Terbit: 4 April 2018 | Diperbarui: 5 April 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Membekali anak dengan kemampuan bahasa asing memiliki banyak manfaat untuk anak. Selain baik untuk bekal masa depannya kelak, anak yang bisa bicara dua bahasa ternyata memiliki kemampuan kognitif yang lebih baik.

Anak yang Bicara Dua Bahasa Cenderung Lebih Cerdas

Photo Credit: pexels.com

Kelebihan anak yang menguasai beberapa bahasa

Dikutip dari Science Alert, sebuah penelitian di Kanada menyelidiki bagaimana hubungan antara kemampuan bicara lebih dari satu bahasa dengan keterampilan pemecahan masalah pada balita. Kemampuan bahasa pada anak yang terbiasa beralih dari satu bahasa ke bahasa yang lain menunjukkan fleksibilitas mental yang lebih baik dari anak-anak yang bicara dengan satu bahasa saja.

Menurut para peneliti, saat belajar, anak mungkin mendapati bahwa bicara dalam dua bahasa tidak semudah kelihatannya. Terkadang anak akan tampak seperti kesulitan bicara, namun hal ini normal karena otak anak sedang memproses banyak informasi. Namun di sisi lain kemampuannya dalam menyelesaikan masalah akan meningkat.

Peneliti melakukan pengamatan peningkatan kosakata pada dua kelompok balita, kelompok pertama terdiri dari 39 balita yang bicara secara bilingual dan kelompok lainnya adalah 43 balita yang bicara secara monolingual. Balita yang ada dalam penelitian ini adalah balita berusia antara 24-31 bulan.

Hasil penelitian tersebut menyebutkan bahwa secara umum tidak ada perbedaan mencolok antara penguasaan kosakata dari kedua kelompok. Namun ketika anak-anak diberi tes untuk menyelesaikan masalah, anak-anak dari kelompok bilingual menunjukkan hasil tes yang lebih baik.

Untuk menilai kemampuan anak-anak dalam tugas penyelesaian masalah, peserta diminta untuk melakukan teka-teki kategorisasi terbalik, yaitu meletakkan balok kecil dalam ember kecil dan balok besar dalam ember besar, kemudian diminta untuk membalikkan pemilahan, meletakkan balok-balok kecil di dalam kotak besar dan sebaliknya.

Tugas lain adalah merepresentasikan anak-anak dengan konflik bentuk. Anak-anak diminta menunjukkan gambar buah-buahan yang berukuran berbeda dan diminta menyebutkannya. Kemudian ketika serangkaian gambar baru ditampilkan, dengan buah-buahan kecil berada di dalam buah yang besar dan peserta hrus menunjuk buah yang kecil, anak-anak bilingual menunjukkan kemampuan yang lebih baik.

Menurut peneliti, kemampuan ini mencerminkan bahwa kemampuan anak dalam pengalihan bahasa meningkatkan fleksibilitas mental mereka. Selain itu penelitian ini juga menguatkan penelitian sebelumnya bahwa anak yang bicara dua bahasa memiliki volume materi abu-abu yang tinggi di otak, sebuah area yang terkait dengan kecerdasan anak dan menyelesaikan masalah


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi