Anda Alergi Kacang? Ini Makanan Penggantinya

kacang-doktersehat

DokterSehat.Com– Apakah Anda mengalami alergi kacang? Selain makanan berprotein hewani, makanan protein nabati seperti kacang, merupakan penyebab terjadinya alergi paling banyak. Agar kebutuhan gizi dari protein nabati tetap terpenuhi, maka kita harus tahu makanan apa yang bisa menjadi pengganti kacang.

Alergi kacang berarti kita harus membatasi asupan berbagai jenis kacang-kacangan. Menurut WebMD beberapa jenis kacang yang tidak boleh dikonsumsi oleh penderita alergi adalah kacang almond, brazil nuts, kacang mente, kacang hazel, pine nuts dan walnuts.

Selain itu perlu pula kita memerhatikan berbagai jenis produk yang mengandung kacang, baik sebagai bahan baku atau tambahanya misalnya, permen, cokelat, sereal dan jajanan. Kandungan kacang yang ada pada bahan makanan tersebut walaupun sedikit dapat menyebabkan timbulnya alergi.

Penggunaan kacang ada di cukup banyak produk, sehingga kita harus cermat dalam memerhatikannya. Namun tetap ada cukup banyak bahan makanan yang bisa menjadi pengganti kacang yang aman dikonsumsi penderita alergi kacang.

Menurut dietitan dari WebMD, Maryann Tomovich, beberapa alternatif pengganti kacang adalah:

  1. Kacang kedelai

  2. Kacang kedelai boleh kita konsumsi karena tidak termasuk jenis tree nuts yang bisa menimbulkan gejala alergi.

  3. Biji bunga matahari

  4. Salah satu alternatif lain adalah biji bunga matahari yang juga bisa memberikan asupan protein nabati sebagai pengganti kacang.

  5. Selai kacang kedelai atau selai biji bunga matahari

  6. Jika anda ingin mengonsumsi kacang-kacangan dalam bentuk selai maka selai dari kedua bahan makanan diatas menjadi solusi terbaik yang bisa kita pilih.

Bahan makanan diatas dapat menjadi salah satu alternatif pengganti kacang jika kita tidak memiliki alergi pada ketiganya. Maka dari itu selalu pastikan bahwa kita tidak mengalami alergi pada ketiga bahan makanan diatas sebelum memutuskan menjadikannya bahan pengganti kacang.

Mengalami alergi berarti kita harus cermat dalam memutuskan apa saja yang harus dihindari dan apa yang baik dikonsusmi. Meskipun memang tidak mudah, jika kita sudah memperoleh bahan makanan penggantinya maka asupan kebutuhan gizi tubuh jadi semakin optimal kan?