Anak Ini Alergi dengan Sinar Matahari

SWNS

DokterSehat.Com– Anak berusia 7 tahun bernama Oliver Kei mengalami kondisi genetik yang sangat langka, yakni xeroderma pigmentosum (XP). Kondisi ini dialaminya sejak usianya 18 bulan dengan gejala berupa bintik-bintik kehitaman pada kulitnya.

Photo Source: SWNS

Dilansir dari SWNS, penyakit ini hanya menyerang satu dari satu juta orang di Amerika Serikat. Yang menjadi masalah adalah, kulitnya tidak bisa memperbaiki dampak dari sinar ultraviolet matahari sehingga meninggalkan bekas bintik kehitaman meskipun terpapar sebentar saja. Selain itu, Ia juga memiliki risiko 1.000 kali lipat untuk mengalami kanker kulit jika dibandingkan dengan orang biasa.

Khawatir dengan kondisi kesehatannya, orang tuanya pun menjadi sangat protektif dengan Oliver. Jika Ia akan pergi ke luar rumah di kawasan Quartz, California, orang tuanya akan memakaikan pelindung khusus dari plastik tebal dan harus menutupi seluruh anggota tubuh lainnya seperti tangan dan kaki dengan kain khusus yang mampu melindunginya dari paparan sinar ultraviolet.

Jika sampai kulit Oliver terpapar sinar matahari secara langsung, kulitnya langsung terbakar dan membuat bintik-bintik kehitaman muncul. Bintik-bintik inilah yang kemudian bisa berkembang menjadi kanker.

Rumah dan mobil milik keluarga Oliver juga diberi perlengkapan khusus. Kaca jendela dan mobil sudah dipasangi lapisan pelindung dari sinar ultraviolet. Bahkan, bola lampu di ruang kelasnya juga diposisikan sedemikian rupa untuk mencegahnya mengalami kerusakan kulit.

Teman-teman sekolah Oliver yang tahu dengan kondisinya bisa mengerti dan tidak pernah mengejeknya. Mereka juga memperlakukan Oliver sebagaimana anak biasa.

Noelle Kei, ibu dari Oliver, mengaku jika keluarganya seperti menanti-nanti kapan matahari tenggelam setiap hari karena hal ini berarti Oliver bisa hidup normal tanpa harus memakai berbagai alat pelindung, termasuk bermain di luar rumah.

Semoga kondisi Oliver bisa semakin membaik ya?