Analisis Sperma: Pengertian, Prosedur, Hasil

analisis-sperma-doktersehat

DokterSehat.Com – Ketidaksuburan sering kali dikaitkan dengan wanita. Padahal dalam hal menghasilkan keturunan faktor dari pria atau kesuburan pria juga memengaruhi. Salah satu cara untuk memastikan kesuburan pria adalah dengan cara melakukan analisis sperma. Berikut adalah berbagai hal yang perlu diketahui tentang analisis sperma.

Apa Itu Analisis Sperma?

Analisis sperma adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk memastikan normal atau tidaknya sperma. Pemeriksaan analisis sperma umumnya dilakukan pada pria yang memiliki pasangan yang sulit untuk hamil dan merupakan bagian dari tes kesuburan. Selain itu, analisis sperma juga dapat dilakukan pada pria yang menjalani vasektomi untuk menentukan apakah operasi tersebut berhasil atau tidak.

Pemeriksaan analisis sperma menggunakan sampel semen atau cairan mani. Sampel air mani akan dikumpulkan dalam sebuah wadah steril untuk kemudian diperiksa di laboratorium. Jika analisis sperma dilakukan untuk tes kesuburan, cairan mani harus segera dianalisis dalam waktu 1 jam.

Analisis sperma untuk pria yang melakukan vasektomi umumnya hanya dilakukan untuk memastikan keberadaan sperma dalam air mani dan merupakan analisis sperma versi pendek. Sedangkan pada pemeriksaan kesuburan, lebih banyak lagi aspek yang diperiksa.

Air mani dengan jumlah sekitar 1,5-5,5 mm normalnya memiliki setidaknya 2 juta sel sperma. Selain mengandung sperma, air mani juga mangandung fruktosa, buffer, zat pembeku, pelumas, dan juga enzim.

Langkah-langkah analisis sperma yang umum adalah sebagai berikut ini:

  • Volume air mani
  • Viskositas atau konsistensi semen
  • Jumlah sperma
  • Konsentrasi sperma atau jumlah sperma per volume semen
  • Motilitas sperma, seberapa kuat dan lurus gerak sperma, dinyatakan dalam persen
  • Jumlah sperma normal dan abnormal (dalam hal ukuran dan bentuk), dinyatakan dalam persen
  • Koagulasi dan pencairan, seberapa cepat air mani beruba konsistensi dari kental menjadi cair.
  • Fruktosa
  • Kadar pH
  • Jumlah sperma yang belum matang
  • Jumlah sel darah putih

Prosedur Pemeriksaan Analisis Sperma

Sebelum melakukan analisis sperma, Anda mungkin akan diperintahkan untuk tidak melakukan hubungan seks maupun masturbasi selama paling tidak 2-5 hari sebelum sampel diambil. Anda akan diperintahkan untuk melakukan masturbasi untuk mengeluarkan sampel air mani. Sampel air mani akan ditampung dalam sebuah tabung steril untuk dianalisis di laboratorium.

Pengambilan sampel di rumah tidak umum dilakukan, karena cairan tersebut harus dianalisis dalam waktu 1 jam setelah dikeluarkan. Pemeriksaan analisis sperma direkomendasikan untuk dilakukan 2 kali untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat. Kedua tes ini umumnya memiliki jarak 2 hingga 3 minggu.

Hal yang Memengaruhi Akurasi Analisis Sperma

Sebelum melakukan pemeriksaan analisis sperma, Anda diharuskan untuk tidak melakukan hubungan seksual atau masturbasi selama 2-5 hari. Jika puasa hubungan seksual dilakukan lebih dari 5 hari, maka dapat menghasilkan volume air mani yang lebih banyak, namun motilitas sperma kemungkinan akan menurun.

Lamanya jarak waktu antara pengambilan sampel dan pemeriksaan juga berpengaruh pada hasil tes. Maka dari itu, pemeriksaan tidak boleh dilakukan melebihi dari 1 jam setelah pengambilan sampel.

Hasil Pemeriksaan Analisis Sperma

Cara membaca hasil lab analisis sperma dapat berbeda-beda pada setiap laboratorium. Berikut adalah cara membaca analisis sperma dari laboratorium klinik Prodia:

1. Makroskopis

Analisis makroskopis meliputi pemeriksaan volume, bau, warna, likuifaksi, dan viskositas. Berikut adalah nilai rujukannya:

  • Volume air mani: sama dengan atau di atas 2,0 mL.
  • Bau: khas atau tidak khas (bau khas sperma adalah seperti aroma pemutih pakaian)
  • Warna: putih keabu-abuan
  • Liquefaction: sama dengan atau di atas 60 menit. Cairan sperma yang keluar biasanya dengan konsistensi yang lebih kental. Liquefaction adalah waktu yang dibutuhkan untuk cairan sperma tersebut untuk mencair. Salah satu penyebab sperma yang tidak normal adalah cairan sperma yang menggumpal dan membutuhkan waktu yang lama untuk mencair (lebih dari 60 menit).
  • Viskositas (konsistensi atau ketebalan air mani): sama dengan atau di atas 2 cm.

2. Mikroskopis

Analisis sperma mikroskopis meliputi konsentrasi dan jumlah sperma. Berikut adalah nilai rujukannya:

  • Konsentrasi: sama dengan atau di atas 20, dinyatakan dalam satuan 106/mL
  • Jumlah: sama dengan atau di atas 40, dinyatakan dalam satuan 106/ejakulat

3. Motilitas

Motilitas menilai gerakan atau aktivitas sperma, berikut adalah yang dinilai dalam motilitas:

  • Sperma bergerak cepat dan maju lurus(A): normalnya adalah di atas atau sama dengan 25, dinyatakan dalam %
  • Sperma bergerak lambat atau sulit maju lurus(B): tidak ada nilai rujukan, dinyatakan dalam %
  • A dan B: normalnya adalah sama dengan atau di atas 50, dinyatakan dalam %
  • Sperma bergerak di tempat: tidak ada nilai rujukan, dinyatakan dalam %
  • Sperma tidak bergerak: tidak ada nilai rujukan, dinyatakan dalam %
  • Aglutinasi: hasil acuan normalnya adalah negatif

Perlu diingat bahwa acuan range nilai normal setiap laboratorium berbeda-beda walaupun perbedaan tersebut tidak signifikan. Anda sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter sebelum melakukan pemeriksaan analisa sperma karena beberapa dokter membutuhkan hasil dari laboratorium khusus di rumah sakit tersebut.

Hasil Analisis Sperma Tidak Normal

Sperma seringkali disebut tidak normal apabila hasil analisa sperma diluar dari range normal pada laboratorium tersebut. Hal ini dapat dikarenakan oleh jumlah sperma yang terlalu sedikit, yaitu di bawah angka 40×106/ejakulat.

Selain itu, sperma dapat disebut tidak normal apabila jumlah sperma yang bergerak cepat dan bergerak lambat lebih sedikit dari nilai range acuan normal.

Bentuk-bentuk sperma yang tidak normal

Terdapat beberapa kondisi yang terkait dengan kondisi sperma tidak normal yaitu:

  • Aspermia: kondisi di mana tidak ditemukannya sperma sama sekali dalam air mani.
  • Asthenozoospermia: jumlah sperma yang mampu bergerak dengan normal di bawah 40% dari keseluruhan jumlah sperma.
  • Teratozoospermia: lebih dari 40% sperma mempunyai bentuk tidak normal dari keseluruhan jumlah sperma. Sperma yang normal mempunyai kepala yang berbentuk oval dan ekor yang panjang. Semua bentuk diluar dari bentuk ini dianggap tidak normal. Sperma yang memiliki bentuk tidak normal akan mempengaruhi pergerakan sperma dan kemampuan sperma untuk menembus dan membuahi sel telur.
  • Oligoasthenozoospermia: jumlah sperma di bawah normal dan pergerakan sperma kurang baik.
  • Necozoospermia: kondisi ditemukannya banyak sperma tidak hidup.

Harga Analisis Sperma

Harga analisis sperma dapat berbeda-beda pada setiap rumah sakit ataupun laboratorium. Harga rata-rata yang dipatok untuk pemeriksaan analisis sperma umumnya adalah mulai dari Rp170.000 atau dapat juga hingga melebihi angka Rp400.000.

 

Informasi kesehatan ini telah ditinjau oleh dr. Patricia Aulia

 

Sumber:

  1. Semen Analysis – https://labtestsonline.org/tests/semen-analysis