Terbit: 25 Februari 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Vagina memiliki kelembapan dan pH yang berbeda dengan bagian tubuh lainnya. Rongga atau liang vagina memiliki pH asam yang cocok untuk tempat sperma tinggal sementara sebelum membuahi telur. Kalau pH ini sampai berubah, gangguan bisa saja muncul karena bakteri baik yang ada di sana hilang serta kehamilan susah terjadi.

Amankah Sabun Biasa untuk Membersihkan Vagina?

Untuk menjaga kesehatan dan kondisi asli dari vagina, kita tidak bisa sembarangan membersihkannya. Kita tidak bisa menggunakan sabun biasa karena bisa membuat vagina jadi hilang keasamannya dan masalah baru akan muncul.

Bakteri baik yang ada di vagina
Ada dua bagian tubuh wanita yang memiliki banyak bakteri, pertama dubur dan yang kedua adalah vagina. Pada vagina bakteri yang tumbuh berjenis baik atau didominasi oleh lactobacillus. Bakteri baik ini berperan pada beberapa hal di bawah ini.

  • Menjaga area kewanitaan agar tetap asam atau pH yang dihasilkan rendah. Secara umum keasaman dari vagina adalah 4.5. Pada kondisi ini vagina akan sudah ditumbuhi oleh organisme lain sehingga infeksi bisa dihindari.
  • Bakteri baik pada vagina juga menghasilkan bakteriosin yang membunuh jenis bakteri tertentu yang masih ke dalam liang.
  • Vagina juga menghasilkan zat khusus yang menghentikan pertumbuhan bakteri lain pada dinding vagina.

Cara bersihkan vagina yang benar
Seperti yang sedikit dibahas di atas, sabun biasa yang beredar di pasaran akan membuat pH vagina berubah. Sabun biasanya memiliki pH tinggi atau basa. Sabun biasa akan mematikan flora normal pada vagina sehingga bakteri jahat bisa masuk dan menginfeksi.

Cara terbaik untuk membersihkan vagina adalah dengan air hangat yang bersih. Usap vagina dari depan ke belakang untuk menghindari masuknya bakteri dari anus ke vagina. Terakhir, gunakan sabun khusus dari bahan alami yang mampu menjaga keasaman dari vagina.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi