Terbit: 22 Oktober 2020
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Alergi parfum adalah reaksi tubuh terhadap wewangian yang mengandung bahan kimia. Kondisi ini menimbulkan sejumlah gejala ringan. Ketahui informasi selengkapnya mulai dari gejala, penyebab, pengobatan, dan lainnya! 

Alergi Parfum: Gejala, Penyebab, Cara Mengobati, Pencegahan, dll

Apa Itu Alergi Parfum?

Alergi parfum adalah reaksi tubuh setelah terpapar minyak wangi yang mengandung bahan kimia pemicu alergi. Reaksi ini dapat menimbulkan gejala ringan, termasuk ruam hingga sakit kepala.

Kepekaan terhadap wangi yang menyengat dapat membuat penderita alergi sakit parah. Apalagi penderita asma atau penyakit pernapasan lainnya bisa lebih rentan terhadap alergi wewangian daripada orang sehat.

Alergi parfum atau wewangian adalah penyebab paling umum kedua dari alergi kulit, menurut pakar dermatitis kontak, Dr. Sandy Skotnicki-Grant, dari Bay Dermatology Center, Toronto.

Tanda dan Gejala Alergi Parfum

Sebagian besar reaksi alergi biasanya menimbulkan ruam merah dan gatal yang hilang dengan cepat setelah terpapar parfum. Beberapa gejala yang ringan bisa berlangsung selama beberapa minggu atau bahkan setelah terpapar dalam waktu singkat.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku PTH - Advertisement

Berikut ini tanda dan gejala ringan alergi parfum:

  • Gatal pada kulit, bahkan ketika tidak memiliki ruam atau iritasi.
  • Gatal pada area mata dan tenggorokan.
  • Mata berair, merah, dan gatal.
  • Sesak napas. 
  • Mual dan muntah.
  • Mengi.
  • Pusing
  • Sakit kepala ringan sampai berat.
  • Bersin, pilek, dan batuk.
  • Kulit yang bersisik atau kering.
  • Lepuh yang berkerak dan mengeluarkan nanah.
  • Sensasi terbakar pada kulit.
  • Nyeri sendi dan otot pada kasus tertentu.
  • Lebih sensitif terhadap sinar matahari.

Gejala tersebut tidak semuanya muncul pada waktu yang bersamaan. Gatal, ruam, sakit kepala, dan sesak napas adalah beberapa dari gejala yang paling sering muncul.

Kapan Harus ke Dokter?

Sesegera mungkin periksakan ke dokter jika mengalami salah satu dari gejala berikut ini:

  • Luka besar atau gatal-gatal yang menyakitkan atau sangat gatal.
  • Lelah atau mengantuk.
  • Merasa bingung atau disorientasi (kehilangan kemampuan mengenali lingkungan).
  • Kepala pusing yang hebat.
  • Demam tinggi.
  • Mual atau muntah.
  • Detak jantung cepat atau berdetak tidak normal.
  • Memiliki gejala infeksi pada kulit atau pada bagian lain, termasuk kulit terasa hangat atau ruam gatal yang mengeluarkan cairan kental, keruh, dan berubah warna.
  • Gatal atau ruam menjadi sangat gatal atau terus-menerus.
  • Ruam menyebar ke bagian tubuh lainnya atau ruam baru muncul.
  • Memiliki reaksi pada area wajah atau alat kelamin.
  • Kesulitan bernapas karena sesak pada tenggorokan.
  • Gejala tidak membaik atau memburuk setelah beberapa hari atau minggu.

Baca Juga: Alergi Sperma: Penyebab, Efek Samping, Cara Menyiasati, dll

Penyebab Alergi Parfum

Sebagian besar penyebabnya oleh 2500 lebih bahan kimia, yang sering kali tidak terdaftar dalam parfum atau cologne.

Ketika memiliki alergi, tubuh memiliki respons sistem kekebalan yang spesifik terhadap bahan kimia atau bahan lainnya dalam parfum yang menyebabkan reaksi alergi.

Hal tersebut menandakan bahwa tubuh mengidentifikasi bahan dalam parfum sebagai zat asing. Tubuh kemudian melepaskan reaksi peradangan untuk membantu melawan zat seolah-olah bahan dalam parfum adalah bakteri atau virus.

Respon sistem kekebalan tubuh biasanya berlangsung selama beberapa hari dan menimbulkan gatal atau ruam. Gejala-gejala ini bisa berlangsung selama berminggu-minggu sebelum hilang.

Terdapat beberapa bahan kimia dalam parfum yang dapat memicu alergi, termasuk:

  • Alkohol kayu manis (cinnamon alcohol).
  • Aldehida kayu manis (cinnamic aldehyde).
  • Geraniol
  • Eugenol.
  • Isoeugenol.
  • Hydroxycitronellal.
  • Alpha amyl cinnamate alcohol.

Bahan lainnya yang juga berpotensi menyebabkan iritasi pada kulit dan saluran pernapasan, meliputi:

  • Aseton
  • Benzil asetat
  • Benzil alkohol
  • Benzaldehida
  • Kamper
  • Atanol
  • Etil asetat

Bahan kimia tersebut kerap terdapat dalam parfum, kosmetik, deodoran, deterjen, sabun, obat kumur, pasta gigi, lotion, krim, cologne, dan produk kebersihan pribadi.

