Terbit: 4 September 2019
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Apakah saat ini Anda sedang mengalami angioedema, yakni kondisi di mana terjadi pembengkakan kulit, entah itu di sekitar mata, bibir, tangan, kaki, atau bahkan alat kelamin? Jika ya, maka baca informasi berikut ini untuk tahu lebih lanjut mengenai kondisi tersebut mulai dari penyebab, diagnosis, hingga pengobatan dan pencegahannya!

Angioedema: Penyebab, Gejala, Pengobatan

Apa Itu Angioedema?

Angioedema adalah pembengkakan yang terjadi pada kulit, umumnya diakibatkan oleh alergi. Kondisi ini memiliki kemiripan dengan biduran (urtikaria). Bedanya, jika urtikaria terjadi di atas permukaan kulit,  maka angioedema terjadi di lapisan bawah permukaan kulit seperti dermis, mukosa, dan submukosa.

Sebagai salah satu bentuk reaksi alergi, kondisi ini biasanya tidak berbahaya. Namun pada kasus yang jarang, masalah kesehatan ini juga bisa terjadi di tenggorokan yang mana hal tersebut akan berdampak pada terganggunya pernapasan. Penanganan medis yang tepat dan cepat harus dilakukan untuk mencegah kondisi bertambah buruk.

Penyebab Angioedema

Ada sejumlah faktor yang menjadi penyebab angioedema. Hal ini lantas membaginya ke dalam beberapa jenis. Berikut adalah jenis-jenisnya berdasarkan penyebabnya yang perlu Anda ketahui dan waspadai.

1. Angioedema Genetik

Sesuai dengan namanya, penyebab angioedema yang satu ini berkaitan dengan faktor genetik. Orang tua mungkin saja akan “mewarisi” kesalahan genetik yang menyebabkan gangguan kesehatan ini  kepada keturunannya.

Angioedema genetik terjadi ketika adanya kesalahan genetik tersebut mengakibatkan defisiensi protein  C1-esterase yang mana protein penghambat ini sejatinya memiliki peran dalam menjaga fungsi sistem kekebalan tubuh. Jumlah protein C1-esterase yang kurang menyebabkan sistem kekebalan malah berbalik menyerang tubuh hingga menimbulkan reaksi angioedema ini.

Kondisi ini bisa terjadi secara tiba-tiba, atau dipicu oleh sejumlah faktor pencetus berikut:

  • Operasi
  • Infeksi
  • Kehamilan
  • Stres
  • Konsumsi obat-obatan tertentu, seperti pil KB

2. Angioedema Akibat Obat-Obatan

Penggunaan sejumlah jenis obat-obatan ternyata juga menjadi salah satu penyebab pembengkakan pada kulit ini. Jika Anda berpikir ini sebagai bentuk reaksi alergi, maka itu keliru. Pasalnya, penyebab yang satu ini  juga bisa dialami sekalipun Anda tidak memiliki alergi terhadap obat-obatan.

Sejumlah obat-obatan yang ditengarai menjadi pemicu pembengkakan pada kulit antara lain:

  • Obat penghambat angiotensin-converting enzyme (ACE) untuk mengatasi hipertensi (ramipril, perindropil, lisinopril, dan enalapril)
  • Obat angiotensin-2 receptor blockers (ASBs), juga untuk mengatasi hipertensi (valsartan, olmesartan, losartan, irbesartan, andesartan)
  • Obat anti-nyeri (ibuprofen dan golongan obat NSAID)

3. Angioedema akibat Alergi

Alergi adalah penyebab yang paling umum. Terjadinya pembengkakan pada sejumlah anggota tubuh dikarenakan sistem kekebalan tubuh ‘salah’ dalam mengidentifikasi benda asing yang masuk ke dalam tubuh.

Akibat salah mengidentifikasi, benda-benda seperti makanan dianggap sebagai suatu ancaman (padahal tidak sama sekali) sehingga sistem imun akan melepaskan histamin yang lantas menghasilkan reaksi alergi, salah satunya pembengkakan kulit ini.

Beberapa contoh pemicu alergi (alergen) seperti:

  • Makanan (udang, kacang-kacangan, cokelat, telur, susu)
  • Gigitan serangga
  • Bahan lateks (kondom, balon, sarung tangan karet)

Selain ketiga penyebab angioedema di atas, ada sejumlah faktor lainnya yang turut disinyalir menjadi pemicu penyakit ini, yaitu:

  • Perubahan iklim
  • Stres
  • Olahraga berlebihan
  • Konsumsi minuman beralkohol

Anda bisa bertanya kepada dokter untuk mendapatkan informasi yang lebih jelas perihal hubungan antara pembengkakan pada kulit dengan faktor-faktor tersebut.

