9 Dari 10 Anak Indonesia Kekurangan Serat

anak-makan-serat-sayur-buah-doktersehat
Photo Source: Flickr/idjiot

DokterSehat.Com– Serat adalah salah satu asupan makanan yang paling penting bagi kesehatan tubuh. Tanpa adanya serat, maka pencernaan tidak akan berjalan dengan lancar dan kita pun akan lebih rentan mengalami masalah kenaikan berat badan. Masalahnya adalah pakar kesehatan menyebut 9 dari 10 anak usia di di Indonesia cenderung mengalami kurang serat.

Kurang Serat Masih Menjadi Masalah Anak-Anak di Indonesia

Pakar kesehatan menyebut serat sebagai bagian yang penting bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Bahkan, hal ini bisa mempengaruhi sistem metabolisme, suasana hati, dan kemampuan tubuh dalam melawan penyakit. Sebagai contoh, jika kita rajin makan serat, maka sel-sel saraf di dalam usus akan ikut terjaga kondisinya. Hal ini tentu akan mendukung kinerja sistem kekebalan tubuh menjadi lebih baik.

Masalahnya adalah kurang serat masih menjadi masalah yang umum terjadi di Indonesia. Fakta ini terungkap dalam data yang dikeluarkan oleh Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Lebih dari 95 persen dari anak dengan usia kurang dari lima tahun cenderung kurang asupan sayur dan buah. Padahal, makanan-makanan inilah yang menyediakan asupan serat yang sangat dibutuhkan oleh tubuh.

Penelitian terbaru yang dilakukan di Jakarta dan melibatkan 103 anak juga menunjukkan fakta yang sama, yakni 9 dari 10 anak dengan usia 2 hingga 3 tahun kekurangan asupan serat. Asupan serat harian anak-anak di Indonesia hanyalah sekitar 4,7 gram, jauh lebih rendah dari yang direkomendasikan Kementerian Kesehatan, yakni sekitar 16 gram setiap hari.

Berbagai Dampak Dari Kekurangan Asupan Serat

Kekurangan serat tak hanya akan membuat kita lebih rentan mengalami masalah sembelit dan gangguan pencernaan lainnya. Dalam realitanya, kita juga akan lebih rentan terkena berbagai macam masalah kesehatan lainnya.

Berikut adalah dampak-dampak kesehatan.

  1. Wasir

Wasir adalah masalah kesehatan yang paling mungkin terjadi jika kita cenderung menerapkan pola makan makan serat setiap hari. Kondisi ini disebabkan oleh pembuluh darah vena di dekat anus yang membengkak parah sehingga membuat kita kesulitan untuk buang air besar dengan lancar, duduk, hingga mengalami perdarahan.

Wasir seringkali dipicu oleh kotoran yang keras atau sembelit, sesuatu yang biasa terjadi pada orang-orang yang tidak menerapkan pola makan yang sehat.

  1. Mudah Lapar

Pakar kesehatan menyebut kekurangan asupan serat bisa membuat kita cenderung tidak mudah merasa kenyang. Hal ini tentu akan membuat kita lebih mudah tertarik untuk ngemil makanan yang tidak sehat dan akhirnya membuat berat badan naik.

Serat cenderung membutuhkan waktu lama untuk dicerna di dalam perut sekaligus memenuhi saluran pencernaan. Hal inilah yang membantu kita lebih mudah kenyang sekaligus mempertahankan rasa kenyang tersebut. Karena alasan ini pula kita disarankan untuk memperbanyak asupan serat jika memang ingin menurunkan berat badan.

  1. Mengalami Masalah Pencernaan

Tak hanya sembelit, pakar kesehatan menyebut kekurangan asupan serat akan membuat kita lebih rentan terkena iritasi usus, radang usus, dicerkulitis, serta colitis ulseratif. Bahkan, telah ada penelitian yang membuktikan bahwa asupan serat yang cukup bisa menurunkan risiko terkena kanker usus besar.

  1. Diabetes

Kekurangan asupan serat juga bisa mempengaruhi risiko terkena diabetes. Hal ini disebabkan oleh kemampuan serat dalam membantu tubuh mengendalikan kadar gula darah.

  1. Penyakit Jantung

Kekurangan serat bisa membuat kadar kolesterol jahat di dalam darah meningkat dengan signifikan. Masalahnya adalah hal ini akan membuat risiko terkena aterosklerosis, kolesterol tinggi, dan gangguan pada pembuluh darah dan jantung lainnya akan meningkat.

 

Sumber:

  1. Ramadhani, Adysha. 2019. 9 dari 10 Anak Usia Dini Kekurangan Serat.republika.co.id/berita/pxburc328/9-dari-10-anak-usia-dini-kekurangan-serat. (Diakses pada 6 September 2019).