Terbit: 2 September 2018 | Diperbarui: 30 Agustus 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Anemia adalah kondisi di mana darah tidak memiliki kandungan sel darah yang cukup. Ada banyak jenis anemia yang telah ditemukan. Jenis anemia yang sangat umum adalah anemia defisiensi besi. Namun, ada jenis anemia yang paling serius dan sangat mengancam jiwa yaitu anemia aplastik.

Anemia Aplastik: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Baca terus untuk mendapatkan informasi penting terkait anemia aplastik yang sangat berbahaya ini. Simaklah penjelasan mengenai apa itu anemia aplastik, siapa saja yang bisa terkena penyakit anemia aplastik, jenis anemia aplastik, penyebab, gejala, dan pengobatan anemia aplastik.

Apa itu anemia aplastik?

Anemia aplastik adalah jenis anemia yang di mana sumsum tulang berhenti memproduksi sel darah sehat yang memadai. Penyakit anemia aplastik merupakan penyakit langka. Akan tetapi, meskipun jarang terjadi, kasus anemia aplastik sangat serius dan dapat mengancam jiwa.

Siapa saja yang bisa menderita anemia aplastik?

Penyakit anemia aplastik tidak mengenal usia. Penyakit ini bisa terjadi pada usia berapa pun baik anak-anak, orang dewasa, maupun lansia. Kategori lansia memang yang paling sering didiagnosis menderita penyakit anemia aplastik.

Jenis anemia aplastik

Ada lebih dari 400 jenis anemia yang telah diteliti. Di antara lebih dari 400 jenis anemia tersebut, ada anemia aplastik yang merupakan jenis anemia paling serius. Anemia aplastik sendiri pun memiliki dua jenis yang berbeda, yaitu anemia aplastik yang didapat dan anemia aplastik yang diwariskan.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Darlie - Advertisement

Anemia aplastik yang didapat bukan karena turunan dikenal dengan istilah acquired aplastic anemia dalam bahasa Inggris. Pada umumnya, dnemia aplastik lebih sering terjadi pada orang dewasa karena pemicu anemia aplastik adalah masalah sistem kekebalan tubuh.

Anemia aplastik yang diturunkan dikenal dengan istilah inherited aplastic anemia. Penyebab anemia aplastik yang diturunkan yaitu adanya kecacatan pada gen dan biasanya sering terjadi pada anak-anak dan dewasa muda.

Baca juga: Anemia, Kenali dan Waspada

Penyebab anemia aplastik

Sumsum tulang yang berbentuk seperti spons merupakan penghasil sel-sel darah yaitu eritrosit, leukosit, dan trombosit. Apabila sumsum tulang mengalami masalah produksi sel darah maka akan terjadi anemia aplastik. Aplastik yang berarti kosong ditujukan kepada sumsum tulang yang berhenti memproduksi sel-sel darah.

Oleh karena itu, penyebab anemia aplastik juga mengandung pengertian penyebab sumsum tulang berhenti memproduksi sel-sel darah. Ada beberapa hal yang menjadi penyebab sumsum tulang mengalami gangguan sehingga tidak atau kurang memproduksi sel darah.

Berikut ini adalah penyebab anemia aplastik:

1. Masalah autoimun

Menurut beberapa ilmuwan, anemia aplastik termasuk penyakit autoimun. Kondisi autoimun di mana sistem kekebalan tubuh salah mengenali sel-sel sehat sebagai zat asing sehingga menyerangnya.

Ada kemungkinan bahwa sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel induk yang ada di dalam sumsum tulang. Sel-sel induk tersebut ibarat ‘pabrik’ sel-sel darah yang lain di dalam sumsum tulang. Jadi, saat sel-sel induk di sumsum tulang rusak maka produksi sel-sel darah yang lain pun juga menjadi terganggu.

2. Tindakan kemoterapi

Pada penderita kanker biasanya menjalani pengobatan yaitu kemoterapi. Tindakan medis kemoterapi memang bisa membunuh sel-sel kanker. Akan tetapi, kemoterapi juga akan merusak sel-sel sehat termasuk sel-sel induk penghasil sel-sel darah di dalam sumsum tulang. Kemoterapi pun turut menjadi salah satu penyebab terjadinya anemia aplastik.

3. Paparan zat kimia

Anemia aplastik juga terjadi karena terpapar dengan bahan kimia. Paparan zat kimia tersebut biasanya ada di dalam bahan pembasmi hama atau serangga. Selain itu, zat kimia yang ada di dalam bensin yakni benzena juga bisa menimbulkan anemia aplastik.

4. Infeksi virus

Tubuh yang telah terinfeksi virus bisa memengaruhi sumsum tulang seseorang sehingga tidak bisa atau kurang banyak menghasilkan sel-sel darah. Ada beberapa virus yang perlu Anda ketahui, yaitu virus cytomegalovirus, parvovirus B19, hepatitis, Epstein-Barr, dan HIV.

