Terbit: 22 Juli 2020 | Diperbarui: 26 Agustus 2020
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja

Amebiasis adalah infeksi pada usus yang disebabkan oleh parasit Entamoeba histolytica atau E. histolytica. Meski dapat menimbulkan sejumlah gejala, banyak orang yang dengan kondisi ini tidak mengalami gejala yang signifikan. Simak penjelasan lengkap mengenai penyakit amebiasis di bawah ini.

Amebiasis: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Pengobatan

Apa Itu Amebiasis?

Seperti penjelasan sebelumnya, penyakit amebiasis adalah infeksi yang disebabkan oleh Entamoeba histolytica melalui transmisi fecal-oral, yaitu rute penularan penyakit ketika patogen dalam tinja masuk saluran pencernaan. Meski infeksi biasanya asimptomatik, akan tetapi gejala seperti diare ringan hingga disentri berat dapat terjadi.

Gejala Amebiasis

Rata-rata, 1 dari 10 orang yang terinfeksi E. histolytica menjadi sakit karena infeksi. Gejalanya sering kali cukup ringan seperti feses encer, sakit perut, dan kram perut. Ameboma adalah bentuk amebiasis yang parah yang berhubungan dengan nyeri perut, tinja berdarah, dan demam.

Pada kasus yang jarang terjadi, penyakit amebiasis bisa menyebar ke bagian lain dari tubuh seperti paru-paru dan otak.

Kapan Waktu yang Tepat untuk ke Dokter?

Seseorang yang menjadi sakit karena kondisi ini biasanya mengalami gejala dalam 2 hingga 4 minggu, meskipun kadang-kadang gejala bisa terjadi dengan waktu yang lebih lama. Sementara itu, penanganan medis harus segera dilakukan jika terdapat tanda dan gejala amebiasis, seperti:

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Tempo Scan Baby Fair - Advertisement
  • Diare dengan darah atau lendir.
  • Diare yang berlangsung lebih dari 2 minggu.
  • Sakit perut.
  • Demam.
  • Perut bengkak.
  • Rasa sakit atau nyeri di daerah hati (di bawah tulang rusuk di sisi kanan).

Penyebab Amebiasis

Parasit E. histolytica biasanya memasuki tubuh manusia melalui makanan, minuman, atau melalui kontak langsung dengan sumber infeksi. Penularan juga dimungkinkan jika melakukan seks melalui anus, seks melalui mulut, dan irigasi kolon.

Ketika larva E. histolytica memasuki saluran pencernaan, ia dapat menjadi parasit aktif dan invasif yang disebut trofozit. Kemudian, parasit berkembang biak di saluran pencernaan dan bermigrasi ke usus besar. Di sana, parasit dapat bersembunyi di dinding usus besar.

Kondisi ini menyebabkan diare berdarah, radang usus besar, dan kerusakan jaringan. Orang yang terinfeksi dapat menyebarkan penyakit dengan melepaskan larva baru ke lingkungan melalui kotoran yang terinfeksi.

Faktor Risiko Amebiasis

Amebiasis adalah kondisi yang umum terjadi di negara-negara tropis dengan sanitasi yang buruk. Kondisi ini jarang terjadi di wilayah dengan sistem sanitasi yang baik. Berikut ini adalah orang-orang yang berisiko terkena penyakit ini, antara lain:

  • Orang-orang yang bepergian ke lokasi di mana terdapat sanitasi yang buruk.
  • Orang-orang yang tinggal di tinggal di penjara.
  • Seseorang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
  • Pria yang berhubungan seks dengan pria.

Diagnosis Amebiasis

Dokter mungkin mencurigai amebiasis setelah menanyakan tentang gejala dan riwayat perjalanan baru-baru ini. Guna menguji keberadaan E. histolytica, Anda mungkin memberikan sampel tinja selama beberapa hari untuk melihat keberadaan larva.

Ketika parasit menyebar di luar usus, larva mungkin tidak lagi muncul di tinja. Biasanya dokter akan menyarankan USG atau CT scan untuk memeriksa lesi pada hati. Jika lesi muncul, dokter mungkin perlu melakukan aspirasi jarum untuk melihat apakah hati memiliki abses. Abses di hati adalah konsekuensi serius dari penyakit ini.