Baca Juga: Alergi Debu: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatan, dan Pencegahan

Diagnosis Alergi Parfum

Jika memiliki alergi parfum, ahli alergi dapat melakukan tes alergi untuk memastikan diagnosisnya. Tes tempel alergi dapat mendeteksi alergi terhadap zat tertentu.

Spesialis alergi akan menempelkan alergen yang dicurigai pada patch dan kemudian menempatkan patch pada punggung. Gejalanya bisa langsung terlihat atau tertunda, sehingga akan meninggalkan bercak pada kulit setidaknya selama dua hari.

Ketika mengenakan penutup mata, Anda harus menghindari aktivitas yang menyebabkan keringat berlebih. Ini dapat mengganggu hasil tes. Juga harus menghindari penggunaan krim kortison pada punggung sebelum memasang patch, karena kortison tertentu dapat memengaruhi hasil.

Jika hasilnya positif, dokter dapat mengembangkan rencana perawatan.

Cara Mengatasi Alergi Parfum

Perawatan untuk mengatasi alergi parfum harus berdasarkan gejala dan zat yang menyebabkan alergi. Hal yang terpenting adalah harus menghindari zat yang menyebabkan gejala sejak awal.

Berikut ini beberapa cara mengatasi gejala alergi yang ringan dan sementara:

  • Obat-obatan. Obat alergi parfum seperti antihistamin oral, termasuk cetirizine, diphenhydramine, atau loratadine dapat membantu mengatasi gatal dan pembengkakan. Ini termasuk obat bebas atau berdasarkan resep dari dokter.
  • Krim kortikosteroid topikal. Obat hidrokortison atau krim steroid serupa lainnya dapat Anda oleskan ke area yang gatal atau ruam.
  • Mandi oatmeal koloid. Mandi dengan campuran oatmeal dapat membantu meredakan gatal dan peradangan. Oatmeal juga bisa Anda gunakan sebagai kompres dingin pada kulit.
  • Lotion atau krim pelembap. Selalu menggunakan salah satu lotion yang tidak memiliki bahan kimia buatan yang dapat memicu reaksi alergi.
  • Terapi cahaya. Terapi dengan lampu biru atau merah dapat membantu menghilangkan bakteri yang mengiritasi kulit atau mengurangi respons sistem kekebalan tubuh pada kulit. Cara Ini dapat menenangkan dan memperbaiki jaringan kulit.

Baca Juga: 12 Obat Gatal Alergi yang Alami, Cepat, dan Ampuh!

Pencegahan Alergi Parfum

Hal pertama yang harus dilakukan untuk pencegahan adalah menghindari zat yang menyebabkan alergi. Setelah tahu apa yang menyebabkan alergi atau sensitif, cari zat ini dalam parfum apa pun yang ingin dibeli dan jangan pernah membelinya lagi.

Selain itu, berikut ini beberapa langkah untuk mencegah alergi parfum:

  • Menggunakan produk bebas pewangi jika memungkinkan, ini termasuk pada lotion, sabun, produk perawatan kulit, deterjen pakaian, dan pelembut kain.
  • Menggunakan wewangian nabati alami jika masih ingin mendapatkan aroma yang sama tetapi ingin menghindari zat yang menyebabkan alergi.
  • Memilih parfum dengan sedikit bahan yang dapat mengurangi kemungkinan mengalami reaksi alergi atau sensitivitas.
  • Menghindari lingkungan dengan orang yang memakai parfum dan memicu alergi atau kepekaan.
  • Simpan pembersih udara kecil di dekat ruang kerja untuk membantu menjaga udara bebas dari bahan yang memicu gejala alergi.
  • Beri tahu orang-orang terdekat tentang alergi Anda, sehingga mereka bisa tahu untuk menghindari penggunaan parfum di sekitar Anda.
  • Jangan menggunakan produk beraroma sama sekali untuk meminimalkan kemungkinan terpapar pemicu alergi atau sensitivitas Anda, termasuk lilin dan penyegar udara.
  • Dapatkan vaksin flu setiap tahun untuk menjaga sistem kekebalan tubuh tetap kuat.
  • Bicara dengan atasan Anda tentang menjaga tempat kerja bebas dari wewangian, terutama jika Anda memiliki rekan kerja lain yang alergi atau sensitif terhadap wewangian.

 

  1. Anonim. Tanpa Tahun. Perfume Allergy. https://www.nyallergy.com/perfume-allergy. (Diakses pada 22 Oktober 2020)
  2. Cheriyedath, Susha. 2018. Perfume Allergy. https://www.news-medical.net/health/Perfume-Allergy.aspx. (Diakses pada 22 Oktober 2020)
  3. Jewell, Tim. 2020. What to Do About a Perfume Allergy. https://www.healthline.com/health/allergies/perfume-allergy#treatments. (Diakses pada 22 Oktober 2020)
  4. Julian, Alexandra. 2020. Perfume Allergies: Is Fragrance Polluting Your Health?. https://www.greenpeople.co.uk/blogs/the-beauty-hub/essential-guide-to-perfume-allergies. (Diakses pada 22 Oktober 2020)


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi