Amenorrhea: Penyebab, Gejala, Diagnosis, & Pengobatan

amenorrhea-doktersehat-doktersehat

DokterSehat.Com – Haid atau menstruasi pada wanita terjadi setiap sebulan sekali atau tergantung dengan panjang pendeknya siklus. Setiap bulan, menstruasi muncul lalu diikuti dengan masa subur. Selain menopause (haid tidak akan muncul karena sel telur tidak dihasilkan lagi), pernahkah Anda mendengar apa itu amenorrhea pada wanita? Semua akan dijelaskan secara lengkap di bawah ini.

Apa Itu Amenorrhea?

Amenorrhea adalah kondisi yang tidak mengalami menstruasi selama tahun-tahun reproduksi, antara pubertas dan menopause. Kondisi ini bukan penyakit dan tidak berarti seorang wanita tidak subur, tetapi ini menjadi tanda kesehatan yang bermasalah dan perlu mendapat penanganan.

Saat pubertas, menstruasi dimulai dan kemudian biasanya terjadi sebulan sekali hingga di usia 50 tahun. Pada saat ini, haid berhenti sama sekali, saat menopause dimulai.

Sementara selama kehamilan, menstruasi juga berhenti dan ini biasanya berhenti selama menyusui.

Kalau tidak menstruasi selama 3-6 bulan padahal masih usia subur, sebaiknya patut diwaspadai. Bisa jadi Anda terkena amenorrhea.

Penyebab Amenorrhea

Ada beberapa hal yang menyebabkan amenorrhea atau tidak mengalami menstruasi dalam jangka waktu tertentu. Lebih jelasnya berikut ini penyebab amenorrhea yang perlu Anda kenali:

1. Penyebab alami

Kondisi alami tubuh seperti kehamilan, menyusui, dan menopause bisa menyebabkan amenorrhea meski tidak ada efek sampingnya pada tubuh.

2. Stres

Wanita yang mengalami kelelahan terlalu besar mulai dari fisik hingga mental bisa menyebabkan absennya menstruasi. Kondisi ini biasanya terjadi sementara saja dan akan sembuh dengan sendirinya.

3. Kegemukan

Bila wanita memiliki kandungan lemak tubuh di atas rata-rata, ovulasi dan proses menstruasi akan mudah terganggu, yang menjadi penyebab amenorrhea sementara.

4. Hormon tidak seimbang

Wanita sangat dipengaruhi oleh tingkat hormon di tubuhnya. Bila hormon testosteron terlalu tinggi daripada estrogen dalam tubuh, menstruasi akan terganggu. Selanjutnya jika ada tumor di kelenjar pituitari dan tiroid, menstruasi juga terhenti.

5. Menghentikan konsumsi pil KB

Ketika seorang wanita rutin mengonsumsi pil KB (keluarga berencana) dan menghentikannya secara mendadak, maka besar kemungkinan akan memengaruhi siklus menstruasi.

6. Gangguan di organ internal vagina

Penyebab amenorrhea atau absennya menstruasi berikutnya adalah terjadinya gangguan di organ internal vagina. Khusus hal ini, Anda perlu melakukan pemeriksaan lanjutan.

7. Kekurangan nutrisi

Malnutrisi atau kekurangan nutrisi dapat mempengaruhi bagaimana fungsi hipotalamus dan kelenjar hipofisis, yang dapat menyebabkan amenorrhea.

8. Berat badan rendah

Selain kegemukan, memiliki berat badan rendah juga dapat mencegah hipotalamus dan kelenjar hipofisis berfungsi dengan benar. Kondisi ini dapat menyebabkan jenis amenorrhea yang dikenal sebagai amenorrhea hipotalamus fungsional.

9. Olahraga berlebihan

Olahraga yang berlebihan juga menjadi penyebab ketiga dari amenorrhea hipotalamus fungsional. Beberapa penelitian memperkirakan bahwa setengah dari wanita yang berolahraga secara teratur dapat mengalami gangguan menstruasi ringan.

10. Gangguan makan

Mengalami kelainan makan, seperti anoreksia atau bulimia dapat menyebabkan menstruasi berhenti. Seperti yang sebelumnya di jelaskan, tidak mengalami menstruasi biasanya disebabkan oleh kekurangan nutrisi atau berat badan yang sangat rendah.