Ciri dan Gejala Angioedema

Angioedema dapat dikenali dari sejumlah ciri atau gejala. Pembengkakan menjadi ciri-ciri yang paling utama. Pembengkakan terjadi di lapisan bawah kulit. Area kulit yang umumnya mengalami masalah ini antara lain:

  • Sekitar mata
  • Lidah
  • Tangan
  • Kaki
  • Alat kelamin

Pada tingkatan yang lebih parah, pembengkakan bisa terjadi di tenggorokan. Kondisi ini tentu saja tidak bisa dibiarkan karena akan menghambat laju pernapasan.

Sementara itu, gejala lainnya yang mengiringi pembengkakan adalah:

  • Rasa panas pada area kulit yang membengkak
  • Mata merah
  • Perut terasa sakit
  • Mengalami kesulitan saat buang air kecil (BAK)

Selain ciri-ciri  yang telah disebutkan, mungkin ada ciri dan gejala lainnya yang akan Anda rasakan ketika mengalami masalah ini. Segera kunjungi dokter apabila mengalami satu atau beberapa gejala di atas guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Diagnosis Angioedema

Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan penyebabnya. Hal ini menjadi penting agar dokter dapat menentukan metode pengobatan apa yang paling tepat untuk mengobati kondisi yang diderita pasien karena beda sebab, beda pula cara mengobatinya.

Prosedur pemeriksaan untuk diagnosis gangguan kesehatan ini umumnya meliputi:

  • Anamnesis, yakni tahap di mana dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan kepada pasien terkait dengan keluhan yang dialami. Mulai dari lama kondisi sudah berlangsung, makanan dan obat-obatan yang dikonsumsi, hingga riwayat penyakit pribadi maupun keluarga, semuanya merupakan informasi yang diperlukan oleh dokter sebelum lanjut ke tahap selanjutnya
  • Pemeriksaan Fisik, yakni tahap di mana dokter akan melakukan pemeriksaan terhadap fisik pasien dalam hal ini kulit yang mengalami pembengkakan. Apabila ditemukan indikasi angioedema disebabkan oleh alergi, maka dokter akan melanjutkan ke tahap berikutnya
  • Pemeriksaan penunjang, yakni tahap di mana dokter akan menerapkan sejumlah metode seperti tes darah dan tes tusuk kulit (skin prick test) guna lebih memastikan penyebab angioedema

Pengobatan Angioedema

Pengobatan angioedema disesuaikan dengan penyebab yang melatarbelakanginya. Pada kasus yang disebabkan oleh alergi, cara mengobatinya tentu saja dengan memberikan obat antihistamin dan steroid.

Harap diperhatikan, obat antihistamin mungkin saja  menimbulkan efek samping seperti:

  • Sakit kepala
  • Mulut kering
  • Mual dan muntah (jarang terjadi)

Untuk kasus yang lain, pengobatan yang umumnya dilakukan adalah:

  • Injeksi obat pengganti penghambat C1-esterase
  • Konsumsi obat danazol
  • Mengompres area kulit yang membengkak dengan air dingin
  • Rutin memeriksakan diri ke dokter selama proses penyembuhan

Pencegahan Angioedema

Kondisi ini umumnya disebabkan oleh alergi. Oleh sebab itu, cara mencegah angioedema adalah dengan sebisa mungkin menghindari faktor-faktor pencetus alergi.

Apabila kondisi yang Anda alami diakibatkan konsumsi obat-obatan, maka untuk selanjutnya hindari menggunakan obat-obatan tersebut. Sampaikan hal ini kepada dokter agar dokter bisa memberikan alternatif obat untuk Anda konsumsi.

 

  1. Angioedema. https://www.nhs.uk/conditions/angioedema/ (Diakses pada 4 September 2019)
  2. Kulthanan, K et al. 2007. Angioedema: Clinical and Etiological Aspects. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2246030/ (Diakses pada 4 September 2019)
  3. Nordqvist, C. 2018. Everything you need to know about angioedema.
    https://www.medicalnewstoday.com/articles/216095.php Diakses pada 4 September 2019)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi