Anemia Defisiensi Besi – Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

anemia-defisiensi-besi-doktersehat

DokterSehat.Com– Anemia defisiensi besi adalah suatu kondisi pada tubuh tang terlalu sedikit sel darah merah karena kekurangan zat besi. Tubuh menggunakan zat besi untuk menghasilkan sel darah merah, yang berguna untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh. Bila tubuh kekurangan zat besi, kemungkinan terlalu sedikit sel darah merah yang sehat untuk membawa oksigen yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Anemia defisiensi besi akan membuat seseorang merasa sangat lelah dan kehabisan napas.

Apa Itu Anemia Defisiensi Besi?

Anemia defisiensi besi adalah kondisi yang terjadi ketika tubuh Anda kekurangan zat besi. Zat besi penting karena akan membantu mendapatkan cukup oksigen ke seluruh tubuh, yang menggunakan zat besi untuk membuat hemoglobin. Hemoglobin adalah bagian dari sel darah merah. Hemoglobin membawa oksigen ke seluruh tubuh.

Jika seseorang tidak memiliki cukup zat besi, tubuh membuat sel darah merah lebih sedikit dan dengan ukuran yang lebih kecil. Maka tubuh menjadi kekurangan hemoglobin, dan seseorang tidak bisa mendapatkan cukup oksigen. Kekurangan zat besi adalah penyebab paling sering dari anemia. 

Penyebab Anemia Defisiensi Besi

Anemia defisiensi besi disebabkan oleh rendahnya tingkat zat besi dalam tubuh. Seseorang yang mengalami kekurangan zat besi disebabkan beberapa hal berikut ini:

1. Diet yang buruk

Diet yang bikin kekurangan zat besi adalah penyebab utama kekurangan zat besi. Jadi penuhi dengan makanan yang mengandung banyak zat besi, seperti telur dan daging, yang memenuhi banyak zat besi yang dibutuhkan tubuh untuk memproduksi hemoglobin.

Jika tidak mengonsumsi cukup untuk mempertahankan kadar zat besi dalam tubuh, kekurangan zat besi dapat berkembang.

2. Kehilangan darah

Zat besi dapat ditemukan terutama dalam darah, karena disimpan dalam sel darah merah. Bila kehilangan banyak darah karena kecelakaan, cedera, melahirkan, atau menstruasi yang berat, kemungkinan akan mengalami kekurangan zat besi.

Namun dalam beberapa kasus, lambatnya kehilangan darah akibat penyakit kronis atau beberapa penyakit kanker dapat menyebabkan kekurangan zat besi.

3. Kemampuan menyerap zat besi berkurang

Kasus yang jarang, beberapa orang tidak dapat menyerap cukup zat besi dari makanan yang mereka makan. Penyebabnya mungkin karena masalah pada usus kecil, seperti penyakit celiac atau penyakit Crohn, atau bila sebagian dari usus kecil telah dihilangkan.

4. Kehamilan

Rendahnya kadar zat besi biasa dialami wanita hamil, karena janin dalam perut ibu membutuhkan banyak zaat besi, dan inilah yang menyebabkan ibu kekurangan zat besi.

Selain itu, ibu hamil juga mengalami peningkatan jumlah darah dalam tubuhnya. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, peningkatan darah ini membutuhkan lebih banyak zat besi.

Faktor Risiko Anemia Defisiensi Besi

Berikut ini adalah beberapa orang yang berisiko lebih tinggi terkena anemia defisiensi besi. Di antaranya:

1. Vegetarian

Seorang vegetarian yang mengonsumsi makanan nabati, mungkin akan mengalami kekurangan zat besi. Sebagai cara untuk mengatasi hal ini, seorang vegetarian harus menambahkan makanan yang mengandung tinggi zat besi, seperti kacang-kacangan atau sereal yang diperkaya.

Para vegetarian yang juga makan makanan laut harus mempertimbangkan untuk makan tiram atau salmon.

2. Wanita

Siklus menstruasi bulanan pada wanita dan gadis remaja akan mengalami peningkatan risiko kekurangan zat besi.

3. Donor darah

Mereka yang teratur mendonorkan darahnya, dapat eningkatkan risiko mengalami kekurangan zat besi. Kondisi ni karena seringnya kehilangan darah.

4. Bayi dan anak-anak

Bayi yang lahir prematur dan bayi yang lahir dengan bobot rendah berisiko mengalami kekurangan zat besi. Begitu pula bayi yang tidak mendapatkan cukup zat besi dari air susu ibu (ASI), sangat berisiko mengalami anemia defisiensi besi.

Jika kadar zat besi pada bayi rendah, dokter akan menyarankan untuk menambahkan formula tinggi zat besi pada makanan bayi.

