Anak di Bawah 2 Tahun Sebaiknya Tidak Menonton Televisi

DokterSehat.Com– Bunda, apakah si kecil saat ini tergolong anak yang suka menonton televisi? Jika ya, maka sebaiknya alihkan kesenangan anak tersebut dengan kegiatan lain. Menurut para ahli, anak-anak di bawah usia 2 tahun disarankan untuk menghindari menonton televisi.

Dampak menonton televisi untuk anak-anak

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), menonton program televisi edukatif belum terbukti memberi manfaat bagi anak-anak di usia 2 tahun. Bahkan menonton televisi dapat menyebabkan masalah tidur dan penggunaan kata-kata yang tertunda pada anak-anak.

Bagaimana dengan televisi yang hanya dinyalakan meskipun tidak ditonton? Menurut AAP hal ini tetap dapat memengaruhi perkembangan anak. Suara televisi, meskipun sedang tidak ditonton dapat menyebabkan orang tua jarang bicara pada anak. Selain itu suara televisi juga sering menjadi distraksi dari kegiatan anak saat bermain dan belajar.

Dilansir dari Live Science, AAP pertama kali mengeluarkan rekomendasi penggunaan media pada anak di tahun 1999. Dalam rekomendasi tersebut disebutkan bahwa anak di bawah usia 2 tahun sebaiknya tidak terpapar media seperti televisi sama sekali. AAP menyarankan bahwa anak yang berusia 2 tahun sebaiknya banyak bermain di luar rumah untuk melatih kemampuan motorik. Sejak dikeluarkannya rekomendasi AAP tersebut, banyak dilakukan penelitian mengenai dampak media khususnya televisi pada perkembangan anak.

Namun bukan berarti anak-anak benar-benar tidak boleh menonton televisi. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa pada anak di atas 2 tahun yang sering menonton televisi memiliki kemampuan berbahasa yang lebih baik dibanding teman-temannya.

Karena itu orang tua harus waspada dengan acara televisi yang ditonton oleh anak-anak, meskipun acara tersebut merupakan acara edukatif. Untuk mendapatkan manfaat dari tayangan anak yang edukatif, anak harus terlebih dulu memahami dan memerhatikan tayangan tersebut. Selalu awasi kegiatan anak dan berikan tontonan yang sesuai dengan umur si kecil.

Yuk, lebih bijaksana memberi tontonan pada anak!