Terbit: 2 Juli 2020 | Diperbarui: 6 Juli 2020
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Anemia pernisiosa adalah jenis anemia atau kekurangan sel darah merah akibat kekurangan vitamin B12. Ketahui apa itu anemia pernisiosa, gejala, penyebab, pengobatan, dan pembahasan lengkap lainnya di sini.

anemia-pernisiosa-doktersehat

Apa Itu Anemia Pernisiosa?

Anemia pernisiosa adalah kondisi di mana tubuh tidak memiliki jumlah sel darah merah (hemoglobin) yang cukup akibat kekurangan vitamin B12. Tubuh mengalami gangguan dalam menyerap vitamin B12 akibat kurangnya faktor intrinsik (FI) di mukosa lambung.

Anemia akibat kekurangan vitamin B12 ini terjadi akibat gangguan pada produksi sel darah merah yang sehat dan risiko kerusakan sel darah merah atau kehilangan sel darah merah dalam tubuh. Kondisi ini akan mengurangi kapasitas oksigen darah dan memicu kelelahan, pusing, hingga sesak napas.

Pernisiosa (pernicious) adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan jenis anemia yang cukup membahayakan. Sekarang, Anda dapat mengatasinya dengan pil anemia atau suntikan vitamin B12.

Kadar hemoglobin normal pada laki-laki adalah 13,5 gram/100 ml. Sementara hemoglobin normal pada wanita adalah 12,0 gram/100 ml. Kurang dari jumlah tersebut diindikasikan sebagai gejala anemia.

Gejala Anemia Pernisiosa

Secara normal, tubuh dapat menyimpan cadangan vitamin B12 dalam jumlah besar sehingga penyakit anemia akibat kekurangan vitamin B12 umumnya terbentuk dalam waktu lama.

Anda mungkin juga tidak menyadari memiliki penyakit anemia karena gejala berkembang dengan lambat, seperti:

  • Kelelahan
  • Lemah
  • Letih
  • Lesu
  • Linglung
  • Sakit kepala
  • Kulit pucat atau menguning
  • Mual dan muntah
  • Tidak nafsu makan
  • Penurunan berat badan yang tidak diketahui
  • Sembelit
  • Nyeri dada
  • Maag
  • Gangguan keseimbangan
  • Sulit konsentrasi
  • Sensasi terbakar pada kaki
  • Kaki dan tangan dingin

Selain itu, defisiensi vitamin B12 berkepanjangan akibat penyakit anemia pernisiosa juga akan menyebabkan gangguan neurologis, seperti:

  • Otot lemah
  • Mati rasa pada lengan (neuropati perifer)
  • Demensia
  • Depresi
  • Hilang ingatan

Itulah ciri-ciri anemia pernisiosa yang harus diwaspadai. Apabila Anda merasa sering lelah, pusing, atau lemas padahal tidak melakukan aktivitas berat, itu mungkin gejala anemia atau darah rendah.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera hubungi dokter apabila Anda merasa mengalami ciri-ciri anemia pernisiosa dalam intensitas sering dan sudah berlangsung cukup lama. Terutama, bila Anda sering merasa kelelahan ekstrim, pusing, lemas, pucat, dan kehilangan konsentrasi tanpa sebab yang Anda ketahui.

Baca Juga: Anemia: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Cara Mengobati

Penyebab Anemia Pernisiosa

Penyebab anemia adalah kekurangan sel darah merah sehat yang bertugas untuk mengantar suplai oksigen untuk seluruh organ tubuh agar berfungsi dengan baik. Kekurangan sel darah merah akan memicu berbagai gangguan fungsi tubuh mulai dari gejala ringan hingga berat.

Ketahui penyebab anemia pernisiosa lainnya, yaitu:

1. Kekurangan Vitamin B12

Semua proses produksi sel darah merah tersebut dibantu oleh peran vitamin B12. Bila tubuh tidak mendapatkan atau menyerap vitamin B12 yang cukup, maka anemia mungkin terjadi.

Jadi, dapatkan sumber vitamin B12 alami dalam buah dan sayur, seperti:

  • Telur
  • Kerang
  • Produk susu dan olahan susu
  • Daging
  • Unggas
  • Susu kedelai
  • Kacang-kacangan

Bila perlu, Anda bisa mengonsumsi suplemen B12 tambahan untuk memenuhi asupan vitamin harian yang direkomendasikan.

2. Kekurangan Faktor Intrinsik (FI) dalam Tubuh

Faktor intrinsik (FI) adalah semacam protein yang oleh sel parietal di perut. Faktor intrinsik (FI) bertugas untuk membantu penyerapan vitamin B12 dalam tubuh.