Anak-anak yang mengalami pertumbuhan ang cepat juiga berisiko anemia defisiensi besi. Jadi, orang tua harus memastikan anak-anak untuk mengonsumsi makanan yang bervariasi dan kaya nutrisi untuk membantu menghindari kekurangan zat besi.

 

Gejala Anemia Defisiensi Besi

Anda mungkin tidak menyadari adanya gejala anemia, karena berkembang perlahan dan gejala mungkin ringan. Bahkan, Anda mungkin tidak menyadari sampai anemia semakin memburuk dengan gejala seperti berikut:

  • Merasa lemah
  • Merasa pusing
  • Mudah marah
  • Sakit kepala
  • Sesak napas
  • Sulit berkonsentrasi

Anak yang memiliki anemia akan mengalami gejala anemia defisiensi besi seperti berikut:

  • Rewel
  • Memiliki rentang perhatian yang pendek
  • Tumbuh lebih lambat dari biasanya

Diagnosis Anemia Defisiensi Besi

Anemia pada anak-anak harus disembuhkan sehingga masalah mental dan perilaku tidak berlangsung lama. Jika menduga Anda mengalami anemia, disarankan menghubungi dokter untuk mendapatkan pemeriksaan fisik dan mengajukan pertanyaan tentang riwayat kesehatan dan gejalanya.

Dokter juga akan mengambil sebagian dari darah untuk diperiksa. Tes-tes ini dapat meliputi tes hitung darah lengkap untuk melihat sel-sel darah merah dan tes zat besi yang menunjukkan berapa banyak zat besi dalam darah Anda, serta memeriksa kadar hemoglobin yang menjadi patokan dari anemia dengan mudah.

Dokter Anda akan melakukan tes untuk mengetahui apa yang menyebabkan anemia dan memberikan tablet suplemen zat besi, dan disarankan untukl mengonsumsi makanan yang kaya zat besi untuk mengobati anemia.

Pengobatan Anemia Defisiensi Besi

Kebanyakan orang mulai merasa lebih baik setelah beberapa hari mengonsumsi pil zat besi. Tapi jangan berhenti minum pil bahkan jika Anda merasa lebih baik. Anda akan perlu untuk terus mengonsumsi pil selama beberapa bulan untuk membangun zat besi dalam tubuh Anda.

Jika dokter menemukan penyebab yang tepat dari anemia, seperti ulkus pendarahan atau cacingan, dokter akan menangani masalah tersebut sehingga dokter akan menangani juga masalah utamanya.

Jika Anda berpikir mengalami anemia, jangan mencoba melakukan pengobatan anemia defisiensi besi sendiri. Jangan mengonsumsi pil zat besi tanpa resep dokter atau berkonsultasi terlebih dahulu. Jika Anda mengonsumsi pil zat besi tanpa berdiskusi terlebih dahulu, pil dapat menyebabkan Anda memiliki terlalu banyak zat besi dalam darah, atau bahkan keracunan besi.

Tingkat zat besi yang rendah mungkin disebabkan oleh masalah serius, seperti ulkus pendarahan atau kanker usus besar. Masalah-masalah tersebut juga butuh perlakuan berbeda dari pil zat besi.

Anda bisa mendapatkan banyak keuntungan dari pil zat besi jika mengonsumsi bersamaan dengan vitamin C atau minum jus jeruk. Disarankan jangan mengonsumsi pil zat besi dengan susu, kafein, makanan serat tinggi, atau antasida.

Pencegahan Anemia Defisiensi Besi

Berikut ini adalah beberapa cara untuk mencegah tuibuh Anda dari kekurangan zat besi atau anemia defisiensi besi. Berikut di antaranya:

1. Rutin makan makanan yang mengandung zat besi

Anda dapat melakukan pencegahan anemia defisiensi besi dengan mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi setiap hari. Makanan kaya zat besi termasuk daging, sayuran, dan biji-bijian seperti sereal yang diperkaya zat besi.

2. Perhatikan makanan bayi

Anda dapat mencegah anemia pada bayi dan anak-anak dengan mengikuti rekomendasi untuk makanan bayi dan memastikan bayi dan anak-anak mendapatkan cukup zat besi.

3 Konsumsi vitamin pada ibu hamil

Jika sedang hamil, Anda melakukan pencegahan anemia defisiensi besi dengan mengonsumsi vitamin prenatal. Dokter akan memberikan vitamin prenatal yang meliputi zat besi dan asam folat. Dokter juga akan melakukan tes darah untuk melihat apakah Anda mengalami anemia. Jika mengalami anemia, Anda akan mengonsumsi pil zat besi dosis tinggi.