Anatomi Mata: Struktur, Fungsi, Penyakit, dll

anatomi-mata-doktersehat

DokterSehat.Com – Mata adalah bagian paling penting dari tubuh yang berfungsi sebagai sistem visual manusia. Ketahui lebih dalam tentang anatomi mata, cara kerja, fungsi, dll.

Anatomi Mata

Sistem penglihatan adalah proses yang kompleks dan bahkan sel-sel di otak bekerja lebih banyak untuk indra penglihatan dibandingkan untuk indra penciuman, sentuhan, penciuman, dan perasa. 

Cara kerja sistem penglihatan secara singkat adalah cahaya masuk ke pupil Anda lalu difokuskan ke retina di belakang mata. Retina bekerja untuk mengubah sinyal cahaya menjadi impuls listrik. Kemudian, saraf optik membawa impuls listrik ke otak untuk memproses sinyal tersebut.

Untuk mengetahui lebih detail gambar anatomi mata, berikut ini bagian-bagian mata dan fungsinya, yaitu:

  • Sklera: Bagian putih mata untuk melindungi mata.
  • Pupil: Titik hitam di tengah mata adalah lubang dimana cahaya masuk ke mata.
  • Iris: Bagian mata yang mengelilingi pupil untuk mengontrol intensitas cahaya yang masuk dengan cara merubah ukuran pupil.
  • Kornea: Lapisan bening di depan mata yang melindungi iris dan pupil.
  • Lensa Bening: Terletak di bagian pupil yang berfungsi untuk fokus cahaya ke retina.
  • Retina: Lapisan dalam di bagian belakang mata dengan 10 lapisan sel lain, bagian mata paling penting.

Semua saraf di anatomi mata bekerja sama untuk menciptakan penglihatan yang jelas.

Bagian Mata dan Fungsinya

Pelajari bagian-bagian mata dan fungsinya berikut ini:

Jaringan Refraksi Mata

Jaringan refraksi mata adalah jaringan yang memfokuskan cahaya sehingga Anda melihat gambar dengan jelas. Jaringan refraksi mata yang bermasalah akan menyebabkan buram pada penglihatan Anda,

Bagian dari refraksi mata, yaitu:

1. Pupil

Pupil adalah bagian gelap di tengah mata yang bertugas untuk merespon cahaya yang masuk. Saat keadaan terang, pupil akan menutup sekitar 1 mm untuk melindungi retina dari cahaya yang sensitif.

Saat keadaan gelap, pupil akan terbuka sekitar 10 mm agar cahaya bisa masuk dan terlihat lebih jelas. Cara kerja pupil seperti aperture atau bukaan kamera.

2. Iris Mata

Iris mata adalah bagian di sekeliling pupil yang bertugas untuk mengontrol ukuran pupil dan intensitas cahaya yang dapat masuk ke retina.

3. Lensa Mata

Lensa mata berbentuk cembung transparan. Cahaya masuk ke pupil lalu mencapai lensa. Lensa bertugas untuk memfokuskan cahaya ke retina. Fokus lensa mata akan berkurang seiring bertambahnya usia.

4. Otot Siliaris

Otot siliaris melekat pada lensa, bertugas sebagai akomodasi lensa untuk mengatur bentuk lensa dalam pemrosesan cahaya.

5. Kornea

Kornea adalah lapisan transparan yang melindungi pupil, iris mata, bilik mata depan (anterior chamber) atau area yang dipenuhi cairan di antara kornea dan iris mata. Kornea mata berfungsi sebagai sistem fokus mata utama.

Kornea terdiri dari saraf-saraf penting yang sangat sensitif. Kornea adalah pertahanan pertama mata terhadap benda asing dan resiko cedera. Kornea harus dalam kondisi jernih untuk membiaskan cahaya.

Terdapat dua cairan di mata sebagai nutrisi mata, yaitu badan bening (Vitreous Fluid) merupakan cairan mata seperti gel di belakang mata dan beranda depan (Aqueous humor) merupakan cairan berlendir transparan serupa plasma. 

Retina  

Retina adalah anatomi mata selanjutnya, yaitu lapisan mata paling dalam yang terdiri atas 120 juta sel fotoreseptor yang mendeteksi cahaya lalu mengubahnya jadi impuls listrik untuk dikirim ke otak lalu diproses.