5. Terapi obat-obatan tertentu

Terapi obat jenis tertentu juga bisa menjadi terjadinya penyakit anemia aplastik. Ada beberapa obat yang perlu menjadi perhatian. Beberapa jenis obat yang mungkin bisa menyebabkan terjadinya penyakit anemia aplastik yaitu obat-obatan jenis antibiotik dan obat-obatan yang bisa mengobati rheumatoid arthritis dan epilepsi.

6. Kehamilan

Penyebab anemia aplastik yang selanjutnya adalah faktor kehamilan. Wanita hamil berpotensi memiliki masalah autoimun di masa kehamilannya. Masalah autoimun pada wanita hamil menyerang sel-sel induk di dalam sumsum tulang sehingga terjadilah penyakit anemia aplastik.

7. Penyebab lainnya

Pada beberapa kasus, dokter tidak dapat menentukan penyebab pasti anemia aplastik. Hal ini dikarenakan faktor yang menjadi penyebab anemia aplastik tidak atau belum diketahui yang sering dianggap sebagai faktor tak dikenal. Kalangan dokter menyebut kasus tersebut sebagai anemia plastik idiopatik.

Gejala anemia aplastik

Secara umum, anemia aplastik memiliki persamaan dengan jenis anemia lainnya pada beberapa gejala. Beberapa gejala tersebut seperti merasa lelah dan sesak napas. Namun, apabila Anda ingin mengetahui lebih detail, gejala anemia aplastik tergantung pada kekurangan (hipoplastik) atau kekosongan (aplastik) di jenis sel darah yang mana.

Setiap jenis sel darah memiliki perannya masing-masing. Sel darah merah berperan membawa oksigen dan sari-sari makanan ke seluruh tubuh, sel darah putih berperan melawan zat asing seperti kuman atau virus, dan trombosit berperan di dalam pembekuan darah.

Berikut ini adalah beberapa gejala anemia aplastik di setiap kekurangan sel darah jenis tertentu:

Jika Aplastik atau Hipoplastik pada sel darah merah

  • Kelelahan
  • Sesak napas
  • Pusing
  • Sakit kepala
  • Kulit pucat
  • Sakit dada
  • Irama jantung tak teratur

Jika Aplastik atau Hipoplastik pada sel darah putih

  • Infeksi
  • Demam
  • Mudah sakit

Jika Aplastik atau Hipoplastik pada sel darah merah

  • Mudah memar dan berdarah
  • Mimisan

Pengobatan anemia aplastik

Pengobatan anemia aplastik tergantung pada tingkat keparahan. Tingkat anemia aplastik yang ringan tidak memerlukan pengobatan tertentu melainkan cukup menghindari penyebab seperti menghindari bahan kimia dan terapi obat tertentu. Pada kasus anemia aplastik yang serius membutuhkan pengobatan khusus.

Berikut ini adalah beberapa pengobatan untuk kasus anemia aplastik yang serius:

1. Transfusi darah

Pengobatan anemia aplastik yang akut adalah dengan menggunakan pengobatan berupa transfusi darah. Melalui transfusi darah, gejala anemia akan berkurang dan terkontrolnya pendarahan. Tranfusi darah akan menyediakan sel darah yang tidak diproduksi oleh sumsumtulang.

Jadi, tindakan transfusi akan disesuaikan. Apabila tubuh kekurangan sel darah merah maka akan dilakukan transfusi darah yang banyak kandungan sel darah merah. Begitu pula untuk kekurangan sel darah jenis lainnya.

Baca juga: 4 Cara Mudah Mengatasi Anemia Secara Alami

2. Transplantasi sel induk

Pengobatan anemia aplastik yang selanjutnya adalah dengan melakukan transplantasi sel induk sebagai penghasil sel-sel darah. Transplantasi sel induk merupakan pengobatan yang efektif dan ampuh untuk mengobati anemia aplastik tingkat berat.

3. Imunosupresan

Pengobatan dengan menggunakan imunosupresan bisa dilakukan oleh pasien yang tidak bisa menjalani transplantasi sel induk. Pengobatan dengan imunosupresan melibatkan jenis obat yang bisa menekan sistem kekebalan tubuh. Obat penekan sistem kekebalan tubuh sangat efektif untuk mengobati anemia aplastik.

4. Merangsang sumsum tulang

Cara pengobatan anemia aplastik selanjutnya adalah dengan menstimulasi sumsum tulang. Sumsum tulang bisa dirangsang dengan obat-obatan tertentu. Jenis obat tersebut bisa merangsang sumsum tulang kembali memproduksi sel-sel darah yang baru.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi