Terbit: 4 Agustus 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Terdapat dua jenis olahan cumi yang bisa kita konsumsi, yakni cumi yang masih disertai dengan tinta hitamnya dan cumi yang sudah dibersihkan tintanya. Ada orang yang mengaku sangat suka dengan rasa lezat dan gurih dari tinta cumi, namun ada pula yang mengaku jijik dan tidak menyukainya. Sebenarnya, dari sisi kesehatan, tinta cumi aman atau tidak sih untuk dikonsumsi?

Tinta Cumi Sebaiknya Dibuang atau Aman Dikonsumsi?

Dilansir dari news.unika.ac.id, Dosen Program Studi Teknologi Pangan dari UNIKA Soegijapranata Semarang bernama Bernadeta Soedarini menyebut tinta cumi berbeda dari tinta pada umumnya. Tinta ini kaya akan senyawa melanin dan zat besi. Sebagai informasi, melanin di dalam tinta cumi kaya akan asam amino tirosin yang bisa membantu proses pengaktifan berbagai jenis enzim dan hormon seperti dopamine dan adrenalin. Selain itu, kandungan zat besinya berperan besar dalam membangun sel darah merah dan membantu fungsi otot dan otak.

Keberadaan tinta cumi justru bisa membuat olahan makanan dari cumi menjadi lebih gurih. Selain itu, karena di dalam tinta cumi juga terdapat asam amino lainnya seperti alanine dan lisindantairun, maka tubuh juga akan lebih terbantu dalam proses metabolisme lemak. Hal ini tentu akan membuat kita lebih baik dalam menjaga berat badan.

Bernadeta juga menyebut sebagian besar dari kandungan cumi adalah asam amino dan turunannya sehingga bisa dipastikan bahwa tinta cumi tidak perlu dibuang. Jika kita memang tidak jijik, kita bisa tetap mengolah cumi ini beserta dengan tintanya.

Hanya saja, cumi-cumi termasuk dalam makanan dengan kandungan kolesterol yang cukup tinggi. Di dalam 100 gram cumi yang berisi sekitar 6-8 ekor bisa memiliki kandungan kolesterol sebanyak 1170 mg. Hal ini berarti, jangan terlalu sering mengonsumsi cumi-cumi dalam jumlah yang banyak agar tidak mudah terkena masalah kolesterol tinggi.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Kids Baby - Advertisement


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi