Mengenal Alopecia Barbae, Penyakit Botak pada Pria

penyakit-kerontokan-rambut-doktersehat

DokterSehat.Com – Salah satu gangguan pada area wajah pria adalah kebotakan. Kondisi kesehatan ini membuat beberapa area atau cluster di area wajah mengalami gangguan pertumbuhan. Dampaknya, area yang terdampak jadi terlihat kulitnya saja dan kadang terdapat beberapa bisul atau luka.

Nah, salah satu penyebab kebotakan itu bernama Alopecia Barbae. Kebotakan ini menyebabkan area di wajah khususnya janggut mengalami kerontokan parah dan susah untuk tumbuh kembali. Berikut ulasan singkat tentang Alopecia Barbae.

Mengenal Alopercia Barbae

Alopecia barbae sebenarnya penyakit khusus dari jenis Alopercia areata. Penyakit ini tidak disebabkan oleh bakteri atau virus dari luar tubuh. Penyakit ini muncul karena ada gangguan pada sistem imun tubuh. Area di sekitar kulit yang sebenarnya tidak berbahaya justru diserang oleh sistem kekebalan sehingga area folikelnya jadi mati.

Dari kecenderungan itu, kita bisa mengelompokkan Alopecia barbae sebagai penyakit autoimun. Daya tahan tubuh yang harus bisa digunakan untuk melawan radikal bebas justru berbalik menyerang tubuh dengan sendirinya. Akibatnya area-area berupa bulatan tidak ditumbuhi rambut karena folikelnya sudah terlanjur mati.

Saat folikel rambut mati dan terus diserang, rambut tidak akan tumbuh lagi. Kalau pun ada yang tumbuh akan terjadi gangguan seperti pembengkakan dan muncul bisul kecil-kecil. Kalau kondisi ini muncul, Anda bisa mengatasi gejala yang muncul meski kondisi autoimunnya sendiri tidak bisa disembuhkan.

Tanda dari Alopecia Barbae

Ada beberapa tanda dari Alopecia barbae yang bisa terlihat meski kondisi ini kerap muncul begitu saja dan susah diprediksi. Secara umum, beberapa kondisi ini akan muncul kalau kebotakan ini tumbuh.

  • Muncul kebotakan perlahan di area jenggot. Kebotakan ini muncul selama seminggu, beberapa hari, atau beberapa bulan. Beberapa pria jarang menyadarinya sehingga area di sekitar janggut hingga ke arah kepala mengalami kebotakan karena ada gangguan pada folikel atau akar rambut.
  • Bulatan awalnya sangat kecil dan kadang jarang sekali terlihat. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, bulatan ini akan membesar dan kadang merembet ke mana-mana. Alopecia barbae ini memang secara spesifik menyerang di area janggut, tapi bisa menyebar ke area wajah dan kulit kepala atau scalp.
  • Rambut di sekitar bulatan botak biasanya akan ikut terdampak. Meski tidak akan langsung rontok, warnanya akan berubah menjadi putih. Oleh karena itu perhatikan rambut di area wajah apakah ada warna putihnya atau tidak. Kalau ada warna putih sebisa mungkin untuk mengeceknya.
  • Sebelum area di jenggot mengalami kebotakan biasanya akan terasa gatal yang cukup kuat. Rasa gatal ini akan membuat Anda tidak tahan dan ingin terus menggaruknya.
  • Selain rasa gatal yang cukup kuat dan kadang muncul semacam ketombe, area yang akan rontok bisa muncul semacam bisul kecil yang berisi nanah. Kalau hal ini muncul inflamasi sering sekali terjadi dan membuat area itu nyeri saat disentuh.
  • Area di sekitar kulit yang botak akan memiliki warna yang lebih muda. Kalau folikel masih sehat, kemungkinan warnanya agak kehitaman dan dalam beberapa hari akan tumbuh lagi rambut kecil yang terus tumbuh seiring dengan berjalannya waktu.

Cara mengatasi Alopercia Barbae secara medis

Kondisi Alopecia barbae adalah penyakit autoimun yang tidak bisa disembuhkan dan tidak ada obatnya. Namun, kondisi botak masih bisa dirawat sehingga rambut bisa tumbuh lagi meski tidak sesempurna yang sebelumnya.

Oh ya, perlu diingat lagi kalau rambut yang bisa tumbuh lagi kemungkinan bisa rontok dalam beberapa tahun. Jadi, tugas Anda kalau memiliki kondisi ini adalah dengan mengonsumsi obat di bawah ini dan menjaga kesehatan rambut.

  • Corticosteroids. Obat ini bekerja untuk mencegah inflamasi dari tubuh. Selanjutnya beberapa sistem imun tubuh juga ditekan sehingga gangguan kerontokan tidak muncul. Obat jenis ini diberikan dalam bentuk suntikan.
  • Minoxidil (Rogaine). Obat ini digunakan untuk mengatasi area yang terdampak. Dengan konsumsi sebanyak dua kali sehari selama tiga bulan, kemungkinan besar ada perbaikan pada kebotakan.
  • Anthralin. Obat ini berbentuk krim dan digunakan untuk olesan area terdampak botak. Krim ini akan menyebabkan semacam iritasi dan memicu pertumbuhan rambut. Obat ini akan menunjukkan hasilnya setelah pemakaian selama 8-12 minggu.

Cara mengatasi Alopercia Barbae dengan obat alami

Selain menggunakan beberapa jenis obat di atas, Anda juga bisa menggunakan obat alami yang terdiri dari:

  • Suplemen seng dan biotik. Suplemen ini bisa dibeli di apotek atau mengonsumsi beberapa makanan seperti wheatgrass, minyak kelapa, dan lidah buaya.
  • Bawang putih.
  • Viviscal.

Efek Alopecia Barbae pada pria

Sebenarnya efek secara fisik hanya sedikit. Rasa gatal di area terdampak akan membuat beberapa pria merasa tidak nyaman. Selain itu tidak akan ada dampak lain karena kondisi autoimun hanya menyerang area folikel atau akar rambut saja.

Barang kali efek paling besar pada tubuh terjadi pada rasa malu yang dialami pria. Kerontokan di kepala mungkin bisa ditutupi dengan topi. Namun, kerontokan di janggut akan susah ditutupi. Semua jambang yang ada di sana dicukur pun tetap ada bulatan-bulan yang tampak.

Pria yang bekerja di dunia hiburan mungkin akan mengalami gangguan. Oleh karena itu, begitu tanda dari Alopecia barbae ini muncul, penanganan harus segara dilakukan.

Demikianlah sedikit ulasan tentang Alopecia Barbae. Semoga ulasan di atas bisa membantu Anda dalam mengatasi dan mengetahui kondisi ini sejak dini. Kalau sejak awal Anda sudah mengetahuinya, terdampak pun bisa segera diatasi baik secara medis maupun secara alami dengan herba tertentu. Semoga informasi di atas bermanfaat untuk Anda semua.