Sel fotoreseptor mengandung protein yang sangat sensitif terhadap cahaya yang bernama opsins. Dua sel fotoreseptor utama yang bertugas mengirimkan impuls listrik ke otak adalah sel kerucut (cones) dan sel batang (rods).

1. Sel Kerucut

Sel kerucut terletak di pusat retina atau yang disebut makula. Sel kerucut berbentuk padat di lubang kecil di tengah makula yang disebut sebagai fovea. Sel kerucut bertanggung jawab pada penglihatan warna yang fokus.

Terdapat tiga jenis sel kerucut yaitu sel kerucut pendek atau biru, sel kerucut tengah atau hijau, sel kerucut panjang atau merah. Sel kerucut bekerja dalam cahaya normal dan membuat Anda bisa membedakan warna.

2. Sel Batang

Sel Batang terletak di tepi retina dan bekerja dalam tingkat cahaya rendah. Sel Batang tidak bisa membedakan warna namun sangat sensitif dalam mendeteksi jumlah cahaya terendah.

3. Saraf Optik

Saraf optik adalah kumpulan saraf tebal yang bertugas mentransmisikan impuls dari retina ke otak. Terdapat sekitar satu juta serat retina yang disebut sel ganglion. Sel ganglion berfungsi sebagai pengantar informasi cahaya dari retina ke otak.

Setiap bagian sel ganglion memuat informasi cahaya yang berbeda. Beberapa bagian sel ganglion sangat sensitif terhadap kontras dan pergerakan cahaya, sebagian lainnya ada yang sensitif terhadap bentuk dan detail cahaya.

Semua sel bekerja agar Anda dapat melihat objek visual dengan jelas. Mata dapat melihat dalam 3D dengan membandingkan impuls dari kedua mata dari otak.

Impuls cahaya akan sampai ke otak lalu berakhir di korteks visual yaitu bagian otak yang khusus memuat informasi visual, lalu impuls cahaya diproses sampai menjadi gambar jelas yang Anda lihat. Itulah cara kerja mata yang ternyata sangat kompleks. 

Bagian Pendukung Mata Lainnya

Berikut ini adalah bagian pendukung  mata yang tidak kalah penting lainnya, yaitu:

1. Sklera

Sklera adalah bagian putih pada mata Anda yang berfungsi melindungi bola mata. Sklera memiliki tekstur berserat untuk menjaga bentuk mata.

2. Konjungtiva

Konjungtiva adalah selaput transparan yang berbentuk tipis untuk menutupi sebagian besar sklera dan bagian dalam kelopak mata Anda. Konjungtiva berfungsi sebagai pelumas mata dan melindungi mata dari mikroba.

3. Koroid

Koroid adalah lapisan jaringan ikat yang menghubungkan antara retina dan sklera. Koroid mengandung pembuluh darah dengan konsentrasi tinggi yang ketebalannya 0,5 mm. Koroid juga mengandung sel-sel pigmen penyerap cahaya untuk mengurangi pantulan di retina.

Cara Kerja Mata

Berikut ini adalah cara kerja mata dalam memproses cahaya jadi gambar jelas jadi Anda bisa melihat dengan baik:

  • Cahaya memantulkan objek yang sedang Anda lihat
  • Sinar cahaya masuk ke mata melewati kornea di bagian depan mata
  • Cahaya melewati cairan beranda depan mata (aqueous humor) lalu masuk ke pupil untuk mencapai lensa mata
  • Lensa dapat merubah ukuran cahaya yang akan difokuskan ke retina di belakang mata
  • Saat menuju retina, cahaya melewati cairan kental dan jernih atau disebut vitreous humor
  • Vitreous humor atau badan bening mata membantu cahaya mempertahankan bentuknya di bola mata
  • Cahaya tiba di belakang mata lalu sampai ke retina
  • Retina mengubah cahaya menjadi impuls listrik yang kemudian dibawa ke otak oleh saraf optik
  • Tahap terakhir cahaya sampai di otak
  • Cahaya diproses di korteks visual otak besar dan mengartikan semua impuls listrik menjadi apa yang Anda lihat

Cara kerja mata normal yang ternyata sangat komplek. Semua bagian di mata bekerja sama untuk menciptakan visual yang Anda lihat. Jika ada satu bagian kecil saja yang bermasalah, maka penglihatan akan terganggu.

