Terbit: 15 Juli 2020 | Diperbarui: 22 Juli 2020
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja

Bunda mungkin kesulitan mencari cara agar anak berhenti ngempeng. Sebagian besar para ahli menganjurkan agar anak berhenti ngempeng di usia 12 bulan, namun ini mungkin sedikit sulit. Ketahui bagaimana cara menghilangkan kebiasaan ngempeng jari pada anak dalam artikel ini.

cara-agar-anak-berhenti-ngempeng-doktersehat

Cara agar Anak Berhenti Ngempeng

Empeng atau dot adalah alat bantu yang diberikan pada bayi untuk menghisap. Menghisap dot akan membuat bayi lebih tenang dalam kondisi tertentu, namun para ahli menyarankan untuk menghentikan kebiasaan ngempeng pada bayi di usia 12-18 bulan.

Bunda mungkin kesulitan untuk menghentikan kebiasaan anak ngempeng ini seiring bertambahnya usia. Berikut ini adalah cara agar anak berhenti ngempeng:

1. Coba Hentikan Kebiasaan Ngempeng Perlahan

Para ahli menyarankan untuk menghentikan penggunaan empeng bayi menginjak usia 12 bulan, namun ada juga yang menyarankan pada usia 2 tahun. Bunda mungkin memiliki preferensi sendiri untuk menentukan kapan anak berhenti ngempeng.

Bila dirasa sudah kecanduan empeng, sebaiknya segera hentikan kebiasaan tersebut perlahan. Bunda juga harus sabar bila anak kemudian rewel tanpa empeng. Anda dapat mulai membatasi waktu ngempeng di waktu tidur atau saat bermain.

2. Sembunyikan Empeng

Sembunyikan empeng atau dot anak di pagi hari. Anak Anda mungkin akan lupa tentang empeng bila tidak melihatnya sejak pagi hari. Apabila anak menanyakannya, Anda dapat menjelaskan dengan cara yang baik dan lembut bila empeng hilang.

Pendekatan ini mungkin juga kurang efektif karena anak akan merengek dan Anda mungkin tidak tega. Sebaiknya, Anda juga harus mengalihkan perhatian anak dari keinginan ngempeng dengan makanan sehat lain atau mengajaknya bermain sesuatu yang mendidik dan menyenangkan.

3. Berikan Penjelasan Bahwa Empeng Rusak

Cara agar anak berhenti ngempeng selanjutnya adalah dengan merusak empeng. Gunting bagian atas dot dan berikan pada anak. Jelaskan bila dotnya sudah rosak dan tidak bisa dipakai lagi.

Jelaskan pada anak bila Anda tidak dapat membeli dot baru. Anak Anda mungkin merasa sedih. Berikan setidaknya satu minggu hingga anak paham bahwa dot rusak tidak akan nyaman digunakan. Anda tidak dianjurkan untuk segera membuang dot tersebut sebelum memberi penjelasan hingga anak paham.

4. Beri Pemahaman pada Anak

Berikan penjelasan pada anak untuk tidak ngempeng lagi. Anda harus melakukannya dengan lembut dan penuh kasih sayang. Jangan memarahi atau menggunakan kata-kata bermakna negatif saat membujuk anak.

Bunda dapat memberitahu anak bila dot atau empeng hanya untuk bayi kecil, sementara anak Anda sudah besar dan akan menjadi lebih kuat bila tidak ngempeng lagi. Cara ini juga membutuhkan kesabaran Bunda, jadi mungkin tidak berhasil dalam satu kali percobaan.

Baca Juga: Cara Memandikan Bayi yang Benar (Orang Tua Baru Wajib Tahu)

5. Beri Alternatif Lain pada Anak

Cara menghilangkan kebiasaan ngempeng jari pada anak adalah dengan menenangkannya. Buat anak Anda merasa nyaman tanpa empeng. Pada awalnya, anak mungkin akan menangis dan rewel minta empeng. Anda disarankan untuk menggendongnya atau memeluknya dengan lembut sambil diberikan pemahaman.