11. Obat kesehatan mental

Beberapa obat antidepresan dan penstabil mood atau suasana hati dapat memengaruhi cara kerja hipotalamus dan kelenjar hipofisis. Jika keduanya tidak menghasilkan hormon dengan kadar yang tepat, menstruasi bisa berhenti.

12. Sindrom ovarium polikistik

Polycystic ovary syndrome (PCOS) adalah gangguan hormonal yang melanda 6-8 persen wanita di seluruh dunia. PCOS meniimbulkan berbagai gejala, di antaranya:

  • Pertumbuhan rambut yang berlebihan
  • Haid tidak teratur
  • Sulit hamil
  • Penambahan berat badan
  • Jerawat

PCOS juga menyebabkan hiperandrogenemia – saat wanita memiliki kadar testosteron (hormon pria) yang tinggi. Hiperandrogenemia dapat memengaruhi siklus menstruasi dan menyebabkan amenorrhea.

13. Kegagalan ovarium prematur

Kegagalan ovarium prematur adalah ketika indung telur berhenti bekerja dengan benar sebelum usia 40 tahun. Kondisi ini dapat menyebabkan tidak menstruasi. Namun, ini tidak sama dengan menopause dini, yaitu ketika menstruasi berhenti sepenuhnya.

14. Sindrom turner

Sindrom Turner adalah kelainan genetik.Penderita sindrom ini mungkin memiliki ovarium yang kurang berkembang dan tidak adanya menstruasi.

15. Cacat saluran genital

Adalah masalah struktural yang dapat menyebabkan tidak menstruasi atau menyulitkan darah menstruasi keluar dari vagina.

Cacat saluran genital wanita yang paling yang biasa terjadi adalah selaput dara imperforata, yaitu selaput dara tanpa lubang yang menutup vagina dan tidak menstruasi selama suatu periode.

16. Masalah kelenjar hipofisis

Kelenjar pituitari melepaskan hormon yang mengontrol siklus menstruasi. Masalah pada kelenjar pituitari yang dapat menyebabkan amenorrhea, di antaranya:

  • Tumor kelenjar hipofisis
  • Sarkoidosis (peradangan)
  • Nekrosis postpartum, merupakan kematian dini sel-sel di kelenjar hipofisis setelah kehamilan

Terapi radiasi juga dapat mempengaruhi sel-sel di kelenjar hipofisis dan menyebabkan amenorrhea.

Jenis Amenorrhea

Secara umum amenorrhea atau berhentinya menstruasi ini terdiri dari dua jenis, terdiri dari primer dan sekunder:

1. Amenorrhea primer

Kondisi ini terjadi pada gadis remaja yang mulai mengalami puber. Biasanya anak perempuan berusia 12 tahun akan mengalami menstruasi pertama. Jika anak perempuan mengalami haid di atas usia 12 tahun atau 16 tahun, mereka mengalami kondisi bernama amenorrhea primer.

Kalau Anda memiliki anak atau saudara perempuan yang tidak kunjung menstruasi di usia 12 tahun, sebaiknya segera memeriksakan diri. Bisa jadi ada gangguan hormon yang menyebabkan pertumbuhan organ seks internalnya mengalami gangguan.

2. Amenorrhea sekunder

Kondisi kedua dari amenorrhea adalah jenis sekunder. Wanita yang mengalami kondisi ini biasanya susah menstruasi pertama. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, menstruasi terhenti di tengah jalan selama 3-6 bulan. Kondisi ini sering dialami oleh banyak wanita dan tidak boleh disepelekan.

Sebagian besar masalah amenorrhea baik primer atau sekunder bisa diatasi dengan mudah. Jadi, sebelum terlambat, segera dapatkan penanganan.

Gejala Amenorrhea

Tidak mengalami haid beberapa bulan biasanya menandakan masalah atau kondisi kesehatan yang lebih besar. Gejala terkait termasuk:

  • Sakit kepala
  • Gangguan penglihatan
  • Mual
  • Tumbuh tambut di wajahatau di area lainnya
  • Rambut rontok
  • Perubahan ukuran payudara
  • Keluar cairan susu dari payudara
  • Jerawat
  • Kekeringan vagina

Segera periksakan ke dokter jika Anda ridak menstruasi lebih dari tiga periode berturut-turut, atau jika gejalanya yang bertambah parah.

Diagnosis Amenorrhea

Amenorrhea adalah gejala, bukan penyakit. Biasanya dokter akan mencari tahu mengapa sesorang tidak mengalami menstruasi.

1. Amenorrhea primer

Jika belum menstruasi pada usia 16 tahun, dokter mungkin akan bertanya tentang riwayat keluarga dan melakukan sejumlah tes.

Pemeriksaan ini  mencakup tes untuk menilai kadar hormon berikut: follicle stimulating hormone (FSH), luteinizing hormone (LH), dan tiroid stimulating hormone (TSH). Dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik.

2. Amenorrhea sekunder

Diagnosis untuk amenorrhea sekunder akan fokus pada penyebab masalah yang mendasarinya. Sebelum melakukan tes apa pun, dokter akan mengajukan pertanyaan untuk mencari tahu:

  • Pada usia berapa mulai haid
  • Apakah aktif secara seksual
  • Jika kehamilan adalah suatu kemungkinan
  • Jika terjadi penurunan berat badan atau kenaikan berat badan, dan jenis olahraga apa yang ditekuni
  • Panjang dan keteraturan siklus menstruasi dan apakah perdarahan berat atau ringan.
  • Dokter kemudian dapat merekomendasikan sejumlah tes, tergantung pada apa penyebabnya.

Pemeriksaan mungkin termasuk tes kehamilan, tes fungsi tiroid, tes fungsi ovarium, androgen, dan tes hormon lainnya.

Sementara tes pencitraan seperti MRI, CT scan, atau pemindaian ultrasound. Dan histeroskopi, dokter akan memasukkan kamera mikro disertai penerangan melalui vagina dan leher rahim untuk memeriksa rahim dari dalam.

Pengobatan Amenorrhea

Perawatan terhadap amenorrhea akan tergantung pada penyebabnya. Berkut ini pengobatan yang perlu diperhatikan:

1. Amenorrhea primer

Perawatan untuk amenorrhea primer bisa dimulai dengan menunggu dan waspada, tergantung pada usia dan hasil tes fungsi ovarium. Jika riwayat keluarga mengalami menstruasi terlambat, menstruasi dapat dimulai pada waktunya.

Jika ada masalah genetik atau fisik yang disertai organ reproduksi, pembedahan mungkin dilakukan. Cara ini tidak akan menjamin, bagaimanapun, bahwa siklus menstruasi normal akan terjadi.

2. Amenorrhea sekunder

Pengobatan amenorrhea jenis ini akan tergantung pada penyebab yang mendasarinya, untuk itu perlu Anda atasi dengan cara berikut:

  • Faktor gaya hidup – Jika Anda olahraga berlebihan, merubah rencana olahraga atau diet bisa membantu menstabilkan siklus menstruasi bulanan.
  • Stres – Jika stres emosional atau mental adalah masalah, psikolog dapat membantu.
  • Penurunan berat badan yang berlebihan – Kondisi ini bisa terjadi karena berbagai alasan. Anda mungkin membutuhkan untuk mengelola peningkatan berat badan secara ketat. Jika kelainan makan adalah suatu kemungkinan, perawatan mungkin termasuk pengelolaan penambahan berat badan dan konseling dengan psikiater dan ahli gizi.
  • Tiroid yang kurang aktif – Jika menstruasi berhenti karena tiroid yang kurang aktif, dokter mungkin akan meresepkan obat amenorrhea dengan tiroksin, hormon tiroid.
  • Polycystic ovary syndrome (PCOS) – Dokter akan menyarankan perawatan yang tepat. Jika PCOS menyebabkan kelebihan berat badan, dokter mungkin menyarankan diet penurunan berat badan.
  • Kegagalan ovarium prematur – Terapi penggantian hormon (HRT) dapat menyebabkan menstruasi muncul kembali.

Jika menopause dimulai sejak dini, kemungkinan ada risiko osteoporosis yang lebih tinggi. Anda mungkin memerlukan perawatan untuk mencegah komplikasi.