Obat Allopurinol – Dosis, Manfaat, & Peringatan

obat allopurinol

Obat Allopurinol obat apa? Nama obat Allopurinol mungkin sudah pernah Anda dengar sebelumnya. Namun, sudah tahukah Anda apa fungsi Allopurinol dan manfaat Allopurinol? Obat Allopurinol adalah obat yang berfungsi untuk menurunkan kadar asam urat yang tinggi di dalam darah. Selain itu, obat Allopurinol adalah obat yang juga bermanfaat untuk mengobati kondisi komplikasi asam urat, misalnya mengobati batu asam urat yang berada di saluran kemih, maupun mengobati penyakit ginjal karena asam urat.

Meskipun dikenal sebagai obat asam urat yang sangat esensial (penting), fungsi Allopurinol tidak terkait dengan pengurangan nyeri atau radang akibat gout atau serangan asam urat. Manfaat Allopurinol tidak berkaitan dengan penyembuhan gout, tetapi penggunaan obat Allopurinol bisa mencegahnya.

Dari paparan di atas, tentu Anda sudah mengetahui Allopurinol obat apa. Jika Anda ingin mengetahui informasi yang lebih lengkap tentang Allopurinol, Anda bisa membaca informasi lebih lanjut tentang komposis Allopurinol, dosis Allopurinol, fungsi Allopurinol, dan manfaat Allopurinol dalam dunia medis di bawah ini.

Nama: Allopurinol
Nama Dagang: Zyloprim, Aloprim
Kelas: Xantine Oxidase Inhibitor, Agen antigout
Golongan Xantine Oxidase Inhibitor lainnnya: Febuxostat
Sediaan: Tablet 100 mg, tablet 300 mg

Dosis Allopurinol dan Penggunaan untuk Dewasa

Untuk Artritis Gout (Nyeri sendi akibat Asam urat)
Ringan: 100 mg/hari PO awalnya; meningkat mingguan untuk 200-300 mg/hari
Sedang sampai berat: 100 mg/hari PO awalnya; meningkat mingguan untuk 400-600 mg/hari

Untuk kondisi asam urat berlebih yang diindiuksi antineoplasma
PO: 600-800 mg dibagi setiap 8–12 jam, mulai 1-2 hari sebelum kemoterapi
IV: 200-400 mg/m²/hari; tidak melebihi 600 mg/m²/hari; dapat diberikan sebagai infus tunggal atau dalam dosis terbagi pada setoa [6 jam, 8 jam, 12 jam yang dimulai 1-2 hari sebelum kemoterapi]

Pertimbangan dosis Allopurinol
Dosis PO minimum: 100-200 mg/hari
Maksimum PO dosis: 800 mg/hari

Dosis Allopurinol Modifikasi
Gangguan ginjal
CrCl 10-20 mL/menit: 200 mg/hari
CrCl 3-10 mL/menit: 100 mg/hari
CrCl <3 mL/menit: 100 mg/hari dengan interval diperpanjang

Efek Samping Penggunaan Obat Allopurinol

Selain memerhatikan fungsi dan manfaat Allopurinol, tentunya Anda juga harus memahami tentang efek samping dari obat Allopurinol ini agar bisa mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan setelah penggunaan obat. Efek samping ini bisa terjadi secara bervariasi pada pengguna Allopurinol yang berbeda. Namun, ada efek samping yang cukup sering terjadi, misalnya seperti ruam di kulit disertai dengan bintik-bintik merah.

Berikut ini adalah daftar efek samping dari obat Allopurinol yang perlu untuk diketahui.

Frekuensi kejadian 1-10%

Frekuensi Tidak Ditetapkan

  • Amblyopia
  • Arthralgia
  • Diskrasia darah
  • Bronkospasme
  • Kelainan kardiovaskular
  • Katarak
  • Kebingungan
  • Penurunan libido
  • Pusing
  • Ekimosis
  • Kelainan elektrolit
  • Epistaksis
  • Drop foot
  • Hematuria
  • Hepatotoksisitas
  • Hipotonia
  • Iritis
  • Kelainan fungsi ginjal
  • Retinitis makula
  • Rasa tidak enak
  • Radang urat saraf
  • Nyeri tenggorokan
  • Pruritus
  • Edema kulit
  • Sindrom Stevens-Johnson
  • Berkeringat
  • Tinnitus

Peringatan
Kontraindikasi

  • Hipersensitivitas terhadap allopurinol

Perhatian

  • Hentikan pada tanda pertama dari reaksi alergi (tanda pertama dari ruam, vaskulitis, atau sindrom Stevens-Johnson)
  • Mielosupresi dilaporkan; berhati-hati ketika memberikan obat-obatan lainnya yang diketahui menyebabkan mielosupresi (mielosupresi adalah kondisi penekanan pada sumsum tulang belakang sehingga produksi sel-sel darah menurun)
  • Hepatotoksisitas (reversibel) dilaporkan
  • Bukan untuk pengobatan kondisi asam urat yang berlebih yang tanpa gejala
  • Gunakan dengan hati-hati pada gangguan ginjal
  • Risiko hipersensitivitas meningkat pada pasien yang diobati dengan enzyme (ACE) inhibitor angiotensin-converting
  • Pemberian bersamaan dengan amoksisilin atau ampisilin, dapat meningkatkan risiko ruam kulit
  • Selama pengobatan bersamaan, kurangi dosis azathioprine dan merkaptopurin untuk 25-33% dari biasanya
  • Risiko hipersensitivitas dapat meningkat dengan pemberian bersamaan tiazid
  • Menjaga asupan cairan yang diperlukan untuk menghasilkan output urin minimal 2 L / hari pada orang dewasa

Kehamilan dan Menyusui
Keamanan untuk kehamilan: kategori C.

Jenis kategori obat untuk kehamilan:

  • Kategori A: Secara umum dapat diterima, telah melalui penelitian pada wanita-wanita hamil, dan menunjukkan tidak ada bukti kerusakan janin
  • Kategori B: Mungkin dapat diterima oleh wanita hamil, telah melalui penelitian pada hewan coba namun belum ada bukti penelitian langsung pada manusia.
  • Kategori C: Digunakan dengan hati-hati. Penelitian pada hewan coba menunjukkan risiko dan belum ada penelitian langsung pada manusia
  • Kategori D: Digunakan jika memang tidak ada obat lain yang dapat digunakan, dan dalam kondisi mengancam jiwa.
  • Kategori X: Jangan digunakan pada kehamilan.
  • Kategori NA: Tidak ada informasi

Pada ibu menyusui, obat dapat diekskresikan melalui ASI, jadi gunakan dengan hati-hati di bawah pengawasan dokter Anda.

Setelah mengetahui tentang informasi lengkap mengenai obat Allopurinol, Anda bisa melakukan konsultasi lebih lanjut pada dokter untuk penggunaan obat Allopurinol yang aman sesuai anjuran medis. Informasi tentang dosis Allopurinol di atas adalah dosis yang umum diterapkan kepada pasien asam urat. Bisa saja dokter memberikan dosis yang berbeda, tergantung dengan kondisi kesehatan yang diketahui dengan tepat setelah menjalani pemeriksaan.