Prosedur lain yang mungkin diperlukan untuk memeriksa keberadaan parasit di usus besar adalah kolonoskopi.

Pada beberapa kasus, diagnosis amebiasis bisa sangat sulit. Hal itu disebabkan karena parasit dan sel lain dapat terlihat sangat mirip dengan E. histolytica ketika dilihat di bawah mikroskop.

Pengobatan Amebiasis

Beberapa antibiotik tersedia untuk mengobati penyakit ini. Namun, antibiotik harus dikonsumsi sesuai dengan resep dokter. Jika infeksi tidak membuat sakit, Anda mungkin akan diresepkan satu jenis antibiotik. Sementara jika infeksi menyebabkan sakit, Anda mungkin akan diresepkan dua jenis antibiotik.

Pengobatan untuk kasus amebiasis tanpa komplikasi adalah konsumsi metronidazole selama 10 hari. Dokter mungkin juga meresepkan obat untuk mengendalikan mual jika Anda membutuhkannya.

Jika parasit ada di jaringan usus, perawatan tidak hanya menghilangkan organisme tetapi juga kerusakan pada organ yang terinfeksi. Pembedahan mungkin diperlukan jika usus besar atau jaringan peritoneum memiliki perforasi (lubang atau luka pada dinding suatu organ tubuh).

Perlu diketahui, waktu pemulihan untuk amebiasis terkait dengan keparahan penyakit. Jika seseorang tidak memiliki gejala, tidak ada waktu pemulihan. Waktu pemulihan setelah perawatan medis bervariasi dari 1-4 minggu atau bisa lebih lama setelah menjalani operasi.

Komplikasi Amebiasis

Meskipun jarang terjadi, penyakit ini bisa menimbulkan komplikasi. Berikut adalah beberapa komplikasi yang bisa terjadi, antara lain:

  • Abses hati
  • Abses paru
  • Abses otak
  • Ameboma (lesi lokal besar pada usus yang disebabkan oleh respons terhadap parasit yang menginfeksi)
  • Kolitis fulminan atau nekrosis
  • Rectal rational fistula
  • Disentri berdarah
  • Megakolon beracun
  • Peningkatan risiko kanker

Pencegahan Amebiasis

Pencegahan yang utama dari penyakit ini adalah menjaga sistem sanitasi tetap bersih. Pedoman umum lainnya adalah mencuci tangan dengan sabun usai dari kamar mandi dan sebelum memegang makanan.

Jika Anda bepergian ke tempat di mana infeksi biasa terjadi, pencegahan yang bisa dilakukan adalah:

  • Cuci buah dan sayuran sebelum dimakan.
  • Tetap konsumsi air botolan. Jika Anda harus minum air dari wilayah yang berisiko, rebuslah terlebih dahulu.
  • Hindari es batu yang dibuat dengan air tidak matang.
  • Hindari susu, keju, atau produk olahan susu lainnya yang tidak dipasteurisasi.
  • Hindari makanan yang dijual oleh pedagang di pinggir jalan.
  • Menghindari praktik seksual yang melibatkan kontak fecal-oral.
  • Hindari konsumsi minuman beralkohol untuk mengurangi risiko penyakit.
  • Mencegah terjadinya malnutrisi.

 

  1. Anonim. What Is Amebiasis?. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/amebiasis-overview#1. (Diakses pada 22 Juli 2020).
  2. Anonim. Amebiasis. https://kidshealth.org/en/parents/amebiasis.html. (Diakses pada 22 Juli 2020).
  3. Barwell, Janet dan Winnie Yu. 2018. Amebiasis. https://www.healthline.com/health/amebiasis#treatments. (Diakses pada 22 Juli 2020).
  4. Davis, Charles Patrick. Amebiasis (Entamoeba Histolytica Infection). https://www.medicinenet.com/amebiasis_entamoeba_histolytica_infection/article.htm. (Diakses pada 22 Juli 2020).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi