Aminoglikosida – Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

efek-samping-aminoglikosida-doktersehat

DokterSehat.Com – Aminoglikosida obat apa? Aminoglikosida adalah obat dari golongan antibiotik yang biasanya digunakan untuk mengobati infeksi serius. Jenis infeksi serius yang bisa diobati dengan aminoglikosida adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Oleh karena itu aminoglikosida biasa juga disebut antibiotik bakterisida.

Baca terus untuk mengetahui lebih lanjut tentang aminoglikosida termasuk informasi tentang bentuk sediaan aminoglikosida, jenis-jenis aminoglikosida, indikasi aminoglikosida, kontraindikasi aminoglikosida, manfaat aminoglikosida, dosis aminoglikosida, dan efek samping aminoglikosida.

  • Nama: Aminoglikosida
  • Kelas Terapi: Infeksi » Antibiotik

Bentuk Sediaan Aminoglikosida

Aminoglikosida tersedia dalam beberapa jenis bentuk sediaan. Ada aminoglikosida dalam bentuk cairan intravena atau IV. Selain itu, ada juga aminoglikosida dalam bentuk sediaan oral, tetes mata, dan tetes telinga.

Bentuk sediaan aminoglikosida yang paling umum adalah berbentuk intravena yang biasanya diberikan melalui pembuluh vena di tubuh. Meskipun pada beberapa kasus, aminoglikosida diberikan secara oral dan topikal berupa tetes mata dan telinga.

Jenis-jenis aminolikosida

Aminoglikosida merupakan obat golongan antibiotik yang diproduksi melalui fungi streptomyces and micromonospora. Semua senyawa dan turunannya dari obat aminoglikosida mengandung 1 hingga 3 molekul gula amino.

Berikut ini adalah beberapa jenis golongan aminoglikosida:

1. Satu molekul gula amino

Jenis aminoglikosida yang memiliki satu molekul gula amino adalah streptomisin. Streptomisin merupakan jenis aminoglikosida yang aktif terhadap bakteri yang tahan asam seperti mycobacterium.  Jenis aminoglikosida ini biasanya diberikan secara parentral pada pasien tuberkulosis dan lepra.

2. Dua molekul gula amino

Jenis aminoglikosida yang memiliki dua molekul gula amino di antaranya adalah kanamisin dan gentamisin. Kanamisin beserta turunannya yaitu amikasin dan dibekasin juga memiliki dua molekul gula amino. Turunan gentamisin yaitu netilmisin dan tobramisin juga memiliki dua molekul gula amino. Gentamisin dan amikasin versin generik hanya diberikan secara intravena atau IV.

3. Tiga molekul gula amino

Jenis aminoglikosida yang terakhir adalah yang memiliki tiga molekul gula amino, di antaranya adalah neomisin, framisetin, dan parmosin. Neomisin versin generik hanya diberikan secara intravena.

Indikasi Aminoglikosida

Pemberian aminoglikosida bisa dilakukan kepada pasien yang memiliki infeksi serius yang diakibatkan oleh bakteri. Bakteri yang sering menjadi penyebab penyakit infeksi ini adalah bakteri gram negatif aerob. Infeksi akibat bakteri gram positif juga bisa diatasi dengan aminoglikosida tetapi jarang.

Kontraindikasi Aminoglikosida

Pasien yang memiliki riwayat alergi terhadap sulfit tidak bisa menggunakan obat-obatan aminoglikosida. Hal ini bisa memicu terjadinya reaksi alergi. Orang-orang yang memiliki gangguan ginjal, otot, dan saraf juga tidak boleh diberikan aminoglikosida.

Pasien yang masih bayi dan berusia lebih dri 65 tahun tidak bisa mendapatkan obat aminoglikosida. Penggunaan obat aminoglikosida akan memiliki interaksi dengan beberapa jenis obat dengan kandungan sidofovir, strptozocin, furosemide, torsemide dan lainnya.

Manfaat Aminoglikosida

Manfaat aminoglikosida sangat jelas yaitu untuk mengatasi penyakit-penyakit infeksi yang sering kali disebabkan oleh bakteri gram negatif. Aminoglikosida juga bermanfaat untuk mengobati penyakit infeksi akibat bakteri gram positif meskipun tidak umum.

Aminoglikosida bisa memiliki manfaat ini karena aktivitas bakterisida di dalamnya bisa membunuh bakteri secara langsung. Aminoglikosida akan membunuh bakteri dengan cara menghentikan bakteri untuk memproduksi protein yang sangat mereka butuhkan.

Dosis Aminoglikosida

Sama seperti obat-obatan jenis lainnya, obat antiobiotik aminoglikosida harus diminum sesuai dengan dosis yang dianjurkan oleh dokter. Dosis aminoglikosida harus sesuai dengan resep dokter dan biasanya harus diminum sampai habis.

Dosis aminoglikosida yang diberikan bisa jadi berbeda antar pasien. Hal ini dipengaruhi oleh faktor usia, jenis infeksi, dan kondisi medis lainnya. Oleh karena itu, sebaiknya Anda tidak mengambil, mengubah dan menghentikan dosis yang diberikan oleh dokter karena bisa berakibat fatal.

Efek Samping Aminoglikosida

Ada beberapa efek samipng aminoglikosida yang perlu Anda ketahui. Efek samping aminoglikosida bisa menyebabkan reaksi alergi seperti gatal-gatal, ruam kulit, infeksi, sakit kepala, mual, muntah, sulit bernapas, dan pembengkakan di wajah.

Pada tingkat yang parah, efek samping aminoglikosida bisa menyebabkan kerusakan struktur pendengaran khususnya telinga dalam. Aminoglikosida juga bisa menyebabkan kerusakan ginjal dan paralisis otot skeletal.

Apabila Anda mengalami efek samping di atas maka segeralah mencari bantuan medis tercepat dan terdekat. Hal ini bertujuan untuk segera mendapatkan penanganan yang tepat dan mencegah kondisi medis yang lebih berbahaya.

 

Sumber:

  1. BPOM: Pusat Informasi Obat Nasional: http://pionas.pom.go.id
  2. Drs Tan Hoan Tjay dan Drs Kirana Rahardja. 2007. Obat-obat penting: khasiat, penggunaan dan efek-efek sampingnya. Jakarta: Elex Media Komputindo.