Beberapa penyakit yang menyebabkan gangguan IF, termasuk:

  • Gangguan sistem imun
  • Penyakit Crohn
  • Pasca operasi usus
  • Penyakit diabetes tipe 1
  • HIV
  • Efek samping beberapa obat seperti obat diabetes tipe 2 dan antasida

Faktor intrinsik dalam tubuh juga terganggu bila Anda jarang mengonsumsi makanan alami yang tinggi akan vitamin B12.

3. Gangguan Usus Kecil

Gangguan pada usus kecil juga akan mengganggu penyerapan vitamin B12. Gangguan usus dapat disebabkan oleh penyakit lainnya seperti infeksi bakteri jahat di usus kecil, penyakit celiac, dan ileum usus halus.

Faktor Risiko Anemia Pernisiosa

Berikut ini beberapa faktor yang meningkatkan risiko anemia akibat defisiensi vitamin B12:

  • Riwayat keluarga
  • Orang keturunan Eropa Utara atau Skandinavia
  • Penderita diabetes melitus
  • Penderita penyakit autoimun tertentu
  • Lansia di atas 60 tahun
  • Pasien yang pernah operasi organ perut

Faktor usia juga sangat memengaruhi risiko anemia karena tubuh mengalami penurunan fungsi penyerapan nutrisi secara alami.

Baca Juga: Anemia Gravis: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dll

Diagnosis Anemia Pernisiosa

Dokter akan melakukan diagnosis anemia dengan beberapa cara, termasuk:

  • Hitung darah lengkap (HDL) atau complete blood count (CBC), diagnosis anemia secara umum untuk mengetahui kadar hemoglobin dalam tubuh.
  • Pemeriksaan kadar vitamin B12, bila dokter mencurigai adanya gejala anemia akibat defisiensi vitamin B12.
  • Antibodi sel parietal dan IF, pemeriksaan antibodi dan sel parietal lambung yang memproduksi faktor intrinsik.

Dokter juga akan memeriksa apakah gejala anemia pernisiosa didapatkan dari riwayat penyakit yang Anda alami.

Pengobatan Anemia Pernisiosa

Cara mengatasi anemia pernisiosa adalah dengan memenuhi asupan vitamin B12 baik dari menu makanan, obat anemia, atau suntikan suplemen vitamin B12.

Berikut ini cara mengobati anemia pernisiosa:

  • Dokter akan memberikan suntikan vitamin B12 secara teratur untuk menormalkan kadar vitamin B12 dalam darah.
  • Dosis akan disesuaikan sesuai kebutuhan dari waktu ke waktu.
  • Dokter akan meminta Anda membatasi aktivitas tertentu dan mengikuti pola makan sehat.
  • Apabila kadar vitamin B12 dalam tubuh sudah normal, Anda mungkin harus tetap melakukan suntikan vitamin B12 sesuai kebutuhan.

Anda juga harus memeriksa kadar sel darah merah secara teratur. Bila penyakit anemia dipicu oleh kondisi medis lainnya, dokter juga akan menanganinya dan memberikan saran pengobatan terbaik.

Komplikasi Anemia Pernisiosa

Komplikasi serius anemia akibat kekurangan vitamin B12, termasuk:

  • Gangguan pencernaan
  • Masalah jantung
  • Gangguan ingatan
  • Kerusakan saraf perifer
  • Gangguan neurologis

Komplikasi ini mungkin bertahan lama karena akan mengganggu berbagai fungsi organ tubuh.

Cara Mencegah Anemia Pernisiosa

Penuhi kebutuhan vitamin B12 setiap hari untuk mencegah anemia. Vitamin B12 tersedia alami di berbagai makanan seperti hati ayam atau sapi, kerang, sarden, daging, sereal, tuna, salmon, susu, serta produk olahan susu.

Itulah pembahasan lengkap tentang apa itu anemia pernisiosa. Anemia pernisiosa adalah jenis anemia karena Anda kekurangan vitamin B12. Selalu jaga kesehatan Anda dan semoga informasi ini bermanfaat!

 

  1. Conrad, Melissa Stöppler, MD. 2019. Pernicious Anemia and Vitamin B-12 Deficiency. https://www.medicinenet.com/pernicious_anemia/article.htm. (Diakses pada 2 Juli 2020).
  2. Sampson, Stacy D.O. 2020. Pernicious Anemia. https://www.healthline.com/health/pernicious-anemia. (Diakses pada 2 Juli 2020).
  3. WebMD. 2019. What Is Pernicious Anemia?. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/pernicious-anemia#1-2. (Diakses pada 2 Juli 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi