Ini Bahaya dari Tindik Kelamin, Infeksi Hingga Sulit Punya Anak!

tindik-vagina-doktersehat

DokterSehat.Com – Tindik sudah menjadi budaya di masyarakat dunia termasuk Indonesia. Umumnya tindikan ditemukan di bagian telinga, namun tidak jarang juga orang yang memiliki tindikan di bagian hidung, lidah, pusar, atau bahkan di area kemaluan. Ya, selain tato kelamin, tindik vagina atau tindik penis juga ternyata bisa dilakukan. Apakah prosedur yang satu ini aman?

Bagian Alat Kelamin yang Bisa Ditindik

Memiliki tindikan di bagian tubuh seperti telinga tentunya sudah menjadi hal biasa. Di Indonesia sendiri, tindik telinga untuk wanita biasanya dilakukan ketika bayi baru lahir. Tindik kuping sering kali dijadikan sebagai ciri khas bayi perempuan dan pembeda dengan bayi laki-laki.

Tindik bagi orang dewasa bisa menjadi salah satu cara untuk mengekspresikan diri. Pilihan bagian tubuh untuk ditindik pun semakin beragam tidak seputar bagian telinga saja. Sebagian orang bahkan tertantang untuk melakukan tindik kemaluan.

Tentunya bagian alat kelamin yang bisa ditindik juga tidak sembarangan. Tindik penis bisa dilakukan pada penis dan kepala penis khususnya di area sekitar lubang. Penindikan dengan menembus dua sisi penis tidak diperkenankan karena bisa mengganggu aktivitas seksual dan reproduksi.

Sedangkan untuk tindik vagina bisa dilakukan pada klitoris, selubung klitoris, labia atau bibir kemaluan bagian dalam dan luar. Selain bagian tersebut tindik tidak dianjurkan karena bisa mengganggu fungsi dari vagina.

Bagian paling poluler dalam tindik vagina adalah pada bagian klitoris karena dipercaya dapat meningkatkan sensitivitas klitoris. Sayangnya tidak semua wanita dapat melakukan tindik kelamin di bagian klitoris karena tidak memiliki klitoris yang cukup besar untuk dipasangi perhiasan.

Risiko Tindik Kelamin

Segala jenis tindik pada bagian tubuh manapun tetap memiliki risiko, tapi karena kemaluan merupakan area yang sensitif, tentunya bahaya tindik kemaluan juga lebih besar. Berikut adalah beberapa risiko yang mungkin terjadi akibat tindik vagina atau tindik penis:

1. Infeksi

Risiko tindik vagina atau penis yang pertama adalah dapat menimbulkan infeksi. Tindik dapat menimbulkan luka sehinga kulit lebih rentan terhadap bakteri ataupun virus. Selain itu, penggunaan alat tindik yang tidak steril juga dapat meningkatkan risiko tertular berbagai penyakit seperti hepatitis B atau C, HIV, atau penyakit menular seksual lainnya.

Infeksi akibat tindik ini mungkin tidak akan langsung dapat disarakan efeknya. Meskipun pada awalnya infeksi tidak terjadi, kebiasaan kurang menjaga kebersihan kelamin juga bisa dapat menjadi pemicu infeksi tersebut.

2. Pendarahan abnormal

Bahaya tindik kelamin yang kedua adalah dapat terjadi pendarahan abnormal akibat luka pada bagian kemaluan. Risiko ini dapat terjadi pada pria maupun wanita. Pendarahan serius pada penis dapat berisiko menyebabkan impotensi.

Sedangkan pada tindik vagina, bekas luka pada bekas tindikan dapat menimbulkan jaringan parut yang mengganggu. Jika terjadi pendarahan, segera konsultasikan ke dokter.

3. Kerusakan saraf

Risiko yang lebih serius lagi dari tindik vagina atau penis adalah kerusakan saraf. Kerusakan saraf ini lah yang kemudian menyebabkan kesulitan ereksi dan ejakulasi dini pada pria yang akhirnya menyababkan impotensi. Sedangkan kerusakan saraf pada vagina dapat menyebabkan wanita kehilangan sensitivitasnya dan dapat juga menyababkan penyempitan salurah kemih.

4. Melukai pasangan

Tindik kemaluan juga memiliki risiko untuk dapat melukai alat kelamin pasangan ketika melakukan hubungan seksual. Meskipun perhiasan yang dipasang tentunya diklaim aman untuk digunakan pada kemaluan, risiko perhiasan tersebut untuk melukai diri Anda sendiri dan pasangan akan selalu ada. Terutama jika tindikan tidak dirawat dengan baik.

5. Sulit punya anak

Fakta bahwa tindik kemaluan dapat membahayakan area kelamin membuat tindik satu ini juga dianggap sebagai salah satu penyebab sulit punya anak. Hal ini tentunya tidak selalu terjadi, tapi jika salah satu risiko yang paling bahaya menimpa Anda, maka sangat mungkin sistem reproduksi Anda juga dapat terganggu.

Tips Tindik Kelamin Aman

Banyak orang yang telah membutikan bahwa tindik kelamin aman untuk dilakukan dan dapat meningkatkan gairah seksual, tapi tentunya risiko yang dapat terjadi tidak dapat diabaikan. Sebelum melakukan tindik vagina atau penis, berikut adalah beberapa hal yang harus diperhatikan untuk menurunkan risiko dari tindik tersebut!

1. Jangan sembarangan pilih tempat tindik

Memastikan tindik dilakukan oleh tenaga profesional dan menggunakan alat yang steril merupakan hal yang wajib untuk dilakukan. Jangan pernah sembarangan memilih tempat untuk tindik, apalagi kali ini adalah untuk area tubuh Anda yang sangat pribadi. Pastikan juga letak tindik dan perhiasan yang dipilih tidak berbahaya bagi Anda dan pasangan.

2. Jaga kebersihan tubuh

Jangan lupa untuk selalu memerhatikan kebersihan tubuh Anda. Jika ingin terhidar dari berbagai macam infeksi, pastikan Anda juga menjaga area kemaluan baik sesudah maupun sebelum melakukan tindik kemaluan. Jika terjadi iritasi, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

3. Pastikan kondisi kesehatan Anda

Tindik tidak bisa dilakukan oleh semua orang. Tindik vagina dan penis sebaiknya tidak dilakukan oleh seseorang dengan kondisi menderita diabetes, sedang menggunakan obat yang dapat mengencerkan darah, ibu hamil, atau seseorang yang sedang menurun imunitasnya. Maka dari itu, sebelum melakukan tindik, sebaiknya pastikan dulu kondisi kesehatan Anda.

Melakukan tindik kelamin tanpa memastikan kondisi kesehatan akan membuat risiko tindik semakin meningkat. Bukan hanya pada tindik kelamin saja, semua orang yang ingin melakukan tindik sudah seharusnya memastikan kesehatannya lebih dulu.

Jadi masihkan Anda tertarik untuk tindik kelamin demi menunjang penampilan atau meningkatkan gairah seksual. Keputusan untuk melakukan tindik atau tidak kembali pada pribadi masing-masing. Jika ingin melakukan tindik, pastikan Anda telah siap melakukannya dan susah paham dengan semua risikonya.