Jenis Penyakit Mata

Mata adalah salah satu organ yang paling sensitif dan harus dijaga kesehatannya dengan baik. Terdapat jenis-jenis penyakit mata, meliputi:

  • Ablasio Retina: Retina tidak berada di posisi normal dan menyebabkan penglihatan terganggu.
  • Amblyopia atau Mata Malas: Penurunan daya penglihatan pada satu anak yang umunya terjadi sejak anak usia dini.
  • Anisokor: Pupil memiliki ukuran yang berbeda sehingga menimbulkan ilusi kedua mata memiliki dua warna bola mata berbeda.
  • Astigmatisma: Gangguan penglihatan paling umum dimana Anda buram melihat objek benda, lalu Anda menyipitkan mata untuk memfokuskan objek.
  • Buta Warna: Sel batang tidak berfungsi dengan baik dan menyebabkan Anda tidak bisa membedakan warna-warna.
  • Degenerasi Makula atau Age Macular Degeneration (AMD): Kondisi penglihatan yang kabur karena faktor usia.
  • Katarak: Masalah penglihatan menjadi buram karena efek usia.
  • Konjungtivitis atau Mata Merah: Radang atau infeksi pada membran konjungtiva hingga membuat mata merah.
  • Diplopia atau Penglihatan Ganda: Kondisi saat Anda membuka mata dan Anda melihat objek ganda.
  • Eye Floaters atau Pengambangan Mata: Gangguan mata dimana Anda seperti melihat bintik-bintik, garis, berwarna abu-abu, atau sesuatu yang melayang.
  • Glaukoma: Gangguan pada saraf optik mata yang merupakan bagian vital bagi penglihatan.
  • Hifema: Pendarahan di depan mata, terletak di antara kornea dan iris mata.
  • Hipermetropi atau Rabun Dekat: Kondisi mata tidak bisa melihat objek dekat dengan jelas, namun melihat objek jauh jelas.
  • Miopi atau Rabun Jauh: Tidak bisa melihat dengan jelas objek benda yang jauh, gangguan mata paling umum untuk orang di bawah usia 40 tahun.
  • Neuritis Optik: Peradangan pada saraf optik yaitu saraf yang mengirimkan impuls dari mata ke otak.
  • Retinitis Pigmentosa: Peradangan pada retina yang dapat menyebabkan buta.
  • Strabismus atau Mata Juling: Kondisi dimana mata tidak bisa fokus pada satu titik, kedua mata menatap pada dua arah berbeda.
  • Sindrom Mata Kering: Mata tidak memproduksi air mata yang cukup atau mata kelelahan.
  • Uveitis: Peradangan pada uvea yaitu lapisan tengah mata yang terdiri dari iris mata, badan siliaris, dan koroid.

Ketahui juga tentang Gangguan Kesehatan Mata

Itulah jenis-jenis penyakit mata dengan sistem kerjanya yang kompleks. Anda mungkin berpikir mata adalah organ biasa, namun mata berperan sangat penting bagi kehidupan. Jaga kesehatan mata agar terhindar dari gangguan penglihatan tersebut.

Jenis Tes Mata

Berikut ini adalah jenis tes mata yang dapat Anda lakukan untuk mendiagnosa beberapa kondisi penyakit mata, yaitu:

  • Tonometri: Tes mata sederhana untuk diagnosis penyakit mata glaukoma.
  • Slit Lamp: Pemeriksaan mata dengan mikroskop khusus dan disinari dengan cahaya intensitas tinggi, tes ini untuk berbagai penyakit mata.
  • Oftalmoskop: Dokter memberikan tetes mata lalu menyinarinya dengan oftalmoskop untuk melihat kondisi retina.
  • Refraksi: Dokter akan memeriksa  kekuatan penglihatan mata Anda dengan berbagai lensa untuk mencari ukuran lensa mana yang sesuai untuk kondisi mata Anda.
  • Tes Ketajaman Visual: Pengecekan mata dengan membaca huruf-huruf dari ukuran besar sampai kecil untuk mengetahui kondisi penglihatan Anda.

Diagnosis kondisi mata umumnya dilakukan dengan jenis tes mata tersebut, setelah tahu apa masalahnya Anda bisa melakukan pengobatan atau perawatan agar kondisi mata tidak bertambah parah.

Jenis Perawatan Mata

Anda dapat melakukan perawatan dan pengobatan berbagai kondisi mata dengan jenis pengobatan mata berikut ini, yaitu:

  • Kacamata atau Kontak Lensa

Penggunaan kacamata atau kontak lensa dapat membantu penglihatan jadi lebih jelas, umumnya untuk mengatasi rabun jauh, rabun dekat, dan astigmatisme.

