:

  • Rasa panas pada area kulit yang membengkak
  • Mata merah
  • Perut terasa sakit
  • Mengalami kesulitan saat buang air kecil (BAK)

Selain ciri-ciri angioedema yang telah disebutkan, mungkin ada ciri dan gejala lainnya yang akan Anda rasakan ketika terserang angioedema. Segera kunjungi dokter apabila mengalami satu atau beberapa gejala di atas guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Diagnosis Angioedema

Pemeriksaan angioedema diperlukan untuk memastikan penyebab angioedema. Hal ini menjadi penting agar dokter dapat menentukan metode pengobatan apa yang paling tepat untuk mengobati angioedema yang diderita pasien karena beda sebab, beda pula cara mengobatinya.

Prosedur pemeriksaan untuk diagnosis angioedema umumnya meliputi:

  • Anamnesis, yakni tahap di mana dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan kepada pasien terkait dengan keluhan yang dialami. Mulai dari lama kondisi sudah berlangsung, makanan dan obat-obatan yang dikonsumsi, hingga riwayat penyakit pribadi maupun keluarga, semuanya merupakan informasi yang diperlukan oleh dokter sebelum lanjut ke tahap selanjutnya
  • Pemeriksaan Fisik, yakni tahap di mana dokter akan melakukan pemeriksaan terhadap fisik pasien dalam hal ini kulit yang mengalami pembengkakan. Apabila ditemukan indikasi angioedema disebabkan oleh alergi, maka dokter akan melanjutkan ke tahap berikutnya
  • Pemeriksaan penunjang, yakni tahap di mana dokter akan menerapkan sejumlah metode seperti tes darah dan tes tusuk kulit (skin prick test) guna lebih memastikan penyebab angioedema

Pengobatan Angioedema

Pengobatan angioedema disesuaikan dengan penyebab yang melatarbelakanginya. Pada kasus di mana angioedema disebabkan oleh alergi, cara mengobati angioedema tentu saja dengan memberikan obat antihistamin dan steroid.

Harap diperhatikan, obat antihistamin mungkin saja  menimbulkan efek samping seperti:

  • Sakit kepala
  • Mulut kering
  • Mual dan muntah (jarang terjadi)

Untuk kasus angioedema yang lain yaitu angioedema akibat obat-obatan dan genetik, pengobatan yang umumnya dilakukan adalah:

  • Injeksi obat pengganti penghambat C1-esterase
  • Konsumsi obat danazol
  • Mengompres area kulit yang membengkak dengan air dingin
  • Rutin memeriksakan diri ke dokter selama proses penyembuhan

Pencegahan Angioedema

Angioedema umumnya disebabkan oleh alergi. Oleh sebab itu, cara mencegah angioedema adalah dengan sebisa mungkin menghindari faktor-faktor pencetus alergi.

Apabila angioedema yang Anda alami akibat konsumsi obat-obatan, maka untuk selanjutnya hindari menggunakan obat-obatan tersebut. Sampaikan hal ini kepada dokter agar dokter bisa memberikan alternatif obat untuk Anda konsumsi.

 

Informasi ini telah ditinjau oleh dr. Jati Satriyo

 

Sumber:

  1. Angioedema. https://www.nhs.uk/conditions/angioedema/ (Diakses pada 4 September 2019)
  2. Kulthanan, K et al. 2007. Angioedema: Clinical and Etiological Aspects. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2246030/ (Diakses pada 4 September 2019)
  3. Nordqvist, C. 2018. Everything you need to know about angioedema.
    https://www.medicalnewstoday.com/articles/216095.php Diakses pada 4 September 2019)