Diadopsi Karena Dikira 6 Tahun, Ternyata Sudah 22 Tahun!

natalia-dwarfism-doktersehat
Photo Source: Daily Mail

DokterSehat.Com– Sepasang orang tua dari Indiana, Amerika Serikat, didakwa menelantarkan anak angkatnya yang berusia 8 tahun. Yang mengherankan adalah, orang tua ini justru bersikukuh bahwa anak angkatnya tersebut sebenarnya adalah gadis berusia 22 tahun yang mencoba membunuh mereka

Gadis 22 Tahun Dikira Anak 8 Tahun Karena Dwarfism

Pasangan Michael dan Kristine Barnett mengadopsi Natalia Grace pada 2011. Saat itu, usianya diklaim baru 6 tahun. Natalia yang berasal dari Ukraina ini tidak memiliki sertifikat kelahiran, namun karena bentuk tubuhnya yang sama dengan anak kecil, Michael dan Kristine tidak begitu mempermasalahkannya.

Hanya saja, di tahun 2013 atau saat Natalia berusia 8 tahun, pasangan ini memilih untuk menelantarkan Natalia. Mereka pun kemudian ditangkap oleh aparat kepolisian. Hanya saja, saat dimintai keterangan terkait dengan alasan meninggalkan anak angkatnya, mereka menyebut sang anak adalah gadis berusia 22 tahun yang sering meneror dan mengancam akan membunuh mereka berdua.

Natalia disebut-sebut mengidap kondisi dwarfism atau spondyloepiphyseal dysplasia congenita (SEDc). Penyakit ini membuat seseorang tak lagi bisa tumbuh sehingga tubuhnya akan terlihat seperti anak kecil. Biasanya, orang yang mengalami hal ini memiliki bentuk tubuh, anggota tubuh, serta leher yang cenderung sangat pendek.

Rata-rata tinggi orang yang mengalami masalah dwarfism adalah 91 hingga 122 cm. Fitur wajah mereka cenderung berbeda, khususnya di bagian tulang pipi serta hidung.

Kristine mengklaim Natalia sebagai gadis berusia dewasa meski perawakannya seperti anak kecil. Ia menyebut Natalia beberapa kali menutupi fakta sudah mengalami menstruasi dan telah memiliki rambut kemaluan. Natalia juga disebut-sebut sudah memiliki gigi dewasa.

Tak hanya merasa ditipu, Kristine juga mengaku pernah memergoki Natalia akan menikamnya saat tidur. Ia juga sempat melihatnya menuangkan deterjen pemutih di kopi yang akan ia minum.

Kristine dan Michael sempat membawa sang anak ke psikolog. Hasilnya adalah, Natalia didiagnosis mengalami masalah psikologis parah yang hanya diidap oleh orang dewasa. Ketakutan dengan hal ini, mereka pun memilih untuk meninggalkannya.

Setelah membayar uang jaminan, Kristine dan Michael pun dibebaskan. Aparat pun akan melakukan penyelidikan lebih jauh terkait dengan hal ini.

Mengenal Dwarfism

Pakar kesehatan menyebut dwarfism atau anak kerdil seringkali terkait dengan faktor keturunan atau genetik. Hal ini terkait dengan tidak normalnya pertumbuhan tulang di seluruh bagian tubuh. Karena alasan inilah banyak penderita dwarfism terlihat seperti anak kecil. Mereka juga cenderung mengalami gangguan metabolisme dan hormon.

Pakar kesehatan menyebut masalah dwarfism tidak bisa dideteksi saat bayi atau anak-anak. Hal ini baru bisa terlihat saat anak sudah mulai tumbuh dewasa. Hanya saja, ada beberapa ciri khas pada anak yang mengalami hal ini seperti sebagai berikut.

  • Memiliki kepala yang cenderung besar dan dahinya lebar.
  • Memiliki tulang hidung yang tidak rata.
  • Memiliki kaki dengan bentuk yang cenderung bengkok.
  • Memiliki rahang yang terlihat lebih menonjol.
  • Memiliki tulang belakang bagian bawah yang terlihat melengkung ke bagian depan.

Apakah Dwarfism Bisa Sembuh?

Pakar kesehatan menyebut ada beberapa kasus yang membuat anak dengan kondisi dwarfism yang dideteksi sejak dini mendapatkan terapi dan kemudian tumbuh dengan normal. Hanya saja, hal ini cukup jarang terjadi.

Pengobatan yang didapatkan oleh pengidap dwarfism biasanya hanyalah untuk mengatasi atau mencegah komplikasi akibat masalah pertumbuhan seperti masalah sleep apnea atau hidrosefalus.

Satu hal yang pasti, orang tua dengan anak dwarfism sebaiknya memeriksakan kondisi buah hatinya ke dokter.

 

Sumber:

  1. Ashford Ben. 2019. Mom Claims Ukrainian Daughter (9) Adopted Really 22 Year Old Dwarfism. dailymail.co.uk/news/article-7479061/Mom-claims-Ukrainian-daughter-9-adopted-really-22-year-old-dwarfism.html. (Diakses pada 27 September 2019).