  • Operasi LASIK

Operasi LASIK atau disebut juga operasi laser untuk mengatasi rabun jauh, rabun dekat, dan astigmatisme. Cara kerjanya adalah dokter menggunakan sebuah laser yang ditujukan untuk membentuk kornea untuk memperbaiki cara mata memfokuskan sinar cahaya ke retina di belakang mata.

  • Keratektomi Fotorefraktif

Operasi dengan laser yang prosedurnya hampir sama dengan prosedur operasi LASIK untuk memperbaiki penglihatan dari rabun jauh, rabun dekat, dan astigmatisme.

  • Artificial Tears

Artificial Tears atau air mata buatan adalah obat tetes mata yang kandungan dan teksturnya dibuat seperti air mata natural untuk mengatasi iritasi mata.

  • Koagulasi Laser

Operasi mata untuk memperbaiki struktur retina yang rusak. Koagulasi laser digunakan untuk mengatasi berbagai penyakit mata dan pembuluh darah abnormal di sekitar mata.

  • Operasi Katarak

Operasi untuk mengatasi gangguan mata katarak yang umumnya terjadi pada orang tua. Cara operasi katarak adalah dengan mengganti lensa  mata katarak dengan lensa buatan.

Terdapat berbagai jenis pengobatan mata yang dapat Anda lakukan. Anda dapat berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis mata untuk tindakan medis seperti operasi mata.

Baca juga tentang Cara Alami Menjaga Kesehatan Mata

Tips Merawat Kesehatan Mata

Berikut ini adalah tips merawat kesehatan mata, yaitu:

  • Makan makanan yang mengandung asam lemak omega-3, lutein, zinc, dan vitamin C, A, dan E seperti wortel, bayam, tuna, telur, dll.  
  • Berhenti merokok.
  • Gunakan kacamata hitam di siang hari untuk melindungi mata dari bahaya sinar UV.
  • Gunakan kacamata yang sesuai dengan kondisi mata Anda.
  • Beri istirahat untuk mata Anda terutama jika melihat ke layar ponsel atau komputer terlalu lama.
  • Jika mata kering, kedipkan berkali-kali sampai mata terhidrasi.
  • Cek mata ke dokter atau optik yang menyediakan alat pemeriksaan mata.

Ketahui lebih banyak tentang Tips Menjaga Kesehatan Mata lainnya.

Fakta dan Mitos Mata

Berikut ini adalah pembahasan fakta dan mitos mata yang paling umum beredar di masyarakat, yaitu:

  • Makan wortel baik untuk kesehatan mata karena wortel mengandung vitamin A, namun sumber lain seperti susu, keju, dan kuning telur juga bagus untuk mata.  
  • Menonton TV terlalu dekat dengan layar tidak akan merusak penglihatan Anda.
  • Membaca saat gelap juga tidak akan membuat penglihatan Anda jadi lemah, hanya akan menyebabkan sakit kepala.
  • Menggunakan kacamata atau lensa kontak tidak akan memperburuk kondisi mata Anda, faktor lain yang mungkin adalah pengaruh usia.
  • Anak dengan mata juling bisa disembuhkan dengan pengecekan dan pengobatan sedini mungkin.
  • Ada banyak perawatan medis yang bisa dilakukan untuk memperbaiki penglihatan Anda.

Itulah penjelasan lengkap tentang anatomi mata, bagian mata dan fungsinya, jenis penyakit mata, jenis pengobatan mata, dll. Semoga informasi kesehatan ini berguna untuk Anda dalam menjaga kesehatan mata.

 

Informasi kesehatan ini telah ditinjau oleh dr. Jati Satriyo.

 

 

Sumber:

  1. Newman, Tim. 2018. An introduction to eyes and how they work. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320608.php. (Diakses pada 25 September 2019).
  2. AboutKidsHealth. 2011. Eyes Anatomy and Function. https://aboutkidshealth.ca/Article?contentid=1941&language=English. (Diakses pada 25 September 2019).
  3. WebMD. 2018. Picture of The Eye. https://www.webmd.com/eye-health/picture-of-the-eyes#1. (Diakses pada 25 September 2019).
  4. WebMD. 2018. How to Keep Your Eyes Healthy. https://www.webmd.com/eye-health/good-eyesight#1. (Diakses pada 25 September 2019).