Bila perlu, berikan anak alternatif lain untuk dihisap seperti buah atau makanan sehat lainnya yang sesuai dengan usianya. Anda juga dapat memberikan anak selimut atau boneka untuk menenangkan anak di waktu tidur tanpa empeng. Pastikan anak tidak memasukan benda lain ke mulutnya.

6. Buat Rasa Empeng Tidak Enak

Apabila anak sudah mulai kecanduan empeng, Anda dapat mengatasinya dengan membuat rasa empeng jadi tidak enak. Anda dapat memberikan jus lemon ke dot tersebut.

Anak akan merasakan asam saat menghisap empeng. Anak mungkin tidak menyukai rasanya dan tidak mau menggunakan empeng tersebut lagi. Anda juga harus menjelaskan kenapa rasa empeng menjadi asam dan kemudian menenangkan anak dengan lembut.

7. Ceritakan Dongeng tentang Empeng

Anak-anak tentu suka dibacakan dongen sebelum tidur. Anda dapat menerapkan cara agar anak berhenti ngempeng melalui dongeng. Sebagai contoh, ceritakan pada anak bila anak berhenti ngempeng dan mengumpulkan semua dot di sebuah kotak, maka dot tersebut akan berubah menjadi hadiah yang diinginkan.

8. Jangan Berikan Empeng Sama Sekali

Apabila Anda sudah memulai beberapa cara agar anak berhenti ngempeng dalam beberapa minggu, ini saatnya untuk tidak membiarkan anak ngempeng sama sekali. Anak Anda mungkin sudah lebih paham dan terbiasa tanpa empeng.

Anda mungkin juga dapat memberikan anak hadiah kecil karena berhasil mengubah kebiasaan tidak ngempeng. Beri tahu anak bahwa dia pintar dan sudah besar sekarang.

Baca Juga: Cara Memilih Sikat Gigi untuk Anak (Panduan bagi Orang Tua)

Kapan Anak Harus Berhenti Ngempeng?

Setiap orang tua mungkin memiliki preferensi sendiri kapan anaknya harus berhenti ngempeng, namun para ahli menyarankan berhenti ngempeng bila:

  • Sebaiknya anak berhenti ngempeng pada usia 12 bulan atau paling lama usia 2 tahun untuk mengurangi risiko infeksi telinga.
  • Anak menggunakan empeng terlalu lama. Anda mungkin melihat anak kecanduan empeng dan tidak tenang bila tidak ada empeng.
  • Anak mungkin mengalami kesulitan saat belajar berbicara karena penggunaan empeng.
  • Anak mungkin memiliki gangguan pertumbuhan gigi.

Itulah panduan kapan sebaiknya anak harus berhenti ngempeng. Manfaat empeng adalah untuk menenangkan anak dan mengurangi risiko kematian mendadak pada bayi atau sudden infant death syndrome (SIDS). Walaupun demikian, kebiasaan ngempeng sebaiknya dihentikan saat anak sudah mulai besar.

Itulah beberapa cara agar anak berhenti ngempeng. Bunda harus sabar dan tetap lembut untuk mengajarkan anak untuk berhenti ngempeng. Bila kebiasaan ini terus terjadi hingga usia anak lebih dari 3 tahun, sebaiknya minta bantuan dokter anak untuk mengatasinya. Semoga informasi ini bermanfaat.

 

  1. Ding, Karisa. 2019. How to wean your child off the pacifier. https://www.babycenter.com/0_how-to-help-your-child-give-up-the-pacifier_3659347.bc. (Diakses pada 15 Juli 2020).
  2. Maypole, Melissa. 8 Ways to Help Your Child Get Rid of the Pacifier. https://www.healthline.com/health/baby/how-to-get-rid-of-the-pacifier. (Diakses pada 15 Juli 2020).
  3. Mom365. 2020. 10 Tips for Weaning Your Child Off the Pacifier. https://www.mom365.com/baby/baby-health/tips-for-weaning-off-the-pacifier. (Diakses pada 15 Juli 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi