Amenore – Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

penyakit-vagina-doktersehat

DokterSehat.Com– Apa itu amenore? Amenore adalah kondisi di mana wanita yang seharusnya mendapat menstruasi tetapi tidak mengalami menstruasi. Siklus menstruasi normal terjadi karena perubahan kadar hormon. Hormon reproduksi wanita diproduksi oleh indung telur (ovarium).

Ovarium menanggapi sinyal hormonal dari kelenjar pituitari yang terletak di dasar otak, yang juga dikendalikan oleh hormon yang diproduksi di hipotalamus otak. Gangguan yang memengaruhi setiap komponen siklus hormonal ini dapat menyebabkan amenorea.

Penyebab amenore secara umum pada wanita muda seringkali disalah pahami sebagai sebuah kehamilan yang tidak terdiagnosis. Secara klinis, seorang wanita berusia 13 tahun yang belum mengalami tanda-tanda pubertas seperti pertumbuhan payudara dan belum haid, dianjurkan untuk memeriksakan diri ke dokter. Begitu pula dengan wanita yang sudah mengalami menstruasi, namun tidak mendapat haid dalam jangka waktu 90 hari sejak haid terakhir.

Baca juga: Bahaya Sering Terlambat Haid (Amenore) Bagi Kesehatan Wanita

Jenis Amenore

Amenore sendiri terbagi dua, yaitu:

1. Amenore primer

Amenore primer biasanya merupakan hasil dari suatu kondisi genetik atau anatomi pada wanita muda yang tidak pernah mendapatkan periode menstruasi sama sekali (meskipun sudah berusia 16 tahun) dan tidak hamil. Mereka yang mengalami amenore, organ internal reproduksinya tidak terbentuk dengan normal.

Penyakit kelenjar hipofisis (pituitari) dan hipotaalamus (wilayah otak yang penting untuk kontrol produksi hormon) juga dapat menyebabkan amenore primer karena daerah ini memainkan peran penting dalam regulasi hormon indung telur.

Kondisi lain yang mungkin penyebab amenore primer adalah ketidakpekaan androgen (di mana individu memiliki kromosom XY yang secara genetik laki-laki tetapi tidak menunjukkan karakteristik fisik laki-laki karena kurangnya respons terhadap testosteron), hiperplasia adrenal kongenital, dan ovarium polikistik syndrome (PCOS).

1. Amenore sekunder

Amenore sekunder adalah kondisi di mana penderita sebelumnya pernah menstruasi secara normal, kemudian siklusnya terhenti. Kehamilan adalah penyebab utama dari amenorea jenis ini.

Sementara itu, amenore yang disebabkan karena masalah di hipotalamus, menyebabkan gangguan pada pengaturan hormon yang nantinya memengaruhi kelenjar pituitari, yang selanjutnya mengirimkan sinyal ke indung telur untuk menghasilkan hormon estrogen dan progesteron sehingga seorang wanita mendapatkan menstruasi.

Sejumlah kondisi dapat memengaruhi hipotalamus di antaranya:

  • Penurunan berat badan yang ekstrem
  • Stres emosional atau fisik
  • Latihan yang ketat
  • Penyakit kronis.

Penyebab Amenore

Penyebab amenorrhea adalah disebabkan karena banyak hal. Beberapa hal di antaranya adalah:

  • Pengobatan penyakit kronik
  • Pengangkatan kandung rahim
  • Kelainan bawaan pada sistem kehamilan
  • Kelainan kromoson
  • Olahraga berlebihan
  • Tidak tumbuhnya organ rahim dan vagina (agenesis uterovaginal)
  • Gangguan pada susunan saraf pusat
  • Pubertas terlambat
  • Gangguan pada indung telur (ovarium), seperti tumor ovarium, kegagalan fungsi indung telur
  • Gangguan produksi hormon, seperti hipotioridisme, sindrom cushing
  • Penyakit berat, seperti penyakit ginjal kronik.

Baca juga: 5 Masalah Menstruasi yang Harus Diwaspadai Wanita

Gejala Amenore

Tanda utama amenore adalah tidak adanya periode menstruasi. Tergantung pada penyebab amenore, Anda mungkin mengalami tanda-tanda atau gejala lain bersama dengan tidak adanya periode, seperti:

  • Keluar cairan pada putin payudara
  • Rambut rontok
  • Sakit kepala
  • Gangguan penglihatan
  • Kelebihan rambut wajah
  • Nyeri panggul
  • Jerawat

Diagnosis Amenore

Untuk memeriksa amenorea adalah diperlukan riwayat medis yang lengkap. Biasanya dokter akan menyarakan untuk melakukan tes darah untuk memeriksakan kadar hormon ovarium,  hipofisis, dan tiroid.

Tes ini mungkin termasuk pengukuran prolaktin, follicle-stimulating hormone (FSH), estrogen, thyrotropin, dehydroepiandrosterone sulfate (DHEA-S), dan testosteron. Untuk beberapa individu, tes kehamilan adalah tes pertama dilakukan.

Tes lanjutan yang biasanya dilakukan adalah tes pencitraan, seperti USG, rontgen, serta CT-Scan atau MRI scan untuk membantu menentukan penyebab amenore.

Baca juga: 5 Minuman Pelancar Menstruasi yang Wajib Dikonsumsi Wanita

Pengobatan Amenore

Pengobatan yang dilaksanakan tergantung penyebab amenore. Beberapa metode pengobatan yang disarankan oleh dokter sesuai dengan penyebab amenore, misalnya:

  • Terapi sulih hormon estrogen (estrogen replacement therapy/ ERT) yang membantu menstabilkan hormon untuk memicu siklus haid, pada kondisi insufisiensi ovarium primer. ERT akan menggantikan estrogen yang tidak dihasilkan oleh ovarium untuk mengatur siklus menstruasi secara normal. Dokter juga akan memberikan progestin atau progesteron untuk mengurangi risiko kanker rahim
  • Pengobatan pada wanita yang memiliki sindrom ovarium polikistik (PCOS), penanganan akan berfokus untuk mengurangi kadar hormon androgen
  • Pemakaian pil kontrasepsi atau obat-obatan hormon yang memicu terjadinya siklus haid
  • Amenore yang disebabkan oleh faktor gaya hidup bisa ditangani dengan menjaga berat badan tetap ideal, mengontrol stres, dan menetapkan jadwal olahraga yang tepat dan teratur

Dampak Amenore pada Wanita

Infertilitas (kemandulan) adalah dampak buruk yang bisa dialami oleh wanita. Selain itu, amenore juga menyebabkan osteopenia (penurunan kepadatan tulang) atau osteoporosis, di mana hal ini terjadi akibat kadar estrogen yang rendah dan menjadi penyebab amenore yang berkepenjangan.