Terbit: 3 Juni 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Belakangan ini beredar berita yang menyebutkan bahwa ada anak SD yang meninggal setelah berbuka puasa bersama dengan teman-temannya. Sang anak disebut-sebut meninggal setelah mengonsumsi minuman bersoda. Banyak warganet yang kemudian berkomentar tentang bahaya dari mengonsumsi minuman bersoda, khususnya saat perut masih dalam kondisi kosong.

Viral Kasus Anak SD Meninggal Setelah Berbuka dengan Soda, Begini Faktanya

Berita ini kemudian viral di media sosial dan aplikasi percakapan ponsel pintar, namun, kemudian muncul klarifikasi dari seseorang yang mengaku mengenal korban, yakni Dwi Sugiarti. Melalui akun Facebook-nya, Dwi menyebutkan bahwa sang anak meninggal bukan karena konsumsi minuman bersoda.

Selain itu, Dwi juga menyebutkan bahwa meskipun memang benar bahwa sang anak meninggal saat berada di restoran cepat saji dan memesan ayam tepung, belum jelas apa penyebab dari meninggalnya sang bocah. Hanya saja, Dwi menyebutkan bahwa teman-teman Dwi terkejut karena setelah memesan teh manis dan mengonsumsi nasi ayam, sang anak mengalami sesak napas dan kemudian kehilangan kesadaran.

Pakar kesehatan Dr. Eko Budidharmaja menyebutkan bahwa minuman bersoda memang tidak baik bagi kesehatan, apalagi jika dikonsumsi dalam kondisi perut kosong. Hal ini berarti, kita memang sebaiknya tidak mengonsumsinya saat berbuka puasa meskipun bisa memberikan sensasi segar saat diminum.

Khusus untuk kasus ini, Dr. Eko menyebutkan bahwa belum bisa dipastikan apa penyebab meninggalnya sang anak karena biasanya cukup banyak pasien yang mengeluhkan gangguan asam lambung datang ke IGD namun hanya membutuhkan rawat jalan.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku PTH - Advertisement

Jika sampai ada yang meninggal setelah mengonsumsi minuman tertentu, ada kemungkinan sang anak memiliki masalah kesehatan lainnya yang cukup parah, namun hingga saat ini juga belum ada konfirmasi apapun dari pihak-pihak yang terkait dengan kasus ini sehingga kita juga belum bisa memastikan apakah kabar ini benar atau hoaks belaka.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi